Pamer Batik dan Manchester United

* Note : Ini tulisan edisi narsis

Sebagai orang Indonesia, wajar dong bila saya agak bangga berlebihan terhadap batik. Apalagi batik Indonesia sudah diakui sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO. Rasanya selalu ingin bercerita kepada semua orang di luar sana (baca: orang luar negeri) tentang keindahan, eksotisme dan filosofi batik Indonesia yang adiluhung.

blog2

Saya dan Trevor

Nah, wajar juga dong jika sebagai fans Manchester United saya selalu bangga menunjukkan kecintaan terhadap klub raksasa Inggris itu. Hasrat pamer identitas semakin menggebu-gebu jika bertemu fans klub lain. Memang hal itu sepertinya sudah menjadi naluri primitif seorang fans sepak bola. Semakin fanatik, semakin ajaib pula tingkah seorang seorang suporter.

Gara-gara kecintaan terhadap batik dan kegilaan terhadap Manchester United itulah, saya jadi punya semacam aturan tidak tertulis yang harus dilakukan ketika punya kesempatan berkunjung ke negeri orang. Traveling ke negara manapun, batik dan baju “berbau” Manchester United harus ada di dalam backpack. Tujuannya membawa dua barang itu cuma satu. Pamer identitas pada orang-orang di luar sana. Narsis banget ya!!

Berbatik ria di Royal Palace, Kamboja

Berbatik ria di Royal Palace, Kamboja

IMG_1519

Berkaus MU di Chu Chi Tunnel

Ketika traveling ke Vietnam dan Kamboja pada 2009, saya dan dua orang teman seperjalanan janjian membawa baju batik. Boleh bawa rok, baju atasan atau apalah asal bermotif batik. Itung-itung promosi batik kepada masyarakat sana. Kalau ada yang bertanya, kami dengan senang hati akan menjelaskan. Tidak lupa saya menyelipkan sebuah kaos Manchester United berwarna merah ke dalam tas.

Baju batik akhirnya kami kenakan saat mengunjungi Royal Palace di Phonm Penh. Pokoknya pede habis berpose dengan baju batik masing-masing saat mengunjungi obyek-obyek wisata di ibukota Kamboja itu. Sedangkan kaos merah Manchester United baru saya pakai saat menyambangi Chu Chi Thunnel di Ho Chi Minh Vietnam! Keren kan? (Narsisnya kumat hehehe).

Berbatik di Mae Sae, Thailand

Berbatik di Mae Sae, Thailand

Tahun lalu, baju batik dan kaos bercorak Manchester United juga menemani perjalanan saya ke Thailand dan Kuala Lumpur. Kali ini saya membawa terusan batik bermotif Manchester United (praktis kan) dan selembar kaos merah berhiaskan wajah Ryan Giggs, salah satu ikon United. Terusan batik bermotif Manchester United ini saya kenakan saat trip ke Golden Triangle, di Chiang Ray. Dua teman seperjalanan saya juga mengenakan pakaian bermotif batik. Destinasi yang kami datangi antara lain Pagoda Putih, Golden Triangle dan Mae Sae.

Ternyata usaha kami berbatik ria tidak sia-sia. Baju yang kami kenakan mendapat pujian dari Nina, pemilik penginapan yang kami tinggali selama di Chiang Mai. Langsung dong dengan bangga kami bilang bahwa baju kami bernama batik, pakaian khas Indonesia. Ternyata bukan hanya Nina yang terkesan. Salah seorang teman tur kami ke Golden Triangle rupanya juga terpana (halah) dengan terusan batik yang saya kenakan.

Selesai muter-muter di obyek wisata Pagoda Putih di Chiang Ray, salah satu pria di rombongan kami tiba-tiba mendekati saya. Dia langsung bilang, “Wah baju kamu bagus selali. Beli dimana itu” Jelas saya langsung mesam-mesem kesenengan. Pria itu bernama Trevor, warga Inggris, tepatnya London Selatan. “Baju seperti ini hanya ada di Indonesia. Namanya batik. Kamu harus datang ke Indonesia kalau ingin beli yang seperti ini. Ada kok yang kemeja untuk pria,” ujar saya.

Ternyata, Trevor ini fans berat Manchester United. Punggungnya penuh tato bertuliskan tahun-tahun saat Manchester United juara Liga Inggris. Meskipun seorang Londoners, Trevor mengaku cinta mati terhadap Setan Merah. Kefanatisannya datang berkat sang paman, yang pernah membawanya nonton United di Old Trafford ketika ia masih bocah. Hmm…pantesan dia demen dengan baju saya. Dia bilang belum pernah melihat baju Manchester United unik seperti yang saya pakai. Akhirnya, kami pun menyempatkan foto bersama di dekat Golden Triangle.

Ber-MU ria di Stasiun Monorail, Kuala Lumpur

Ber-MU ria di Stasiun Monorail, Kuala Lumpur

Baju bergambar wajah Ryan Giggs baru saya pakai di Malaysia untuk berfoto di Stasiun Monorail dan Petronas Twin Towers. Saat berjalan kaki dari Stasiun Monorail Bukit Nanas ke Petronas Twin Towers, dua orang pejalan kaki di belakang kami meyebut-nyebut tentang Manchester United. Sudah pasti itu gara-gara baju saya…hehehe.

Tugas meliput Euro 2012 di Ukraina tahun lalu juga tak luput dari tradisi membawa batik dan kaos bercorak Manchester United. Saya yakin baju batik akan dibutuhkan di Ukraina. Sedangkan corak kaos Manchester United yang dibawa kali ini berwarna putih bertuliskan nomor 11 dan nama Ryan Giggs. Baju batik akhirnya dipakai dalam acara ramah tamah dengan Duta Besar Indonesia di Ukraina, sedangkan kaos Ryan Giggs menemani acara jalan-jalan di Kiev.

Di tahun lalu juga, giliran rok dan syal batik serta baju away Manchester United musim 2012/13 masuk ke dalam backpack saat traveling ke Vietnam dan Malaysia. Rok batik dipakai dalam tur mengelilingi kota tua Hoi An di Vietman. Cocok deh dengan suasana klasik dan etnik ala Hoi An (halah). Sedangkan syalnya dipakai kemana-mana untuk menahan dingin walaupun suhu sebenarnya tidak terlalu dingin (baca: ingin gaya).

Ber-rok batik di Hoi An, Vietnam

Ber-rok batik di Hoi An, Vietnam

IMG_0898    IMG_0845  vietnam

Eh, syal batik cokelat yang saya bawa ternyata kebagian pujian. Salah seorang penjaga toko di gerai kaos bermerk Papaya (ini merk kaos paling top markotop di Vietnam), bilang syal saya bagus…hehehe. Dia tanya belinya di mana. Langsung dong saya jawab itu syal batik asal Indonesia dan harganya cuma Rp20.000. Mbak-mbak Vietnam itu kaget dan bilang syalnya murah sekali. Belakangan saya menyesal tidak memberikan syal itu pada si mbak penjaga toko, kan lumayan buat promosi batik Indonesia.

Soal baju Manchester United, tidak ada cerita istimewa. Baju itu saya pakai ketika meninggalkan Vietnam dan akhirnya dipakai berfoto-foto di Bandara Da Nang Vietnam dan (lagi-lagi) di Petronas Twin Towers Kuala Lumpur. Ternyata baju putih Manchester United dan Bandara Da Nang adalah paduan sangat serasi…hehehe.

Hidup Batik dan Manchester United!

About yusmei
Tergila-gila dengan membaca dan menulis...Punya mimpi menelusuri sudut-sudut dunia

2 Responses to Pamer Batik dan Manchester United

  1. lalatdunia says:

    Hehe..moco iki iso plengah-plengeh dewe..🙂
    Mbak’e lucu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: