Takahashi, Samurai Biru dan Mimpi Indonesia

Yoichi Takahashi semula hanyalah seorang fans sepak bola biasa. Dia menggemari berbagai macam cabang olahraga termasuk baseball yang paling digandrungi di Jepang, tapi sepak bola selalu menjadi pilihan utamanya.

Captain Tsubasa  (captiontsubasa.net)

Captain Tsubasa
(captaintsubasa.net)

Siapa sangka dari seorang fans biasa, Takahashi menjelma menjadi salah satu sosok penting dalam kebangkitan persepakbolaan Negeri Matahari Terbit. Pria kelahiran 28 Juli 1960 tersebut memang tak pernah menjadi pemain, pelatih atau pemilik klub sepak bola. Sumbangsihnya terhadap persepakbolaan Jepang diwujudkan melalui komik Captain Tsubasa.

Pada 1981, komik tersebut kali pertama dirilis di Jepang, bercerita tentang seorang anak berpostur pendek yang sangat gemar bermain sepak bola. Dia selalu menjadi andalan di tim sekolahnya, mulai di SD Nakatsu, hingga mimpinya merumput di Eropa terwujud. Berbekal kerja keras dan tekad baja, Tsubasa berhasil memperkuat tim raksasa Spanyol, Barcelona. Tak hanya itu, impian terbesarnya membawa Jepang juara Piala Dunia juga terealisasi.

Meskipun hanya sosok imajiner, Captain Tsubasa berhasil menginspirasi generasi muda Jepang. Tsubasa seolah menjadi gambaran mimpi publik Jepang untuk memiliki seorang pemain yang disegani di pentas sepak bola dunia. Kerinduan Jepang untuk menjadi juara dunia juga terpampang dengan gamblang. Berkat Tsubasa, publik Jepang termotivasi untuk berbenah.

Usaha Jepang membuahkan hasil yang pantas membuat Indonesia iri. Negeri Matahari Terbit itu kini tak diragukan lagi merupakan negara sepak bola terkuat di Asia. Bukti terbaru adalah keberhasilan Jepang menjadi tim pertama yang lolos ke Piala Dunia 2014, mendampingi tuan rumah Brazil. Tim Samurai Biru, julukan Timnas Jepang, mengunci tiket ke Brazil setelah bermain imbang 1-1 kontra Australia di Saitama, Selasa (4/6). Ini kali ketiga beruntun mereka menjadi tim pertama Asia yang lolos ke ajang sepak bola terbesar sejagat itu. Tahun lalu, kesebelasan putra Jepang melenggang hingga semifinal di Olimpiade London, sedangkan  timnas putri mereka lolos ke final, namun harus takluk dari Amerika Serikat. Berderet prestasi tersebut jelas membuat publik Indonesia kagum sekaligus meratap iri.

Hebatnya, Jepang sebenarnya belum lama “hadir” di turnamen besar internasional. Tim Samurai Biru kali pertama mencicipi turnamen utama ketika terkualifikasi ke Piala Asia 1988 di Qatar. Saat itu pun, kiprah Jepang amburadul, selalu kalah dalam tiga laga grup dan nyaris tak mampu merepotkan lawan-lawan mereka.

Titik balik sepak bola Jepang terjadi pada 1993, ditandai dengan lahirnya kompetisi profesional berlabel J-League. Dalam hitungan tahun, J-League mereguk sukses mencengangkan, sekaligus beroperasi sebagai ruang kendali kebangkitan sepak bola Jepang.

jepangSaat pertama kali digelar, J-League diikuti 10 tim dan kini telah berkembang menjadi 40 tim yang terbagi dalam dua divisi.  Layaknya bayi yang baru mulai belajar berjalan, J-League sempat tersendat-sendat di periode awal. Namun, kini kompetisi milik Jepang sudah menemukan pijakan kuat, terbukti tiga klub anggotanya sukses berstatus juara Asia. Setiap klub penghuni J-League juga diharuskan mengadopsi sistem pengembangan pemain muda, dengan kewajiban memiliki tim U-15 dan U-18, yang mengakomodasi bakat-bakat muda di kota tempat klub berada. Keseriusan Jepang menata kompetisi pun berperan besar mendongkrak prestasi tim nasional. Jepang kini juga sudah memiliki pemain-pemain berkualitas yang mampu menembus klub besar Eropa, salah satunya Shinji Kagawa yang merumput bersama Manchester United.

Di level Timnas, setelah Agony of Doha 16 tahun silam (ketika Samurai Biru gagal terkualifikasi ke Piala Dunia 1994), Jepang selalu berhasil lolos ke setiap turnamen utama sepak bola. Satu-satunya rasa penasaran yang mungkin masih diburu Jepang adalah menjadi kampiun Piala Dunia. Sebuah mimpi besar yang berat dan mewah, meski tak mustahil diraih. Bukankah bola itu bundar?

Jika publik Jepang sepekan ini masih dibekap euforia keberhasilan Samurai Biru lolos ke Piala Dunia 2014, fans sepak bola Indonesia juga tak kalah sibuk. Dalam beberapa pekan ke depan, berderet tim berkelas siap menyambangi Indonesia, mulai Timnas Belanda, hingga tim-tim raksasa Liga Premier Inggris macam Chelsea, Arsenal dan Liverpool. Secara kasat mata pun bisa dilihat, kedatangan tim-tim besar tersebut murni dengan alasan bisnis, bukan karena Timnas Indonesia dianggap sebagai lawan latih tanding sepadan. Klub-klub raksasa Eropa melihat Indonesia sebagai pangsa pasar yang menggiurkan karena memiliki penduduk yang dikenal sebagai penggila bola.

Poin terpentingnya, cukupkah publik Indonesia dihibur dengan “mimpi” berwujud deretan bintang dalam balutan jersey oranye Belanda dan klub-klub ternama Eropa? Jelas tidak. Mimpi pencinta sepak bola Indonesia sama tingginya dengan publik Jepang, yaitu melihat Skuat Merah Putih berjaya di kancah internasional.  Bedanya, Jepang terus memperjuangkan mimpinya, sedangkan kita hanya jalan di tempat, atau bahkan berjalan mundur jika berkaca pada kisruh sepak bola Tanah Air yang bagaikan benang kusut.

Solo, 8 Juni 2013

About yusmei
Tergila-gila dengan membaca dan menulis...Punya mimpi menelusuri sudut-sudut dunia

20 Responses to Takahashi, Samurai Biru dan Mimpi Indonesia

  1. DianRuzz says:

    Waaaaahhh paragraf terakhirnyaaaaa *fans paragraf terakhir mbak YUsmei garis keras*

    ini tulisan tentang sepak bola yang sangat menyenangkan soalnya gak bikin bingung (yg komen ini bukan penggemar bola dan tdk tahu menahu soal bola)
    Jamanku dulu, selain Captain Tsubasa, ada juga The Kickers yang mengangkat tema sepak bola. Dua serial kartun ini keren😀

    • yusmei says:

      Kalau tsubasa aku gak baca komiknya mbak cuma ntn serial kartunnya, nah karakter favoritku hyuga soalnys kereern haha. Kalau kickers gak ngikuti, itu ceritanya yg gimana tho mbak? *penasaran.. harus gugling🙂

      • DianRuzz says:

        tentang tim sepak bola anak2 Jepang juga mbak. Ceritanya tiap episode beda2, tapi kurang lebih ga jauh beda dengan Tsubasa.
        Di Indo**ar, The Kicker ini tayang bbrp tahun sblm Tsubasa

      • yusmei says:

        Iya ingeeet mbak…adikku yang suka nonton kartunnya ini di indo**ar itu….tapi aku gak ikut nonton…kayaknya komiknya juga pernah ngelihat, tapi gaak pernah baca🙂🙂

  2. buzzerbeezz says:

    Well written by someone who loves football very much😀

  3. dee nicole says:

    Kapten tsubasa!🙂 dulu saya suka “shoot”.minjem di persewaan buku deket rumah.ngomongin bola,ya kaya sore tadi persis solo LPIS vs pss sleman.belum maen kipernya dah kena botol bir.
    abis itu twitternya(@persissolo)brenti,mungkin adminnya lg bingung nyari jalan buat pulang yg aman.
    Recommended film buat mbak,”the damned united” ama “looking for eric”.

    • yusmei says:

      Wah kalau Persis vs PSS itu kayaknya gara2 peristiwa musim lalu pas bentrok pasoepati dan suporter PSS. Harusnya para suporter bisa lebih dewasa ngadepin masalah kayak gini, tapi itulah sepak bola indonesia🙂
      Looking for Eric aku punya,…nah yang the damned united belum ada tuh…kayaknya harus nyari nih🙂

  4. lalatdunia says:

    Ntar tk cb cariin.yg disini ga boleh dibawa pulang.company properties.di copy protect pula.
    kalo buku,lonely planet mau ga?tak titipin temen ntar kalo ada yg pulang.pake bhs inggris tapi.lagi nguber bukunya si gary neville(red).

    • yusmei says:

      Wah kalau bukunya Gary Neville aku malah sudah punya🙂 ….Lonely planet mau2 aja sih…emang tinggal di mana sih?🙂

      • lalatdunia says:

        Sementara masih menclok2 turki ama greece.sori td bls pke blog.
        Yg gary neville ntu versi indo ya mbak?

      • yusmei says:

        Turkiii…pengen banget ke sana, tapi nunggu celengan macannya penuh dulu.hehehe. Yang gary neville versi inggris, aku beli di toko buku bandara Kuala Lumpur…di Indonesia gak ada yang jual…hiks🙂

  5. lalatdunia says:

    Istanbul baru panas,mbak.sabtu ini baru balik kesana.
    Boleh pinjem tu bukune?tak potokopi»ga modal

    • yusmei says:

      boleeeh…ntar kalau balik indonesia kabar2 aja…boleh difotokopi asal gak rusah…hehehehe. Boleh nitip beliin kartupos Yunani atau Turki gak?🙂

  6. lalatdunia says:

    mo yg gambar apa?blue mosque,taksim,grandbazaar,dardanella,troy,ephesus,santorini,parthenon,ntar tk cariin.murah kok.1 euro dpt 3.(sing larang prangkone)😀
    Tp ga yakin nyampe nggak nya.dl pernah kirim tpi ga nyampe😦
    Kartupos belum sah dikoleksi kalo ga ada “tok” kantor posnya.journeynya itu lo yg bikin worthed.
    bukune tenan lo iki?kalo sampe pulang lum ktmu,ntar tak copy.

    • yusmei says:

      Yang apa aja mauu..brarti titip 3 kalaau gituj, salah satunya yang gambar hagia sophia ya, trus yang gambar orang dervish ala rumi itu lho kalau ada…:). Iya sih lama biasanya, gak dikirim gak papa kok…hehehe. Kemarin temenku ngirim dari uzbekistan 40 hari baru nyampe…untung nyampe itu. Okee nanti kabar2 aja kalau mau jadi ngopi…misal kalau pulang transit di Kuala Lumpur cari aja di toko buku bandara,. Smoga masih ada🙂

  7. lalatdunia says:

    Tak kirimin yg gambar kebab ae :p
    Besok pulang lewat heathrow kok.mesti ktmune🙂
    Kirime alamat kantor ya..

    • yusmei says:

      Siappp boleh banget kui sing kebab….eh emang ngerti alamat kantorku. Sik2 apakah kita saling kenal? hahahah..Jenang aslimu sopo?🙂

  8. lalatdunia says:

    hahaha..belummmmm..
    Met kenal ya mbak🙂
    Dah masuk United Indonesia chapter solo?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: