Good Luck, Park!

Jersey garis-garis biru putih. Rasanya aneh melihat kostum itu melekat di tubuh Park Ji Sung. Warna merah sepertinya lebih cocok. Jersey merah dengan emblem Manchester United.

Tapi, kini saya benar-benar sadar Park sudah meninggalkan Theatre of Dreams. Dia tak akan lagi jatuh bangun mengejar bola dan meneteskan keringat dalam balutan jersey Red Devils. Park sudah menemukan pelabuhan barunya. Queens Park Rangers.

Foto: manutd.com


Sebenarnya sudah agak lama saya ingin menulis tentang keputusan Park meninggalkan MU. Entah kenapa selalu tertunda-tunda. Tetapi melihat Park berbalut kostum QPR dalam laga uji coba melawan Persebaya di Gelora Bung Tomo, Senin (23/7) malam, sepertinya saya merasa inilah saat yang tepat untuk menulis.

Sejak direkrut dari PSV Eindhoven pada 2005 dengan banderol 4 juta poundsterling, Park tak pernah mengecewakan. Orang boleh menuding keputusan MU menggaet Park melulu urusan bisnis, guna meraup untung besar dari pasar Asia. Tapi di mata saya, mendatangkan Park benar-benar langkah tepat.

Memang dia tidak akan pernah bisa setenar Wayne Rooney, Rio Ferdinand, Nani atau Nemanja Vidic. Park seolah-olah selalu berdiri di balik bayangan. Publik sepak bola dunia atau bahkan fans setia Manchester United kadang mungkin sedikit melupakannya. Maklum, Park memang bukan sosok yang dianugerahi mudah menarik perhatian. Namun jika bicara loyalitas dan dedikasi, dia salah satu juaranya.

Postur Park kecil, terutama ketika bersanding dengan pemain-pemain Eropa. Tapi jangan pernah meremehkan dia. Stamina Park benar-benar luar biasa. Tak heran, dia dijuluki Three Lung Park, alias Park pemilik tiga buah paru-paru. Dengan kelebihannya ini, Park kerapkali ditugasi merusak ritme permainan lawan. Di saat pemain lawan sudah loyo, bisa dijamin Park masih segar bugar.

Saya tak mau bicara detail tentang gol-gol maupun statistik permainannya. Yang jelas, meski bukan penghuni skuat reguler, Park selalu all out jika diberi kesempatan bermain. Pria Korea Selatan ini bahkan kerap jadi kartu as di laga-laga besar. Unsung hero. Tak terlihat tapi nyata kontribusinya.

Soal berbesar hati, Park juga rajanya. Dia tak mencak-mencak ketika Sir Alex Ferguson memutuskan mencoret namanya dari skuat MU yang tampil di final Liga Champions 2008. Ferguson mengakui keputusannya tak menyertakan Park merupakan pilihan berat. Apalagi Park ikut berperan besar dalam perjalanan United menuju partai puncak di Stadion Luzhniki. Tapi Park bisa menerima dengan lapangan dada. Dia tetap berbahagia ketika merayakan gelar juara bersama rekan-rekannya. Park memakai jas, sedangkan rekan-rekannya berjersey merah.

Kesabaran Park tak sia-sia. Setahun berselang akhirnya dia merasakan atmosfer final Liga Champions. Dia menjadi pemain Asia pertama yang bermain di final Liga Champions. Sayang United gagal juara.

Tujuh tahun berlalu dan Park akhirnya merasa ini saat yang tepat untuk mengucapkan selamat tinggal. Dia memilih keluar dari gerbang Old Trafford. Usianya tak lagi muda. Park sadar sulit baginya bersaing memperebutkan peran di skuat utama. Dia butuh petualangan baru yang lebih menantang. Dan itu tak akan didapatkannya di United. QPR adalah pilihan realistis. Saya memahaminya. Park pergi murni atas keputusannya sendiri. Bujukan manajemen MU bahkan tak digubrisnya. Ya, sang unsung hero telah memilih.

Fans United kini punya pemain lain dari Asia yang juga tampak menjanjikan, Shinji Kagawa. Namun, kedatangannya tak lantas membuat kami begitu saja melupakan Park. Bagi fans United, Park tetap tak tergantikan. Good Luck, Park!

About yusmei
Tergila-gila dengan membaca dan menulis...Punya mimpi menelusuri sudut-sudut dunia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: