12 Places to See Before I Die

“Bermimpilah maka Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu,” kata Andrea Hirata, penulis tetralogi Laskar Pelangi.

Menjelajahi tempat-tempat menarik di berbagai penjuru dunia adalah mimpi terbesar saya. Makanya dulu pernah bercita-cita jadi diplomat, biar bisa keliling dunia. Sayang gak kesampaian. Tak apalah. Masih ada banyak jalan untuk mewujudkan mimpi tersebut, entah bagaimana caranya.

Nah, ada 12 tempat yang menjadi top wish list saya. Untuk judul tulisan ini, saya terinspirasi dengan sebuah buku berjudul “1.000 places to see before you die”.

Inilah daftarnya :

1.Manchester

old trafford

Sebagai seorang muslim, Makkah dan Madinah merupakan tempat suci bagi saya. Must visiting place. Nah, sebagai fans Machester United, holyland-nya jelas Stadion Old Trafford. Rasanya sudah geregetan menginjakkan kaki ke sana. Menyusuri setiap sudut stadion megah berbalut warna dominan merah itu, sembari napak tilas sejarah panjang klub yang berhias prestasi membanggakan. Ingin menengok juga museum klub untuk lebih meresapi kebesaran klub dari deretan trofi yang diraih dengan perjuangan keras dan melalui momen-momen dramatis. Yang paling penting merasakan atmosfer magis pertandingan di bersama 76.000 fans Setan Merah yang selalu memadati Theatre of Dream. Berkunjung ke Manchester tentu belum lengkap tanpa meluangkan waktu untuk menengok Carrington. Training ground modern milik Manchester United. Katanya sulit mendapatkan izin masuk ke tempat itu, tapi bisa melihat dari luarpun saya sudah terima.

2. Moskow

Negeri misterius, namun menarik. Begitu saya melabeli bekas negara komunis ini. Makanya Moskow nangkring di urutan kedua daftar ini. Aura Moskow terasa lain dibanding kota-kota di Eropa Barat. Meskipun rezim komunis telah tumbang bertahun-tahun silam, jejak-jejaknya belum lenyap. Dari sebuah buku yang pernah saya baca, Rusia seperti bangsa yang sedang mencari. Yang dicari adalah identitas baru setelah sekian lama terkunci dalam kotak komunisme. Perjuangan itu tidak mudah. Makanya orang Rusia dikenal sering berwajah cemberut dan kurang ramah.

Nah, tentang tempat wajib kunjung tentu diawali dengan Red Square alias Lapangan Merah. Banyak bangunan megah sarat sejarah di tempat tersebut. Ikon utama tentu Katedral St Basilica, yang berarsitektur unik dan tak ada duanya di dunia. Berwarna-warni bagaikan permen. Katedral ini didirikan oleh Ivan the Terrible, yang langsung menusuk mata para arsiteknya setelah bangunan selesai. Tujuannya supaya mereka tidak bisa lagi membuat bangunan serupa.

lapangan merah

Tempat incaran saya lainnya adalah Stadion Luzniki. Itu lho stadion tempat Manchester United menjuarai Liga Champions 2008. Ya hitung-hitung napak tilas momen dramatis final kontra Chelsea itu. J

Oh ya, saya juga penasaran berat dengan status Rusia sebagai negerinya para kutu buku. Seorang rekan di blog kompasiana, sering melaporkan bagaimana kegilaan orang Rusia dalam membaca. Dia bercerita bagaimana di setiap sudut kota Moskow mudah dijumpai orang yang asik membaca. Di pinggir jembatan, taman, bus, kereta, sembari berjualan atau melakukan aktivitas lain. Sepertinya keren sekali. Di Indonesia pemandangan seperti itu jelas sangat langka.

Belum lama ini tercapai kesepakatan antara pemerintah dua negara bahwa bakal ada penerbangan langsung dari Indonesia ke Rusia dan sebaliknya. Bandara Solo, Adisumarmo, terpilih menjadi salah satunya. Nantinya ada rute Solo-Moskow dan sebaliknya. Semoga benar-benar terealisasi, plus tiketnya gak mahal.

3. Istanbul

jembatan bosphorus

Setiap membayangkan Istanbul, bayangan yang sama selalu muncul. Yaitu rencana makan siang di Benua Eropa dan malamnya makan di Benua Asia. Hanya di Istanbul impian ini bisa diwujudkan dengan mudah. Ya, inilah kota yang terletak di dua benua sekaligus, dipisahkan oleh Selat Bosphorus. Asik bukan bisa berkunjung ke dua benua berbeda dengan hanya menyeberangi jembatan Bosphorus. Sebuah buku juga berperan membulatkan niat saya untuk mengunjungi Istanbul suatu saat nanti. Buku itu berjudul “Finding Rumi” karangan Najmar.  Perempuan Indonesia itu menceritakan dengan menarik pengalamannya di Turki, untuk mencari spirit El Jalaludin Rumi, yang dimakamkan di Konya, Turki.

Pesona lain Istanbul terletak pada Blue Mosque dan Hagia Sophia. Ada juga Istana Topkapi dan Grand Bazaar. Blue Mosque adalah salah satu ikon Istanbul. Masjid ini dibangun oleh Sultan Ahmed pada 1609-1616. Disebut Blue Mosque karena warna motif interiornya kebanyakan biru. Masjid ini katanya sangat besar dan indah. Bener-bener bikin penasaran!

Nah, yang lebih menerbitkan rasa ingin tahu saya adalah Hagia Sophia. Pada awalnya itu adalah tempat pemujaan bagi kaum pagan, kemudian pada 360 masehi, Raja Constantius mengubahnya jadi gereja. Ketika Sultan Ahmet dari Kesultanan Ottoman menaklukkan Konstantinopel, Hagia Sophia diubah menjadi masjid. Semua ikon-ikon kristen ditutup dengan plester dan diganti dengan motif Islam. Namun ketika Mustofa Kemal Attaturk (bapak modern Turki atau manusia setengah dewa untuk kaum sekuler Turki) memerintah, ia mengubahnya jadi museum dan membukanya untuk umum. Semua plester-plester pun dibuka.

Inilah letak keunikan Hagia Sophia. Kaligrafi tulisan Allah, Muhammad dan sahabat Nabi masih terlihat utuh di mihrab. Nah tepat di atasnya, terpampang lukisan Bunda Maria dan bayi Yesus di pangkuannya. Pemandangan yang tak akan bisa dijumpai di tempat manapun. Dengan berkunjung ke sana kita bisa melihat sisa-sia sejarah Konstantinopel dan  Ottoman sekaligus!

4. Papua

Siapa sih yang tak mengetahui Raja Ampat yang tersohor tersebut? Surga bagi para pecinta petualangan bawah laut. Itu salah satu magnet yang membuat saya ingin menyambangi Papua. Namun, magnet utamanya bukan itu. Justru saya penasaran berat untuk mencicipi pengalaman berinteraksi langsung dengan suku-suku asli Papua. Mengenal kesederhaaan, budaya dan kehidupan mereka. Membentuk kesadaran bahwa ada kehidupan yang sangat berbeda di luar sana.

Raja Ampat

Pengalaman seorang teman begitu mengispirasi saya. Tiga bulan penuh dia berpetualang sendiri di Papua, menyibak kabut misteri suku-suku yang belum tersapu modernitas. Rambutnya yang lurus pun membuat penduduk lokal Papua menatap penuh heran. Selembar foto lawas membuktikan itu. Teman saya itu berdiri di tengah-tengah puluhan penduduk asli Papua yang menatapnya penuh arti, entah kekaguman atau keheranan. Foto yang luar biasa!

Belum lagi ceritanya tentang sebuah kebaktikan di pedalaman Papua, yang dipimpin pendeta bule. Kebaktian hanya dilakukan di sebuah halaman rumah. Yang menarik adalah kekontrasan yang tercipta dari sang pendeta dan penduduk lokal.

Sayangnya, penerbangan ke Papua mahal, benar-benar menguras kantong. Ya udah deh, sekarang hanya bisa berdoa semoga suatu saat nanti ada maskapai yang menyediakan penerbangan murah ke pulau eksotis itu.

5. Pulau Komodo

Pulau Komodo

Rasanya kebangetan kalau tidak bisa berkunjung ke sini. Tempat yang dijagokan Indonesia untuk masuk tujuh keajaiban dunia. Turis dari berbagai negara rela datang jauh-jauh untuk melihat satwa langka yang cuma ada di Indonesia ini. Mosok saya yang orang Indonesia belum pernah pergi ke sana.

6. Pedalaman China

Saya kurang begitu tertarik jika diajak mengunjungi Beijing atau kota besar lain di China. Tapi kalau gratis dan murah sih tidak mungkin menolak.hehehe. Saya justru tertarik berat untuk menyambangi daerah pedalaman China atau minimal kota-kota kecil yang masih kental budaya China tempo dulu. Lebih tepatnya ingin melihat China tradisional, dengan kebudayaan dan tradisinya yang sangat tersohor. Siapa sih yang berani mempertanyakan kekayaan budaya China. Bahkan ada sebuah istilah termasyur…belajar lah sampai negeri China.

Etnis Uigur

Bebepa tempat yang ingin saya sambangi di Negeri Naga ini antara lain wilayah Yunan, Shandu Sui (di provinsi Guizho), Kashgar dan Turpan (tempat etnis Uygur), atau Suzhou. Tempat-tempat tersebut sepertinya eksotis dan masih orisinal, jauh dari gegap gempita Beijing yang sudah terkontaminasi kehidupan super modern.

7. Kashmir

Kashmir

Keinginan datang ke tempat ini muncul belum lama. Gara-garanya karena membaca buku “Jingga” karangan Marina Kusumawardhani. Paradise on Earth alias Surga di Bumi. Begitulah julukan untuk Kashmir di Srinagar, India. Wilayah berupa lembah legendaris yang menjadi sumber sengketa tak berujung antara India dan Pakistan. Marina menggambarkan perjalanan dari menuju Kashmir bagaikan Stairway to heaven.

Di Kashmir, terlihat lembah membentang. Hamparan daratan hijau penuh warna-warni terang dari lautan bunga berbentengkan gunung-gunung raksasa dengan salju di puncak-puncaknya. Kemudian semakin dekat ke tempat tujuan, langit semakin biru terang, sinar matahari tampak keemasan, dedaunan tiba-tiba hijau terang tanpa abu.

Kashmir juga menyimpan sebuah danau yang dikelilingi pegunungan batu raksasa di sekelilingnya. Begitu kata Marina. Meskipun keindahan Kashmir katanya “ternoda” dengan kehadiran tentara-tentara bersenjata, saya tak terpengaruh. Saya tetap memasukkan tempat ini dalam daftar idaman jalan-jalan.

8. Iran

Ada alasan khusus mengapa nama Iran masuk di sini. Yang jelas tak berhubungan dengan tempat-tempat berlabel indah maupun eksotis. Saya Cuma tertarik untuk melongok kehidupan di sana. Bagaimanapun, Persia pernah menjadi salah satu pusat peradaban dunia. Tak heran masyarakatnya cukup istimewa. Mereka dikenal tangguh, pintar dan tak kenal menyerah. Buktinya setelah lebih dari 30 tahun diembargo oleh AS maupun Eropa, Iran tidak ambruk. Mereka bahkan bisa tampil sebagai bangsa yang mandiri. Berbagai teknologi canggih berhasil dipelajari dan dikembangkan oleh anak-anak muda Iran.

Masjid di Qom, Iran

Buku “Pelangi di Persia” semakin membuat saya menyambangi Negeri para Mullah itu. Apalagi kondisi Iran jelas berbeda dengan Indonesia. Syiah menjadi mayoritas di sana, sedangkan di Indonesia hampir semuanya adalah beraliran Islam Sunni. Teheran tampaknya menarik untuk dikunjungi, begitu juga kota suci Qom, jantung para Mullah. Saya juga penasaran ingin melihat tempat suci aliran zoroaster.

Belum lama ini Dahlan Iskan juga menurunkan tulisan bersambung menarik di Jawa Pos tentang kunjungannya ke Iran. Kedatangannya ke sana untuk menjajal kemungkinan kerjasama tentang energi. Pak Dahlan menuturkan perjalannya dengan runtut. Salah satu bagian yang paling menarik adalah bagaimana ia menggambarkan tentang kondisi wilayah dan orang-orang Iran.

Dia bilang tak ada yang bagus sekali atau yang jelek sekali di Iran. Tak ada bangunan-bangunan super megah seperti di Jakarta, namun di sana juga tak nampak adanya pemukiman kumuh. Nyaris tak ada mobil-mobil mewah berharga selangit, tapi juga tak ada angkutan-angkutan reot seperti bajaj dan sebagainya. Iran dinilainya sangat tepat seperti kata yang menjadi penanda tengah-tengah Al Quran. Walyatalattaf.

9. Praha

Praha

Seperti yang pernah saya bilang, Eropa Timur rasanya lebih menggugah keingintahuan dibanding Eropa Barat. Salah satunya Praha ini, ibukota Republik Cheko. Susah menggambarkan apa yang membuat saya tertarik untuk mengunjungi kota tersebut suatu saat nanti. Bagi saya, daya tarik Praha terletak pada kemisteriusannya, sama seperti kota-kota di belahan Eropa Timur lainnya.

10. Selandia Baru

Alasan saya memasukkan Selandia Baru ke dalam daftar ini cuma satu. Gara-gara film Lord of the Rings. Setting film itu benar-benar menakjubkan. Sulit dipercaya ada tempat seindah itu di muka bumi ini.

Selandia Baru

11. Granada dan Cordoba

cordoba

Mezquite de Cordoba

Kedua kota di Spanyol ini penuh dengan jejak sejarah Islam. Di Granada ada Alhambra. Ini merupakan kompleks istana dan benteng yang dibangun pada pertengahan abad ke-13 oleh Bani Umayyah di Al-Andalusia, yang berada diperbukitan kota Granada. Alhambra tidak hanya sebagai bangunan bekas istana raja-raja islam, akan tetapi menjadi bukti sejarah peradaban islam. Sedangkan di ada Cordoba Mezquita de Cordoba, yag menjadi salah satu sisa kejayaan Islam pada masa silam di tanah Spanyol. Meskipun bangunannya kini digunakan sebagai katedral, namun arsitektur khas masjid yang megah masih tetap kokoh berdiri.

12. Bosnia

Menurut saya Bosnia itu unik, negara berpenduduk muslim di tengah Eropa. Negeri ini menyimpan banyak cerita kelam yang menarik untuk dipelajari. Makanya saya mupeng sekali pergi ke sana.

bosnia

Ya….sebenarnya kalau mau disebutin semua, tempat idaman yang ingin saya kunjungi jumlahnya mungkin ratusan. Misalnya saja Danau Kelimutu, Toraja, dan Sawah Lunto. Belum lagi negeri seperti  Korea Utara, Maroko, Tibet, Afrika Selatan, Kuba, dan Islandia. Semoga Tuhan berbaik hati memberikan rezeki yang lancar supaya saya berkesempatan  mengenal setiap sudut-sudut indah di muka bumi ini.

Note : semua foto bukan milik pribadi, hasil mencari di Google🙂

About yusmei
Tergila-gila dengan membaca dan menulis...Punya mimpi menelusuri sudut-sudut dunia

5 Responses to 12 Places to See Before I Die

  1. aning says:

    hahahaha mantab!! aku gak kepikiran gae tulisan kayak gini. well done!! kashmir, pedalaman cina? aku baru ngerti yen kui… xixixixi aku melu gae sg versi indonesia ne aaaah wkwkwkw

  2. hahahaha lha jenenge wae lagi iseng. Daftare iki iso berubah setiap saat sesuai mood, kecuali tiga teratas…ayo ndang digawe bu sing versimu….xixixixiix

  3. daftar bisa berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.hehehe….menarik, mari menabung…

  4. Hehehe betul banget mas…daftarnya bisa berubah sesuai suasana hati…setujuuuuu,,bang bing bung…yuk kita nabung…:)

  5. Pingback: Love Will Find A Way | Usemayjourney

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: