Polisi Tidur dan Taman Pacaran (Vietnam Trip)

Ingin melihat jalanan yang dipenuhi lautan sepeda motor? Silahkan berkunjung ke Vietnam.  Populasi sepeda motor di negeri sosialis itu benar-benar membuat saya terbengong-bengong.  Ketika menyambangi Ho Chi Minh, salah satu kota terbesar besar di Vietnam, akhir Maret 2010 lalu, saya mendapati fakta bahwa penduduk negeri itu benar-benar gemar bersepeda motor.

Tour guide yang mengantar saya berwisata ke terowongan perang Vietnam, Cu Chi Tunnel, mengatakan populasi Ho Chi Minh sejumlah 10 juta jiwa. Sedangkan jumlah sepeda motor di kota itu lebih dari 5 juta. Populasi sepeda motor di Vietnam hanya kalah dari India.  Dalam hati saya berkata betapa repot tugas polisi di sini.

Lautan sepeda motor seperti ini menjadi pemandangan sehari-hari di Vietnam

Tetapi setelah menghabiskan waktu di kota ini, saya tak mendapati polisi yang terlihat super sibuk. Boro-boro berdiri di tengah jalan mengatur arus lalu lintas yang padat, saya bahkan jarang mendapati pos polisi yang menjamur di perempatan jalan seperti di Indonesia. Padahal lalu lintas di sini benar-benar ruwet. Sebagai orang yang banyak menghabiskan waktu di kota kecil dan tenang seperti Solo, kegiatan menyeberang jalan di pusat kota Ho Chi Minh bagaikan uji nyali. Modal belajar menyeberang di Jakarta juga menjadi sia-sia. Bahkan seorang teman asal Indonesia yang saya jumpai di Cu Chi Tunnel mengaku pasrah ketika harus menyebrang jalan di Hanoi, ibukota Vietnam. Dia hanya bilang,”Kayaknya kalau menyeberang di sini tuh, mending sambil merem aja, daripada spot jantung,” . Saya pun hanya bisa tertawa mendengar komentarnya. Jadi inget juga komentar Sven, seorang teman dari Swiss, yang saya mintai info tentang Vietnam sebelum saya berangkat. Kata dia lalu lintas di Vietnam benar-benar horrible!

Bagaimana tidak menyeramkan, lha sepeda motor nyelonong dari segala sisi. Trotoar pun tidak aman. Bahkan mereka nekat melaju kencang meskipun jalanan padat merayap. Siap-siap saja mendengar suara klakson bertalu-talu dengan keras ketika mulai menyeberang. Yang bikin tambah rumit adalah aturan kendaraan di Vietnam melaju di sisi kanan. Buntutnya, saya sering salah menengok saat hendak menyeberang.

Herannya saya jarang melihat polisi menilang orang meskipun banyak pengendara yang tidak memakai helm dan berboncengan tiga sampai empat orang. O la la. Mungkin mereka malas juga memelototi ribuan motor yang memadati jalan. Daripada pusing-pusing mending dibiarkan saja jadi raja jalanan. Saya pun jadi teringat dengan komentar lucu sopir taksi di bandara Tan Son Nhat yang mengantar saya ke Ho Chi Min.

Ketika kami (saya datang ke Vietnam bersama dua orang teman) masuk ke taksi, saya memilih duduk di depan. Otomatis saya langsung memasang sabuk pengaman, daripada si sopir kena tilang dan ujung-ujungnya kami juga yang bayar. Tapi sang sopir malah melarang. Dengan bahasa isyarat (karena dia tidak bisa bahasa Inggris), dia bilang tak perlu pakai sabuk pengaman, soalnya kalau udah malam gini polisi udah tidur. hahahaha. Kok sama  dengan polisi Indonesia yang biasanya sudah menghilang dari jalanan setelah matahari terbenam.

Selain dibuat terbengong-bengong oleh sepeda motor, saya juga cuma melongo melihat “Taman Pacaran” di sana. Sebenarnya itu cuma taman kota biasa yang terletak di sisi jalan Pham Ngu Lao, kawasan backpaker di Ho Chi Minh. Dari jauh sih taman ini biasa saja, tapi ketika didekati bikin mata terbelalak. Wooow serasa nonton film gratis.

Pemandangan seperti yang saya saksikan ini cuma bisa dijumpai pada malam hari. Saya tidak tahu apakah terjadi setiap malam atau tidak. Yang jelas, taman ini bagaikan arena pacaran raksasa. Saya tidak menghitung, tapi sepertinya ada puluhan orang yang berpacaran di sana. Kebanyakan duduk di atas sepeda motor masing-masing. Adegan pacaran mereka juga cukup vulgar, terutama buat orang yang biasa hidup di Solo seperti saya. Mulai dari peluk-pelukan sampai ciuman bibir!! Kalo disini kayaknya bakalan diangkut sama Satpol PP . Herannya, mereka cuek-cuek saja beradegan mesra di depan umum, padahal jarak satu motor dengan motor lainnya paling tidak sampai 5 meter. Benar-benar berjubel taman ini. Sebenarnya ingin mengambil fotonya, tapi tidak enak kalau harus pake blitz. Ya sudah akhirnya saya cuma menyimak aksi mereka sambil senyum-senyum.

Ho Chi Minh, Maret 2010

About yusmei
Tergila-gila dengan membaca dan menulis...Punya mimpi menelusuri sudut-sudut dunia

5 Responses to Polisi Tidur dan Taman Pacaran (Vietnam Trip)

  1. aning says:

    haha pacaran ng kono kayaknya asik? wkwkw… yo yo yo jadi pingin kesana… wkwk

  2. hahaha silahkan mencoba…ndang menabung,trus mangkat…

  3. Avant Garde says:

    wkwkwkwkwk …. paragraf terakhir lucu :D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 3,455 other followers

%d bloggers like this: