KLA Tak Pernah Kehilangan Pesona

IMG_1528

Adi dan Katon

Form is Temporary, Class is Permanent

Leganya. Setelah lebih dari 12 tahun, akhirnya kesampaian juga menonton lagi konser KLA Project secara langsung. Penantian panjang yang tak sia-sia. Ini kali keempat saya nonton langsung KLA. Aksi panggung mereka ternyata masih sekeren dulu.

Seperti kutipan pembuka di bagian atas, performa itu hanya sementara, sedangkan kelas itu permanen. Band-band baru boleh datang dan pergi, namun KLA tak pernah kehilangan kelasnya. Semua itu dibuktikan sendiri oleh trio Katon, Lilo dan Adi pada konser di The Sunan Hotel Solo, Minggu, 16 Februari.

Katon yang mengenakan baju berwarna hitam tampil energik dan tidak monoton meskipun kabarnya kondisinya tidak terlalu fit. Beberapa kali dia turun panggung dan bernyanyi ditengah-tengah penonton. Adi berbalut baju warna merah, terlihat sekalem biasanya. Lilo juga tak banyak berubah, tetap berenergi dan atraktif. Suara bernada tinggi milik Lilo ternyata juga sangat ngangenin! Saat ketiganya muncul dari balik panggung, sekitar 1.200 penonton yang datang ke konser itu langsung histeris. Mau tahu rataan umur penontonnya? Kalian pasti bisa dengan mudah menebaknya deh.

Konser KLA dibuka dengan lagu Satu Kayuh Berdua. Penoton yang rata-rata sudah berusia lebih dari seperempat abad larut dalam koor bersama. Hampir semua lagu KLA memang merupakan hits pada masanya. Jadi jangan heran, sebagian besar penonton hapal di luar kepala setiap lagu yang dibawakan KLA. Gerimis, Semoga, Meski Tlah Jauh, Baiknya, Tak Bisa ke Lain Hati, Menjemput Impian, Terkenang, Lagu Baru, Tentang Kita, Terpuruk Ku Disini dll dilibas habis . Total KLA membawakan 14 lagu. Suara saya sampai parau gara-gara ikut nyanyi keras dari awal sampai akhir. Benar-benar puas!

Di tengah konser, Katon mengumumkan rencana menggelar konser KLAkustik untuk memperingati 25 tahun kiprah mereka di blantika musik Indonesia. Katon berjanji konser di Jakarta itu bakal dikemas istimewa. Wow, tidak terasa ternyata usia KLA project sudah 25 tahun. Bisa bertahan sebagai band papan atas di Indonesia dalam kurun waktu sepanjang itu jelas prestasi yang patut diacungi jempol. Tak sembarang grup musik bisa melakukannya, kecuali yang berkelas dan punya kualitas tinggi. KLA jelas merupakan salah satunya. Tahun boleh berganti, tapi KLA seolah tak pernah kehilangan pesonanya. Secara kasat mata, fisik Katon, Lilo dan Adi mungkin sudah berubah sesuai usia yang semakin bertambah. Namun, jika nonton konser sambil menutup mata dan hanya membuka telinga lebar-lebar, saya mungkin tak akan menemukan perbedaan berarti antara KLA sekarang dengan 12 tahun lalu.

Aksi Lilo

Aksi Lilo

Keunggulan KLA menurut saya terletak pada kejeniusan personilnya dan kedalaman serta musikalitas lagu-lagunya. Sebenarnya sangat mudah membedakan lagu berkelas dan tidak. Sebuah lagu mungkin bisa melejit dan terkenal, tapi belum tentu layak disebut berkelas. Pembedanya adalah sisi kelanggengan. Lagu berkelas itu biasanya everlasting, tak mudah hilang tergerus jaman. Lagu-lagu tersebut tetap enak didengarkan meski lembaran tahun terus berganti. Hebatnya, sebagian besar lagu KLA masuk kategori itu. Lirik juga menjadi salah satu kekuatan lagu-lagu KLA. Tak seperti kebanyakan lagu sekarang yang liriknya asal-asalan, lirik lagu KLA dalam dan mengenai di hati. Jago bikin suasana jadi mengharu biru.

Yang jelas, penonton larut dalam pesona KLA dan jerat nostalgia. Saya meyakini lagu adalah salah satu kotak memori terbaik, pandai menyimpan cerita tentang masa lalu. Coba sebut sebuah judul lagu yang spesial, maka biasanya akan muncul cerita masa lalu yang mengiringinya. Para penonton konser disatukan oleh satu hal, indahnya sebuah kenangan. Bahkan seorang sahabat bilang sesungguhnya yang nonton konser KLA itu hanya ingin nunut curcol…hehehehe. Tak apalah, lagu KLA memang sangat cocok untuk curhat dan menggalau. Menurut saya konser kemarin klimaks dari awal sampai akhir. Memang ada sedikit nada-nada yang meleset, tapi itu bisa dimaafkan. Yang bikin ngakak, sebagian penonton yang sudah berusia paruh baya bisa bertingkah seagresif ABG ketika Katon turun panggung untuk berbaur dengan audiens. Mereka tak malu-malu berebut foto bareng atau sekedar salaman dengan Katon. Ada-ada saja…

Pokoknya terima kasih buat The Sunan Hotel yang sudah mengundang KLA datang ke Solo. Nyanyi bareng KLA benar-benar memuaskan dahaga. Malam itu pun saya bisa tidur dengan nyenyak membawa seulas senyum bahagia.

Solo, 16 Februari 2012

About yusmei
Tergila-gila dengan membaca dan menulis...Punya mimpi menelusuri sudut-sudut dunia

2 Responses to KLA Tak Pernah Kehilangan Pesona

  1. Cumi MzToro says:

    syair2 nya tak lekang zaman😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: