Lorong tikus, AK-47 dan Singkong Rebus! (Vietnam Trip)

Sesi makan siang di Cu Chi Tunnel dengan menu utama Singkong rebus!

Terus terang ketika saya ditanya alasan memilih Vietnam sebagai perjalanan pertama ke luar negeri, jawabannya adalah Cu Chi Tunnel.  Setelah membaca artikel tentang terowongan yang termasyur di era perang Vietnam itu, saya ngebet pengen ke sana.  Niatnya sih melihat jejak heroik para Vietkong yang sukses membuat pusing para tentara Amerika Serikat. Saya tidak peduli meskipun teman-teman sempat ngeledekin gara-gara pilihan ngetrip ke Vietnam ini.

Terowongan Cu Chi yang mirip lorong tikus ini menjadi kebanggaan Vietnam, simbol kejayaan perang atas Prancis, Pemerintah Vietnam Selatan dan terutama Amerika Serikat, selama periode 1957-1975. Bukan hanya berfungsi sebagai tempat persembunyian, tapi juga menyimpan jebakan-jebakan mengerikan. Saking canggihnya, Amerika Serikat yang berbekal persenjataan canggih, seperti mati kutu. Penduduk Negeri Paman Sam menganggap perang ini sebagai blunder terbesar selain perang Irak, meskipun di film Rambo, tentara Amerika seolah-olah berjaya di Vietnam. Biasa manipulasi film.

Mau tahu berapa panjang terowongan ini? 250 kilometer! Di dalamnya hidup sekitar 10.000 orang Vietkong dan keluarganya.  Sarana yang tersedia antara lain tempat pertemuan, rumah sakit darurat sampai panggung hiburan untuk menggelar pentas musik dll. Padahal kebanyakan lorongnya sangat sempit dan tingginya tidak sampai 1 meter. Alhasil kalau lewat harus merunduk. Kok bisa ya mereka tahan bertahun-tahun hidup di sana?

Salah satu “lubang tikus” di Cu Chi Tunnel

Salah satu jebakan di terowongan Cu Chi

Terowongan ini berjarak sekitar 30 menit perjalanan dengan kendaraan bermotor dari Ho Chi Minh. Kebanyakan para wistawan memakai jasa tur agen yang menjamur di jalan Pham Ngu Lao, kawasannya backpacker di Ho Chi Minh. Biaya tur sekitar 4,5 sampai 5 dolar Amerika. Tapi ini belum termasuk biaya masuk yang sebesar 75.000 VND  (1 dolar = 19.000 VND)  alias Rp 37.500.  Murah kan?

Di kawasan wisata yang berada di areal hutan  ini, terowongan yang diperlihatkan kepada kami bukan yang berjenis ekstrem, panjangnya cuma sekitar 50 meter. Tapi itupun sudah membuat sesak napas. Tur di Cu Chi Tunnel ini dipisah-pisah dan di tiap rombongan dipimpin seorang pemandu. Mereka bersemangat sekali menceritakan jebakan-jebakan canggih ala Vietkong dan kegiatan-kegiatan di dalam  dalam terowongan itu. Saat itu saya bersama dua teman asal Solo, berada satu rombongan dengan dua turis Amerika, Kanada dan dua wisatawan Hong kong.

Pengalaman di sini benar-benar menyenangkan. Saya bisa mencoba masuk ke lubang persembunyian Vietkong yang sangat kecil, sampai-sampai  kalau yang masuk orang Bule bakal susah keluar. Kami juga diajak merangkak di dalam terowongan yang termasyur itu. Tunnel-nya memang tak seseram bayangan, karena sekarang di dalamnya dilengkapi lampu-lampu kecil dan beberapa lubang keluar darurat jika di tengah jalan kita gak sanggup lagi merangkak. Maklum kami kan bukan Vietkong. Tapi tetap saja merangkak rasanya ngeri-ngeri sedap.

Yang asik lagi, saya bisa menjajal senapan AK-47. Benar-benar senjata asli dan berisi peluru tajam. Kapan lagi bisa menembak dengan senapan buatan Rusia itu. Untuk mencoba pengalaman unik ini, saya harus merogoh kocek lagi. Untuk paket berisi 10 peluru harus membayar 14 dolar Amerika, sedangkan harga paket berbeda-beda untuk tiap jenis senapan. Waktu itu saya sharing dengan teman saya.  Tahu gak gimana rasanya nembak dengan senjata sungguhan? Ternyata super susah, walaupun didampingi pemandu.  Ketika pelurunya meletus, badan kita seperti terdorong ke belakang. Alhasil tak ada satu tembakan saya yang tepat sasaran.

Mencoba senapan AK-47…ternyata susah lho

Tapi yang bikin saya geli adalah menu makan siang kami di Cu Chi. Si pemandu rombongan dengan bangga mengajak kami bersantap dengan menu ala Vietkong. Ya ampun, ternyata menu yang dimaksud adalah sepiring singkong goreng plus teh anget. Teman-teman bule saya tampak tertarik dengan makanan itu dan antusias bertanya detail soal tanaman singkong. Tapi kami hanya bisa tersenyum-senyum saja.  Saya bilang kepada mas pemandu kalo makanan seperti itu bisa ditemukan dengan mudah di desa saya dan lebih enak lagi kalo singkong rebusnya itu juga digoreng. Rasanya lebih gurih dan enak.

Ho Chi Minh, April 2010

About yusmei
Tergila-gila dengan membaca dan menulis...Punya mimpi menelusuri sudut-sudut dunia

5 Responses to Lorong tikus, AK-47 dan Singkong Rebus! (Vietnam Trip)

  1. Hill-men says:

    Jadi pengen cobain AK-47😀

  2. yusmei says:

    Harus nyoba!..ternyata nembak pake AK-47 itu susaaaaah🙂

  3. Avant Garde says:

    hihihihihi …. singkongnya njawani banget😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: