Kuil Putih Nyentrik

Menggapai keselamatan

Menggapai keselamatan

Thailand bisa dibilang gudangnya wat alias pagoda alias kuil. Di sudut-sudut Negeri Gajah Putih ini bertebaran ratusan atau mungkin malah ribuan wat. Bentuk dan ukurannya pun bermacam-macam. Tapi, jika ingin mencari kuil yang unik dan berbeda, Wat Rong Khun jawabannya.

                              IMG_0313    IMG_0358      IMG_0325

IMG_0326

Perbedaan paling mencolok terletak pada warnanya. Wat atau kuil di Thailand biasanya berwarna kuning keemasan. Namun, wat ini berwarna putih. Terlihat tenang, anggun dan berkilau! Wat Rong Khun adalah ikon wisata di Thailand utara. Meskipun nama resminya Wat Rong Khun, para wisatawan lebih familier dengan sebutan White Temple alias Kuil Putih. Letaknya sekitar 2,5 jam perjalanan darat dari Chiang Mai atau sekitar 13 km di selatan kota Chiang Rai.

Saat itu saya dan dua orang teman seperjalanan mengambil paket tur sehari dari Chiang Mai dengan tujuan utama ke Golden Triangle. Kami harus membayar 700 bath atau sekitar Rp210 ribu perorang. Nah, sebelum ke Segitiga Emas, kami lebih dulu mampir di Kuil Putih ini. Melihat foto-fotonya yang indah di internet, saya benar-benar penasaran dengan kunjungan ke kuil serba putih itu.

IMG_0320

                            IMG_0333   IMG_0335  IMG_0343

IMG_0329

Jalan masuk ke bangunan utama

Dari jauh, Wat Rong Kun terlihat seperti berselimut salju. Anggun namun dingin. Setelah didekati lagi, bangunan Kuil Putih tampak berkilau. Ternyata kilauan itu berasal dari kepingan-kepingan kaca yang menjadi bagian dekorasi bangunan. Konsep yang sangat unik. Ketika masuk ke dalam, semakin banyak keunikan-keunikan yang saya temukan. Sepertinya nyentrik merupakan kata paling pas untuk menggambarkan kuil ini.

Di bagian depan kuil, pengunjung akan disambut sebuah kolam berisi puluhan mungkin ratusan patung tangan yang menjulur seolah ingin menggapai-gapai sesuatu. Sebagian tangan itu ada yang memegang mangkuk sedekah. Menurut penuturan seorang pemandu wisata dari rombongan lain, hal itu menggambarkan tangan orang-orang yang ingin keluar atau menyelamatkan diri dari neraka. Kemudian ada juga replika kepala-kepala manusia, tapi entah menggambarkan siapa. Ada juga patung kepala seperti penggambaran setan berwarna merah yang di gantung di sebuah pohon. Yang menarik, kepala itu sedang menyunggi botol minuman keras. Mungkin maksudnya minuman keras bagian dari godaan setan. Entahlah…

Sebelum masuk bangunan utama kuil, para pengunjung akan melewati jembatan yang dijaga dua patung besar berwajah seram, bertubuh ular serta membawa senjata. Lokasi ini sangat cocok untuk berfoto dengan latar belakang bangunan utama. Tapi jika sedang ramai pengunjung, sangat sulit bisa berfoto lama-lama. Di kuil ini, para pengunjung yang sudah berjalan masuk tidak boleh berbalik keluar melalui pintu masuk. Semua harus berjalan melewati rute yang sudah dibuat sampai pintu keluar. Berulang kali pihak pengelola kuil mengumumkan hal itu melalui pengeras suara. Jika ketahuan berlama-lama foto dan menghambat pengunjung lain, pasti akan mendapat peringatan melalui pengeras suara. Konon pengaturan ini ada artinya, yaitu menggambarkan siklus hidup, harus terus maju, tak bisa mundur.

Tiba di bangunan utama kuil, pengunjung dilarang mengambil foto. Bangunan utama ternyata berbeda dari bagian luar. Warna putih tidak mendominasi. Dan….interiornya sungguh gokil. Memang ada bagian yang berhiasa patung dan simbol-simbol Buddha. Tapi di bagian lain bertebaran gambar-gambar yang jauh dari kesan religius. Spiderman, Menara Kembar WTC yang terbakar, Doraemon, Harry Potter sampai Michael Jackson termpampang di tembok. Kocak habis!

IMG_0347

Permintaan dan harapan

                        IMG_0349   aplot55 IMG_0354

IMG_0357

Ini dia Chalermchai Kositpipat

Kejutan ala Wat Rong Khun tak berhenti di situ. Di bagian luar saya melihat sebuah bangunan berwarna kuning emas, khas wat di Thailand. Setelah didekati, ternyata itu adalah sebuah toilet! Di bagian lain, ada sebuah bangunan berbentuk seperti tugu yang meruncing ke atas. Pada tugu ini bergelantungan ratusan lempengan tipis berbentuk seperti tanda cinta namun bergerigi. Masing-masing lempengan itu tertera tulisan dengan huruf-huruf Thailand. Saya jelas tidak tahu apa artinya, tapi sepertinya tulisan itu adalah harapan-harapan para pengunjung kuil. Lengkaplah sudah keunikan kuil tersebut.

Ketika kali pertama memandang gambar kuil itu di internet, saya mengira umurnya sudah ratusan tahun, atau minimal puluhan tahun. Tebakan yang salah. Wat Rung Khun baru dibangun pada 1997 oleh seorang seniman tersohor Thailand,  Chalermchai Kositpipat. Usianya hampir mendekati 60 tahun. Kuil Putih ini adalah proyek ambisiusnya. Konon, pembangunan kuil ini masih akan berlanjut hingga 2070. Dia pun tak keberatan merogoh kocek super besar untuk mewujudkan ambisinya. Kompleks tersebut nantinya akan dilengkapi dengan berbagai bangunan seperti paviliun, krematirium, biara, museum dan lain-lain.

Mengapa Kositpipat memilih warna putih, bukan warna emas seperti lazimnya wat-wat di Thailand? Konon dia meyakini putih melambangkan kemurnian dan kedamaian Buddha. Jika penasaran ingin mengetahui sosok sang Kositpipat, tak perlu bersusah payah berselancar di internet. Patung dua dimensinya bisa dijumpai di bagian kompleks wat dengan pose ceria, senyum terkembang dan tangan diangkat seperti mengucapkan salam kepada para pengunjung.

Seusai mengelilingi Kuil Putih, kami pun berjalan kembali ke mobil karena teman-teman serombongan sudah menunggu. Sembari melangkah saya diam merenung. Kuil Putih secara kasat memang sangat indah, cantik dan sedap dipandang. Tapi entah mengapa saya merasa ada yang kurang. Wat Rong Khun serasa kosong, tidak berjiwa. Aroma magis sebuah tempat peribadatan tidak saya rasakan selama menyambangi setiap sudut komplek kuil. Semuanya terasa modern dan baru. Benarkah kuil itu memang kurang magis karena bukan bangunan kuno? Ah, mungkin itu hanya perasaan saya saja.

Thailand, Maret 2012

About yusmei
Tergila-gila dengan membaca dan menulis...Punya mimpi menelusuri sudut-sudut dunia

14 Responses to Kuil Putih Nyentrik

  1. nyonyasepatu says:

    Yg menggapai keselamatan itu koq serem ya

  2. Erit07 says:

    Wihhh,asyik banget bisa jj ke sana…

  3. buzzerbeezz says:

    Layak dimasukkan itinerary trip Chiang Mai nih kayaknya.. Hehehe..

  4. Cumi MzToro says:

    mengapai keselamatan nya bikin geli liat nya hahahaha, mentolo tak injak2 hehehe🙂

  5. ghozaliq says:

    yang “menggapai keselamatan” kok bikin gimana gitu ya, coba pas malem kesitu, pasti jadi lebih gimana gitu…

  6. omnduut says:

    Iya, sepakat sama temen-temen yang lain. Patung Menggapai Keselamatannya kayak gimanaaa gitu. (mau ngomong sesuatu tp gak enak)😛

  7. dee nicole says:

    hik.. aku kok baru baca yg satu ini. kurang beraura ya mbak. coba ftmu tempelin disitu kemaren ^.^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: