Serba Antik, Serba Unik

Seterika jadul

Seterika jadul

Tertarik berburu harta karun di jantung Kota Solo? Kalau berminat, silakan melipir ke salah satu destinasi wisata andalan Kota Bengawan, yaitu Pasar Triwindu. Tapi jangan terburu-buru membayangkan gundukan emas dan permata seperti di film-film Hollywood. Harta karun di pasar tersebut adalah barang-barang beraneka rupa yang berstatus antik.

Triwindu terletak di kawasan Ngarsopuro Solo, tepatnya di Jalan Dipenogoro. Pasar tersebut juga hanya sepelemparan batu dari Pura Mangkunegaran. Sejak dipugar beberapa tahun lalu, bangunan Pasar Triwindu, yang terdiri atas puluhan kios, terlihat megah dan rapi, nyaman untuk disusuri. Tempat ini merupakan salah satu obyek favorit turis-turis mancanegara yang berkunjung ke Solo. Namun, tak sedikit pula wisatawan lokal yang rela menghabiskan waktu untuk mengubek-ubek pasar ini.

Mesin jahit entah buatan tahun berapa

Mesin jahit entah buatan tahun berapa

Uang kertas lawas

Uang kertas lawas

Topeng..sepertinya bukan barang antik

Topeng..sepertinya bukan barang antik

Bagi sebagian orang, barang antik mungkin hanya benda lawas, berdebu, ketinggalan jaman dan tak berharga. Untuk sebagian orang yang lain mungkin berbeda. Pencinta barang antik bisa menganggap benda-benda jadul bak harta karun. Semakin kuno dan unik, pasti semakin diburu. Mereka bahkan rela mengeluarkan ratusan ribu, hingga ratusan juta demi mendapatkan sebuah barang antik yang langka. Ah…manusia kadang memang sulit dimengerti.

Di Pasar Triwindu berbagai jenis benda antik bertebaran. Mesin jahit lawas, seterika besi, lembaran uang kertas jaman dulu, berbagai topeng, lampu-lampu, gelas, hingga kain batik lawas. Konon jika sedang beruntung, benda-benda milik keraton juga bisa ditemukan di sini. Soal harga tergantung dari kepandaian menawar dan bersilat lidah dengan si penjual. Semakin pandai menawar, kemungkinan mendapatkan harga miring semakin besar. Tapi jika tak tertarik membeli juga tak apa-apa. Saya tetap mendapat perlakuan ramah dari penjual meski cuma datang untuk melihat-lihat. Beberapa penjual malah dengan senang hati menjawab pertanyaan-pertanyaan yang saya lontarkan. Mereka juga tak keberatan ketika saya dan Bulu (seorang teman dari Jakarta) asyik memotret barang-barang antik yang dipajang.

IMG_0966  IMG_0964  IMG_0954

Tampak depan

Tampak depan

Benarkah semua barang di Pasar Triwindu memang benar-benar antik? Jelas tidak. Sebagian hanya rekayasa, barang baru yang dibuat supaya tampak kuno. Kolektor barang antik mungkin tidak akan terkecoh. Tapi orang awan yang tidak punya pengetahuan memadai tentang barang antik bisa tertipu. Jadi berhati-hatilah memilih jika tak ingin pulang dengan perasaan dongkol.

Selamat berbelanja dan menyelami masa lalu!

Solo, November 2012

About yusmei
Tergila-gila dengan membaca dan menulis...Punya mimpi menelusuri sudut-sudut dunia

11 Responses to Serba Antik, Serba Unik

  1. nyonyasepatu says:

    Aku suka sekali di pasar ini. Heaven haha

  2. yusmei says:

    Pasti kalap ya semuanya diangkut hahahha

  3. winnymarch says:

    wuih masih ada aja itu gosokan zaman kakek nenekku

  4. maman sumaman says:

    kaos yg dipakai masih ada?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: