Ayo bikin klub buku!

Ada angan-angan yang saat ini belum juga terealisasi. Sederhana sih, cuma mau bikin klub buku.

Saya sempat bertanya kesana kemari apakah di Solo ada klub buku seperti yang saya maksudkan. Seorang teman memberi tahu dulu pernah ada book club bernama Bumi Manusia. Bisa ditebak komunitas ini berisi para penggemar karya-karya Pramoedya Ananta Toer. Tapi katanya klub ini juga sudah tidak beraktivitas lagi.

Di Solo sepertinya memang belum ada klub seperti ini. Setahu saya Kota yang sudah ramai dengan klub buku adalah Bandung. Salah satu yang terkenal adalah klub buku milik Tobucil (Toko Buku Kecil). Mereka berkumpul atas dasar kesamaan minat. Dulu, katanya ketika Tobucil masih di kawasan H Juanda, lorong-lorong toko disulap jadi arena diskusi.


Berdasarkan info yang saya kumpulkan dari hasil googling, ketika awal didirikan pada 2001, dijuluki Pasar Buku Bandung. Beberapa bulan berselang berubah nama menjadi Tobucil dan Kelab Baca Bandung. Keanggotaan mereka sangat terbuka, mulai dari anak-anak sampai orang lanjut usia. Kegiatannya pun bermacam-macam, terutama diskusi rutin membahas sebuah buku. Katanya, jenis bukunya bisa apa saja, mulai yang bikin kening berkerut sampai yang super ringan.

Hebatnya, berawal dari klub baca, kemudian melebar ke bidang-bidang lain. Misalnya klub menulis dan klub dongeng anak.  Saya kurang tahu bagaimana kondisi Tobucil saat ini. Tapi, yang jelas saya jadi mupeng berat untuk membikin klub buku juga di Solo.

Ide tersebut sudah saya lontarkan kepada beberapa teman yang punya hobi membaca. Mereka menyambut antusias.  Sempat juga janjian ketemu untuk mematangkan konsep ini. Tapi rencana tinggal rencana. Gara-gara kesibukan masing-masing, rencana itu pun terbengkalai. Mau ngumpul aja susahnya minta ampun. Maklum hari libur kerjanya beda-beda. Misalnya saya yang liburnya tiap hari kamis, jelas nggak nyambung dong dengan beberapa teman yang liburnya Sabtu dan Minggu…hehehe

Tapi keinginan itu belum padam. Saya tidak mau langsung berangan muluk-muluk. Cukup dimulai dengan komunitas kecil, namun kegiatannya aktif. Komunitas ini pondasinya dari kesamaan minat, yaitu membaca. Kegiatan bisa diawali dengan diskusi buku, misalnya sebulan sekali. Seperti di Tobucil, buku yang dibahas bisa apa saja. Mulai novel, buku politik, sejarah atau komik juga tidak masalah. Siapa saja boleh gabung, asal sudah atau punya keinginan untuk membaca buku.

Diskusi bisa dilakukan di ruang-ruang publik. Di Solo ada beberapa tempat yang cocok, seperti kawasan Ngarsopuro atau di Taman Balekambang. Alangkah asiknya berkumpul membahas buku di tengah rindangnya pepohonan hijau di Balekambang. Apalagi jika ditemani cemilan-cemilan yang nendang di lidah…hehehe

Perlahan jika forum diskusi buku sudah berjalan aktif, kegiatannya bisa diperlebar. Misalnya mengadakan acara bedah buku dan mendatangkan para penulis terkenal. Lebih jauh lagi, klub buku diharapkan bisa meningkatkan minat membaca buku di masyarakat. Saya juga berharap suatu saat nanti klub buku bisa mempelopori gerakan pendirian perpustakaan di daerah-daerah terpencil atau tertinggal.

Saat ini, pemrakarsa klub baca mayoritas adalah toko buku. Ada juga yang diprakarsai perusahaan. Citibank misalnya, punya kegiatan peningkatan minat baca anak melalui program Citibank Peka beberapa tahun silam, bekerja sama dengan Yayasani Pustaka Kelana yang memiliki sejumlah lokasi baca di Jakarta. Begitu juga stasiun televisi RCTI bekerja sama dengan jaringan rumah makan Hoka Hoka Bento menyelenggarakan Rumah Baca RCTI. Kegiatan ini telah tersebar di 14 daerah tertinggal di Jawa, Madura, dan Flores.

Sayang di Solo sepertinya belum ada satu pun. Jika memang tidak ada toko buku atau perusahaan yang memprakarsai, tak ada salahnya diprakarsai oleh individu. Semakin banyak komunitas pecinta buku, tentu semakin bagus efeknya untuk kota tersebut. Dengan semakin tingginya minat baca, kualitas penduduk di kota tersebut otomatis juga meningkat.

Tiba-tiba saya jadi ingat iklan pameran buku yang akan digelar di Solo awal Maret ini. Dalam iklannya mereka memilih tag line “Solo the spirit of book”. Rasanya tag line itu belum sepenuhnya pas. Tapi bisa diwujudkan jika memang ada usaha yang sungguh-sungguh dari pemerintah setempat dan masyarakat sendiri. Salah satunya dengan melecut sebanyak mungkin klub buku, taman bacaan dan perpustakaan publik. Makanya, ayo dong kita bikin klub buku!

About yusmei
Tergila-gila dengan membaca dan menulis...Punya mimpi menelusuri sudut-sudut dunia

18 Responses to Ayo bikin klub buku!

  1. Edoh says:

    Semoga segera terwujud…,

    kalo klub baca online gmna…??
    n.nv

  2. Amiiiin….klub baca online boleh juga…tapi trus gimana konsepnya? hehehehehee…

  3. angscript says:

    aku pernah baca di paris ada shakespeare and co. sebuah toko buku, tapi juga perpustakaan. kayaknya keren klo kyk gitu

  4. Kayak di Tobucil juga gitu…tapi yo gak sepenuhnya perpustakaan, Coba di Solo dan jogja ada kayak gitu, mesti asiiik,,,

  5. jika yang mengelola perpustakaan orang tak mencintai buku, sama saja memberi anak kecil sebilah pedang untuk mengupas mangga….

  6. Betul, makanya pingin bikin klub buku…untuk orang-orang yang mencintai buku dan mengajak orang lain untuk mencintai buku…:)

  7. femi diah says:

    ayo buk………………saya setuju sekali
    doakan ya klub buku…lebih tepatnya taman bacaan dulu deh….bisa segera terealisasi bulan ini ya

  8. wah dah hampir terealisasi tho fem….amiiin. ntar kalo dah jadi, ajak aku ke sana yaaa…nek masih pingin cari2 buku, call me yaa….

  9. benny says:

    Salam kenal, ketemu tulisanini sewaktu mencari “klub buku solo”. Saya juga tertarik ada klub buku di Solo. Tolong dikabari kalau ada info lagi ya…

  10. Mey, gimana kalo klub buku on line? Jadi ga ada batas ruang dan waktu. Info-in aku ya. Ayo kita galakkan gerakan baca buku;)

  11. Boleh juga tuh lin,..tapi konsepnya seperti apa ya kalau online? apa bikin review trus dikomen bareng2 atau gimana? hhehehehe

  12. Rere says:

    Mbak, idenya keren! Saya juga adalah org yg lagi cari2 komunitas pembaca di Solo itu di mana, dan ga ketemu2. Hiks. Hm, telat banget baru nemu dan baca blog mba tahun 2015 ini. Terus, rrencana mba mau bikin komunitas baca gmana mba? Masih mau direalisasikan?

    • yusmei says:

      Rencananya maceet mbak. Dan sekarang saya sudah pindah ke jakarta…mbak aja yg coba bikin, nanti kita konsep brg2 boleh, saya bantu dari jauh hehe

  13. Karacinta says:

    Saya juga pengen banget ada komunitas pecinta buku di soloo, yuk yuk yukkk?!

  14. Di solo ada loh komunitas pembaca buku… Sebulan sekali di perpustakaan ganesa gentan.

  15. Di solo ada lo komunitas pembaca buku… Di perpustakaan ganesa gentan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: