Ketika Fergie melangkah pergi…

Mungkin seperti di Barcelona, Ole Gunnar Solskjaer yang sekarang memanajeri tim B akan menjadi penggantinya. Tetapi saya pikir Jose Mourinho akan menjadi pengganti ideal. Tapi di luar itu semua, seluruh dunia tahu bahwa mimpi penggemar MU adalah melihat King Eric (Cantona) mengambil alih posisi manajer….tapi tunggu dulu…mimpi yang sesungguhnya adalah melihat SAF (Sir Alex Ferguson) tetap bertahan selamanya..”

Tuhan mungkin adalah pengganti yang paling sempurna. Tapi jika tidak mungkin, maka saya yakin Solskjaer adalah orang yang tepat. Dia sudah memenangi liga tim cadangan dan selalu menjadi bagian United.

Foto : manutd.com

Dua pernyataan suporter MU yang dikutip situs goal.com itu adalah jawaban tentang sosok yang paling sesuai untuk menggantikan Ferguson sebagai arsitek United. Jawaban yang menggelitik, tapi bermuara pada satu hal. Ya, Fergie nyaris tak tergantikan.

Sebagai suporter MU yang seumur hidup hanya menyaksikan Fergie di kursi pelatih, saya nyaris tak bisa membayangkan suatu saat nanti the gaffer bakal benar-benar pergi. Sekarang ia sudah berusia 68 tahun dan tak mungkin menghabiskan sisa umurnya di dog-out Old Trafford. Tapi memikirkan Setan Merah tanpa Fergie bagai membayangkan Tibet tanpa Dalai Lama, Kuba tanpa Fidel Castro atau Korut tanpa Kim Jong Il….Sepertinya saya tidak akan sanggup melihat Sir Alex berdiri di tengah Old Trafford sambil mengucapkan salam perpisahan..Adegan itu pasti bakal menguras emosi kami para pendukung MU dan lebih menyedihkan daripada closing film Kuch Kuch Hotta Hai…:(

Berderet pertanyaan pun muncul tanpa diundang. Mampukah MU bertahan? Apakah MU bakal kembali ke periode gelap setelah ditinggalkan Sir Matt Busby dan sebelum kedatangan Fergie? Masihkah kami menyaksikan gelimangan trofi di setiap musim? Dan pertanyaan terpenting, siapakah yang layak menggantikan takhta sucinya?

Bagi Ferguson yang bercokol di Old Trafford sejak 1986, United mungkin sudah menjadi denyut nadi hidupnya. Ia pernah berniat pensiun pada 2002, namun dibatalkan setelah dibujuk sang istri dan merasa belum mampu meninggalkan dunia yang dicintainya. Ya, ia memang benar-benar mencintai fase hidupnya di Old Trafford. Fergie bukan hanya melulu berkutat mengurusi tim senior, tapi ia juga membangun MU, meneruskan falsafah Busby. Fergie ikut terlibat dalam pencarian bakat-bakat muda, selalu menyempatkan waktu melihat latihan tim akademi dan bercakap-cakap dengan para pegawai di Carrington dan Old Trafford. Baginya, MU adalah keluarga besar…

Gairahnya mengejar gelar tak pernah berhenti meletup. Bahkan sehari setelah meraih treble winner pada 1999, ia langsung membahas target untuk musim depan. Aura positif ini akhirnya menular kepada semua pemain. Menurutnya, pemain yang hanya puas dengan standar “bagus” tak layak berada di Old Trafford. Ia selalu menuntut standar luar biasa.

Lewat tangan dinginnya pula, lahir bintang-bintang hebat macam David Beckham, Cristiano Ronaldo, (Sir) Ryan Giggs, Paul Scholes dan masih banyak lagi. Ketegasan dan sikap kebapakannya membuat Fergie mampu mengubah pemain trouble maker macam Eric Cantona dan Roy Keane menjadi emas yang sangat berharga. Fergie selalu membela pemainnya di depan umum, meski ia tak ragu mendamprat mereka dengan kejam di ruang ganti pemain…Jika ada pemain yang bertingkah, Fergie tak ragu mendepaknya, meski pemain bintang sekalipun. Baginya tak ada pemain yang lebih besar daripada klub!

Santer terdengar kabar ia akan pensiun pada 2011. Jika isu ini benar, hari itu jelas bagai kiamat kecil bagi kami para suporter MU. Tapi hidup harus terus berjalan dan sang pengganti akan segera ditemukan. Meskipun belum ada pengumuman dari Ferguson tentang kapan akhir petualangannya di United, berderet nama pengganti sudah disebut-sebut. Mulai dari Jose Mourinho (ia bahkan punya klausul kontrak khusus bersama Madrid yang memungkinkannya pergi kapanpun), David Moyes, Martin O’Neil, Eric Cantona, Pep Guardiola, Steve Bruce, Fabio Capello, Laurent Blanc, Ole Gunnar Solskjaer hingga Roy Keane. Jika diminta memilih, saya benar-benar tak punya ide.

Tapi saya yakin Fergie pasti tahu siapa yang paling tepat menggantikan dirinya. Siapun yang menurutnya layak, kami suporter MU akan sepenuhnya memberi dukungan…

Long Live Sir Alex…

About yusmei
Tergila-gila dengan membaca dan menulis...Punya mimpi menelusuri sudut-sudut dunia

2 Responses to Ketika Fergie melangkah pergi…

  1. angscript says:

    ada satu lagi yg masuk bursa calon pelatih MU: ALFERD RIEDL hehehe

  2. Nek Indonesia juara..sesuk langsung diusulkan nama Riedl ke opa Fergie….:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: