Sabang Nan Eksotis

Cobalah pejamkan mata sembari membayangkan sebuah pulau indah berbingkai pantai eksotis dengan hamparan pasir putih berbulir lembut. Paduan keelokan karya agung Sang Kuasa seperti itu dapat dijumpai di Sabang, Pulau Weh, Provinsi Aceh.

Pantai Iboih, surga wisata bawah laut

Disuguhi keindahan pulau di ujung barat Indonesia itu, membuat saya sontak menyukuri keisengan membeli tiket promo super murah Air Asia setahun silam. Bayangkan, saya berhasil mendapatkan tiket Surabaya-Medan untuk keberangkatan 17 Oktober dan kepulangan 24 Oktober hanya dengan merogoh kocek sebesar Rp 150.000, alias Rp 75.000 sekali jalan! Pikiran yang terbersit saat itu begitu sederhana. Kalau ada rejeki dan mendapat cuti ya berangkat, jika batal pun tidak rugi banyak.

Syukurlah Dewi Fortuna sedang bersahabat dan impian traveling ke Sabang terwujud. Saya berangkat ditemani seorang teman dari Solo. Walau harus bersusah payah naik bis dari Solo ke Surabaya dan dari Medan ke Banda Aceh, semuanya terbayar lunas ketika menginjakkan kaki diPulau Weh.

Sabang memang identik dengan pantai indah dan dilabeli sebagai salah satu surganya wisata bahari. Ibaratnya, kemanapun melempar batu, jatuhnya pasti ke pantai. Ada beberapa pilihan pantai eksotis untuk dikunjungi yaitu di Iboih, Sumur Tiga, Kasih, Gapang dan Anoi Itam. Semuanya berhamparan pasir putih, kecuali Anoi Itam yang memang berarti pasir hitam. Asyiknya lagi, memasuki semua tempat wisata di Sabang tak perlu membayar alias gratis.

Perjalanan ke Sabang sendiri ditempuh dari pelabuhan Ulee Lheu, Banda Aceh. Dari sana, kapal fery KMP BRR bertarif ekonomi dan kapal cepat bertarif lebih mahal siap mengangkut Anda ke Sabang. Setelah merapat di Pelabuhan Balohan, Sabang, tinggal menentukan pilihan selanjutnya. Sesuai rencana yang kami susun, hari pertama di Sabang dihabiskan di Iboih, yang memiliki pantai berair jernih dan pemandangan surga bawah laut yang sangat digilai turis-turis dari berbagai penjuru dunia. Iboih terletak di bagian barat Sabang, sekitar 17 km dari pelabuhan Balohan.

Pantai Iboih

Sejenak rasanya tak ingin menarik napas ketika kedua mata ini dimanjakan pemandangan menawan pantai Iboih. Bayangkanlah pantai berair bening, dengan gradasi warna hijau muda, turkois dan biru yang terletak di balik bukit dengan berderet rumah panggung di pinggirnya. Tak jauh di depan, terdapat Pulau Rubiah. Tak perlu kata-kata seorang pujangga untuk menggambarkan keindahan pantai ini. Cukup serapi dan nikmati. Hati terasa tenteram ketika memandang sinar matahari jatuh berpendar menyapa air.

Pantai Sumur 3

Ingin sekadar menghabiskan waktu dengan berbaring beralaskan pasir putih nan lembut? Jawabannya bisa ditemukan di Pantai Sumur Tiga, yang letaknya tidak jauh dari pusat Kota Sabang. Pantai ini adalah destinasi terakhir kami pada hari kedua di Sabang, atau bisa disebut tujuan pamungkas karena keesokan harinya sudah harus meninggalkan Pulau Weh, walaupun dengan perasaan setengah tak rela.

Karakteristik Pantai Sumur Tiga berbeda dengan Iboih. Pasirnya lebih putih dan lembut, sedangkan airnya sedikit berombak. Saking halusnya, butiran pantai akan segera lolos di sela-sela jari ketika digenggam. Panoramanya pun dipastikan membuat Anda langsung jatuh cinta. Birunya laut termpampang di depan mata seolah mengundang Anda untuk mendekat. Belum lagi dipadu angin sepoi-sepoi yang menggerakkan deretan nyiur di pinggir pantai. Konon pantai ini diberi nama Sumur Tiga karena memiliki tiga sumur. Tapi sayangnya saya baru menemukan satu dari tiga sumur itu.

Jika bosan mengeksplorasi laut, Sabang juga menyediakan alternatif wisata sejarah. Yang paling tersohor adalah benteng Jepang, bahkan pulau ini disebut sebagai Kota Seribu Benteng. Salah satu benteng yang kami kunjungi adalah yang berada di Anoi Itam. Kondisi bentengnya masih cukup bagus, namun sayangnya kurang terawat. Tetapi benteng itu sudah cukup menjadi bukti sejarah keberadaan tentar Jepang pada periode 1942-1945.

Benteng Jepang

About yusmei
Tergila-gila dengan membaca dan menulis...Punya mimpi menelusuri sudut-sudut dunia

12 Responses to Sabang Nan Eksotis

  1. buzzerbeezz says:

    Sempat makan sate gurita dan mie jalak gak mbak di sabang? Kuliner enak khas sana tuh..

  2. Waduuuh pas kesana gak makan itu. Emang dijual di mana itu sate gurita dan mi jalak? Jadi pingin ke sana lagi.hehehe..mas asli sana ya?

  3. Padahal aku sempet nginep semalam di kota di penginapan tapak gajah, milik pak iskandar…tapi gak tau soal mi Jalak dan sate gurita,,,heheheh. Waduh rugi nih…Tinggal di Sabang ya? di kota? kalau aslinya mana? salam kenal…:)

  4. aning says:

    someday, someway… aku napak tilas jejakmu teman..🙂

  5. Amiiiinnn…semoga terealisasi tahun ini!🙂

  6. buzzerbeezz says:

    Kulo tiyang Pati mbak. Saya cukup sering sih ke Solo dulu. Tapi ya belum sempat meng-eksplore kota Solo. Apalagi sekarang udah lebih bagus ya Solo dibandingkan dengan beberapa tahun lalu.

    Pengen sekalian ke candi sukuh dan cetho mbak kalo ke Solo. Hehe..

  7. Syukri Ali says:

    Sabang MeuGLEE alias sabee MeuGLANG… Sabang caciNGAN…. teurimong geunaseh katroek neujak u nanggroe ACeh…. bek tuwoe saweu2 lom… pakat ngoen2 beurameee beuh… Thank for coming to Aceh nation… please come again and don’t forget to take more friends togather…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: