Melongok Museum Perangko Indonesia

IMG_1104

Perangko menyimpan banyak cerita. Sejarah, keindahan alam, budaya, promosi pariwisata, bahkan propaganda. Apa pun bisa disampaikan melalui selembar kertas kecil yang menjadi pasangan abadi surat dan kartu pos ini.

Ketertarikan saya terhadap perangko muncul ketika duduk di bangku kelas 1 SMP. Saat itu seorang teman sekelas punya koleksi perangko cukup banyak. Kalau tidak salah sebanyak empat album besar. Entah bagaimana awalnya, suatu hari dia membagi sebagian koleksi perangko miliknya untuk saya. Tentu saja kebaikan itu susah ditolak..

Nah, sejak itu saya mulai rajin mengumpulkan perangko. Sebagian membeli, sebagian lagi hibah dari teman-teman yang baik hati. Sampai sekarang hobi itu masih terpelihara. Tapi jangan berpikir saya filatelis garis keras. Mengumpulkan perangko hanya menjadi hobi sambil lalu. Dapat perangko yang keren disyukuri, kalau gak dapat juga no problemo.

Bagi para pengoleksi perangko, ada sebuah tempat yang representatif dan asik untuk dikunjungi. Museum Perangko Indonesia di kompleks Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta. Museum ini memang kurang populer, tapi percaya deh tidak bakal rugi datang ke tempat ini. Tiket masuknya cuma Rp2.000. Banyak koleksi langka seputar dunia surat menyurat tersimpan rapi di gedung tersebut. Berbagai jenis perangko juga bisa ditemukan di sana, mulai jaman Belanda hingga masa kini.

Perangko jaman Hindia Belanda

Perangko jaman Hindia Belanda

Dari luar, bangunan museum kental dengan nuansa Bali dan Jawa. Di bagian depan, ada sebuah tugu berbentuk bola dunia yang di atasnya bertengger seekor burung merpati membawa sepucuk surat. Kemudian di dekat pintu masuk ada (sepertinya) replika bis surat tahun 1919. Menurut informasi, museum ini ide dari istri presiden kedua RI, almarhum Ibu Tien Soeharto. Museum diresmikan pada 29 September 1983. Wow sudah lama juga ya…

Di dalam museum, kita bisa belajar tentang banyak hal, khususnya sejarah perangko Indonesia maupun internasional. Ada sampul-sampul surat jaman dulu kala dan foto-foto perangko pertama di dunia. Kemudian contoh cap yang menjadi tanda biaya pengiriman sebelum digantikan oleh perangko. Di salah satu kaca pamer juga ada diorama seorang pria yang sedang menulis di daun lontar. Sebelum manusia menciptakan kertas, daun lontar merupakan salah satu media komunikasi andalan. Di bagian lain juga ditampilkan bagaimana proses perangko dicetak sejak 1945.

Bergeser ke bagian lain ruangan, kita akan disuguhi perjalanan perangko di Tanah Air. Tepatnya sejak jaman Hindia Belanda (mulai 1864), kemudian beranjak ke jaman Jepang, prakemerdekaan dan setelah kemerdekaan. Lalu ada juga koleksi perangko bertema olahraga, flora fauna dan lain-lain. Punya perangko lawas bergambar Bung Karno? Pak Harto atau tentang lambang-lambang provinsi di Tanah Air? Semuanya ada di sana!

ruang pamer museum

ruang pamer museum

sepeda pak pos

sepeda pak pos

Di dalam gedung dipajang sepeda pak pos lengkap dengan tas untuk menyimpan surat-surat di bagian belakang. Jika ingin membeli perangko di sana juga bisa. Tapi koleksinya cuma sedikit, tidak terlalu lengkap dan kebanyakan perangko-perangko baru. Harganya tidak terlalu mahal, masih terjangkau oleh kantong saya yang pas-pasan ini.
 Konon, museum tersebut sering digunakan sebagai ajang pameran perangko. Filatelis Tanah Air kabarnya juga sering berkumpul di sana. Tapi yang jelas ketika saya dan seorang teman berkunjung pada akhir November 2012, museum tersebut benar-benar sepi. Tak ada pengunjung lain selain kami berdua. Padahal siang itu pengunjung Taman Mini lumayan banyak. Pengunjung tampaknya agak mengabaikan museum perangko tersebut. Mungkin tidak tertarik, mungkin juga tidak tahu.
Berkunjung ke museum perangko sepertinya tak afdol jika tak membawa pulang oleh-oleh perangko. Eh ketika hendak membeli seri perangko Indonesia-Iran, ternyata tempat penyimpannya terkunci! Apesnya lagi kuncinya dibawa petugas yang entah sedang pergi ke mana. Ya sudahlah, niat membawa pulang perangko untuk menambah koleksi akhirnya gagal total.
bis surat tahun 1919

bis surat tahun 1919

Jakarta, November 2012

About yusmei
Tergila-gila dengan membaca dan menulis...Punya mimpi menelusuri sudut-sudut dunia

5 Responses to Melongok Museum Perangko Indonesia

  1. gak usah beli disini mbak, mahal😉

  2. Niken says:

    mbak klo berminat dengan koleksi perangko kuno (zaman Hindia Belanda) saya bisa hub 0898.555.4109. Dijamin asli itu peninggalan simbah. Dijual krn saya ndak ada waktu utk perawatannya. Terima kasih🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: