Pelangi di Persia (Menyusuri Eksotisme Iran)

Saya sedikit terobsesi dengan Iran. Negeri para Mullah ini terlihat menarik. Rasanya ingin melihat dengan mata kepala sendiri negeri yang banyak melahirkan tokoh hebat dan masyarakat yang katanya keras kepala serta punya keberanian luar biasa.

Salah satu ketertarikan saya terhadap Iran dipicu oleh sosok Ayatullah Iman Khomeini, sang tokoh revolusi islam Iran. Juga fakta bahwa Persia adalah salah satu peradaban utama dunia. Keberanian Iran menentang hegemoni dan kesewenang-wenangan Amerika Serikat, juga benar-benar menggugah. Mereka nyaris sendiri berjuang mempertahankan martabat, di tengah sikap lembek pemimpin Arab lainnya.

Gara-gara alasan-alasan itulah, sungguh seneng rasanya menemukan buku Pelangi di Persia di tengah-tengah agenda pesta diskon Gramedia. Dengan hanya merogoh kocek Rp 37.000 saya bisa menikmati eksotisme Iran dan mengembara dalam alam imajinasi…Untuk buku ini, dengan senang hati saya memberikan nilai 9 (dari skala 0-10). Sang pengarang, Dina Y Sulaeman, mampu menceritakan Iran dengan sudut pandang yang unik, yaitu dari pandangan keluarga Indonesia yang bekerja sebagai penerjemah, penulis, editor dan penyiar radio di Islamic Republic of Iran Broadcasting. Mereka tinggal selama delapan tahun di sana, hingga tahun 2007. Rekaman tentang keseharian masyarakat Iran, sisi religius, kehidupan politik, cepatnya pertumbuhan ekonomi di sana, serta alternatif tempat-tempat wisata terangkum lengkap di sini.

Ya, buku setebal 306 halaman ini memang bukan buku baru, tepatnya rilis tahun 2007. Namun menurut saya isinya tidak basi meski baru dibaca sekarang…Ah lawas juga gak masalah, yang penting keingintahuan saya tentang Iran, banyak terjawab dalam buku ini…:)

Mau tahu tempat-tempat wisata di Iran? Inilah beberapa contohnya….Desa kuno berusia 5000 tahun di Abyaneh, kebun-kebun mawar yang air sulingan bunganya dipakai untuk mencuci Ka‘bah, kebun teh di pinggir laut Kaspia, puing-puing perang di Khurramshahr, kuil sesembahan orang Persia kuno di pedalaman Shoush, kota kuno di Shoustar yang pernah diperebutkan pada era Khalifah Umar bin Khattab, masjid kaum Sunni di Sanandaj dengan beranda tuanya yang tenang, pegunungan Zagros yang membuat nafas tertahan, dan puing istana Persepolis yang menjadi bukti kemegahan peradaban Persia.

Dari buku ini, saya juga lebih bisa lebih memahami tentang Syiah dan Sunni. Maklum sebagai muslim Indonesia, yang hampir seluruhnya adalah orang sunni, sulit membayangkan tentang syiah. Informasi yang didapat paling cuma sekilas dari media televisi atau media cetak. Itupun hanya sisi luarnya saja. Tapi di buku ini, saya jadi mengetahui bahwa pernikahan sunni-syiah di Iran menjadi sebuah dilema, layaknya pernikahan beda agama di Indonesia.  Bahkan lafal adzan orang syiah juga berbeda, termasuk kepercayaan mereka bahwa sholat Jumat itu hukumnya sunah, bahkan untuk laku-laku…benar-benar informasi yang baru bagi saya….

Bagian paling menarik di buku ini adalah di halaman 257 tentang “Pemilu yang Paling Rame”. Inilah kutipannya….Dari Teheran juga  saya menyaksikan sebuah pemilu presiden yang penuh spontanitas dan penuh kegairahan. Dimana ada pengantin yang bela-belain datang ke TPS lengkap dengan pakaian pengantin mereka (rupanya, setelah berdandan sebelum ke tempat pesta, mereka menyempatkan diri ke TPS)?  Dimana ada bapak-bapak dan ibu-ibu datang ke TPS sambil membawa karangan bunga (itu sebagai tanda cinta mereka terhadap negara)? Dimana ada sekeluarga besar, mulai dari buyut, kakek, nenek, paman, bibi, sampai bocah umur tiga tahun datang beramai-ramai ke TPS? (si bocah diwawancarai oleh TV, dengan suara cadel menjawab, “Saya mau memberikan suara.”) Di mana ada anak kecil di lokasi TPS, lalu ketika ditanya, dengan lancar ia menjawab, “Saya hadir di sini untuk menunjukkan kepada Bush bahwa kami anak-anak kecil pun akan selalu siap membela bangsa kami.”…..Luar biasa!

Di buku ini diceritakan pula tentang tingginya nasionalisme masyarakat Iran. Nyaris semua penduduknya bangga menjadi warga negara Iran, entah dia anak gaul, orang tak berpendidikan, cendekiawan, maupun anak super alim. Embargo ekonomi yang mereka alami juga tidak membuat Iran terpuruk. Mereka tetap menjadi bangsa yang tegar, kuat, berani dan…..hobi demo!..

Ya, masyarakat Iran ternyata sangat senang turun ke jalan untuk berdemo. Demo ini biasanya menjadi parameter dukungan masyarakat terhadap pemerintah Islam Iran, serta penentangan terhadap Barat, terutama Amerika. Sebagai contoh, demo berdirinya Revolusi Islam Iran setiap tanggal 11 Februari bisa melibatkan jutaan orang, entah anak-anak, remaja, maupun orang lanjut usia…sekali lagi saya cuma bisa geleng-geleng kepala..:)

Terlalu panjang sih untuk menguraikan isi buku ini secara detail. Yang jelas, bagi penyuka Iran, tidah bakalan rugi deh menambahkan buku ini ke rak buku di rumah….

Judul: Pelangi di Persia : Menyusuri Eksotisme Iran

Penulis:  Dina Y. Sulaeman

Penerbit:    Iiman

Tanggal terbit:     Desember – 2007

Jumlah Halaman:     306

About yusmei
Tergila-gila dengan membaca dan menulis...Punya mimpi menelusuri sudut-sudut dunia

2 Responses to Pelangi di Persia (Menyusuri Eksotisme Iran)

  1. yusako says:

    Sound really nice.. may I borrow ur book?😀 I also have a dream to visit Iran..🙂 nice post… salam kenal..😉

  2. Sorry, i can’t promise to lend my book, because it’s my favorite ones. hehehehe….But, maybe i can help u to looking for this book in bookstore. Jika stoknya masih ada, aku kirimin ke kamu deh….agree??? Salam kenal juga…:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: