Grupies Sepak Bola

Keberadaan grupies tak bisa dipisahkan dengan dunia musik.  Mereka yang disebut grupies adalah fans perempuan yang sangat setia alias militan, bahkan rela melakukan hal-hal yang kadang mustahil demi mendapatkan perhatian atau sekedar dekat dengan penyanyi atau grup band pujaan…Mulai dari mengekor kemanapun, kirim hadiah, coba berbagai trik untuk bisa kenal dan dekat, atau hal-hal ajaib dan kadang tidak masuk akal lainnya…

Tapi fenomena ini bukan hanya dimonopoli dunia musik lho. Di arena lapangan hijau alias sepak bola, ada juga fenomena grupies ini. Keberadaan mereka memang tidak sevulgar di musik, tapi tetap eksis dan sudah menjadi salah satu warna dalam dunia yang atmosfernya sangat macho itu…

Tak perlu jauh-jauh menengok ke luar negeri untuk melihat fenomena ini. Di negeri kita ini saja buanyaaakkk. Tapi jangan berharap nemu grupies di turnamen sepak bola tarkam alias antar kampung lho. Level mereka cukup tinggi. Para grupies ini bisa kita temui di klub-klub sepak bola profesional, dimana para pemainnya punya penghasilan yang lebih dari cukup dan mungkin beberapa diantaranya tampan.

WAGs (Wife n girlfriends) menjadi fenomena unik di Inggris. Hal serupa bisa dijumpai di Tanah Air meski kehebohannya tidak seperti di sepak bola Inggris

Pemain sepak bola papan atas Indonesia (biasanya yang main di Liga Super dan Divisi Utama) memang memenuhi syarat dijadikan target buruan potensial para grupies.  Selain tenar, penghasilan pesepak bola papan atas ini termasuk tinggi. Apalagi jika ia seorang pemain asing yang skill-nya yahud. Sudah tenar, tampan dan berkantong tebal…lengkap sudah. Seorang pemain pemain sepak bola papan atas Indonesia, gaji perbulannya bisa sangat tinggi. Misalnya saja Bambang Pamungkas, yang kontraknya dalam semusim konon mencapai Rp 1,2 miliar. Pemain-pemain yang levelnya “gak tenar-tenar amat” penghasilannya rata-rata bisa menembus Rp 20 juta per bulan.  Apes-apesnya pun biasanya tetap di atas Rp 5 juta perbulan (ini biasanya pemain yang merumput di klub yang sedang kesulitan finansial gara-gara gak bisa pake dana APBD..).

Dulu sih saya tidak terlalu memperhatikan keberadaan grupies ini. Tapi gara-gara tuntutan pekerjaan yang membuat saya sangat sering nongkrong di lapangan sepak bola (nonton latihan sampai pertandingan), mau tak mau saya berjumpa dengan para fans cewek super fanatik ini. Mereka ini kadang tak kalah rajin pergi ke lapangan  dibanding dengan suporter cowok yang militan.  Tapi mungkin tujuannya sedikit lain. Kalau suporter-suporter biasa suka memperhatikan perkembangan, permainan dan kualitas tim, grupies ini lebih tertarik dengan sosok pemain. Mereka ini selain rajin datang ke lapangan saat latihan, juga berusaha menjalin komunikasi dengan sang idola lewat sms, telfon, jejaring sosial dan mungkin nekat datang ke mes pemain. Biasanya langkah pertama dimulai dengan meminta foto bareng dan nomor telepon, kemudian berlanjut ke hal lain. Trik-trik mereka kadang-kadang ampuh juga lho. Buktinya ada beberapa pemain bola papan atas di negeri ini menikah dengan grupies mereka.

Gimana sih cara mengenali para grupies ini? Mungkin penampilannya gak sama, tapi mayoritas bisa dikenali dengan mudah. Salah satunya dilihat lewat gaya berpakaian. Suporter perempuan yang memang datang ke stadion karena suka melihat sepakbola, biasanya berpakaian santai, kebanyakan pakai kaos dan celana jins.  Bahkan tak jarang mengenakan jersey tim dan berbaur dengan suporter cowok-cowok di tribun belakang gawang. Tapi kalau grupies biasanya berpakaian trendi….layaknya orang yang mau pergi ke mal!! Pernah saya melihat seorang grupies yang nonton ke stadion memakian gaun kuning menyala dan super pendek. Ada pula yang datang pake tank top seksi dan celana pendek yang super mini (apa gak takut masuk angin ya?). Pokoknya jadi gak matching banget sama suasana di lapangan yang santai dan beratmosfer sporty. Tak heran, kedatangan mereka langsung disambut lirikan nakal para cowok dan kadang siulan. Trus biasanya grupies ini duduk bergerombol di kursi VIP, bukan di tribun murah dan panas.

Pernah dalam sesi latihan sore di sebuah klub yang levelnya Divisi Utama (dulu belum ada Indonesian Super League), saya melihat insiden menggelikan. Seorang grupies dibela-belain datang ke lapangan, hanya untuk mengantarkan kado super besar untuk pemain pujaannya!  Saya jadi geli sendiri melihat pemain itu harus menggotong-gotong kado super besar itu ketika pulang.

Sebenarnya banyak gosip beredar tentang tingkah grupies sepak bola yang lebih nekat dan gila daripada secuil cerita di atas. Tapi gak enak mau menulisnya karena belum konfirmasi langsung dengan pemain bersangkutan. Takutnya malah dibilang memfitnah orang. Tapi yang jelas, keberadaan grupies ini membuat lapangan hijau punya warna tambahan sehingga menjadi makin menarik….:)

About yusmei
Tergila-gila dengan membaca dan menulis...Punya mimpi menelusuri sudut-sudut dunia

2 Responses to Grupies Sepak Bola

  1. aning says:

    ya ya bentuuuuull.. lapangan jadi berwarna warni karena aksi mereka xixixi

  2. hahaha jangan lupa status kita, grupies terselubung….kqkqkk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: