Pasar Gawok, Menyapa Kesederhanaan

Pembuat sabit

Pembuat sabit

Hiruk pikuk modernitas kadang membuat lelah. Pada suatu titik, manusia rindu dengan kesederhanaan yang orisinil. Tradisional. Ketika interaksi antar manusia dilakukan dengan alamiah dan apa adanya.

Mengunjungi pasar tradisional bisa menjadi alternatif saat ingin menepi dari keriuhan kota dengan segala kompleksitasnya. Jika sedang berada di Solo dan sekitarnya, cobalah menengok Pasar Gawok. Sebuah pasar tradisional memesona di Desa Geneng, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo.

Pasar ini letaknya tak terlalu jauh dari pusat Kota Solo. Jarak tempuhnya sekitar 30 menit jika menggunakan kendaraan bermotor. Jika tersesat di jalan, jangan segan untuk bertanya. Pasar ini cukup tersohor di wilayah Soloraya sehingga Anda dijamin bakal dengan mudah mendapatkan petunjuk dari warga-warga yang ditemui di jalan.

Pasar Gawok ini konon berdiri sejak zaman penjajahan Belanda dan buka setiap hari. Namun, karena sempat sepi, Pasar Gawok hanya buka setiap Pon (hari di penanggalan Jawa). Seiring bergulirnya waktu, Pasar Gawok kini buka setiap Pon dan Legi. Jika hari pasaran jatuh pas hari Minggu, geliat pasar ini lebih semarak dibanding hari biasanya. Bukan hanya warga sekitar yang hendak bertransaksi jual-beli, namun juga para pelancong atau pejalan yang ingin berburu foto-foto eksotisme sebuah pasar tradisional.

Pembuat sabit, penjual gethuk, adu jago, penjual caping, pedagang kambing, maupun tikar berbaur jadi satu dalam geliat tradisi masyarakat pedesaan. Interaksi simpel dan alamiah. Tertarik berkunjung?

Papan nama

Papan nama

Caping

Caping

Caping lagi

Caping lagi

Penjual tikar pandan

Penjual tikar pandan

Pong-pongan

Pong-pongan

Penjual gethuk

Penjual gethuk

Celurit

Sabit

Suasana pasar

Suasana pasar

Penjual pakaian

Penjual pakaian

Penjual gerabah

Penjual gerabah

Solo, 11 Februari 2014

About yusmei
Tergila-gila dengan membaca dan menulis...Punya mimpi menelusuri sudut-sudut dunia

30 Responses to Pasar Gawok, Menyapa Kesederhanaan

  1. DianRuzz says:

    Tertarik sekaliiiii ^_^
    Nanti kalau aku ke solo pas PON, ajak kesini yaa mbak #SemogaMbakYusmeiBisaCuti

  2. nyonyasepatu says:

    ya ampun aku mau gerabah, getuk, tikar sama capingnya hehe

  3. Halim Santoso says:

    Pasar Gawok pasar paling tradisional yang masih ada di Solo dsk… Sayange jadi tempat mainstream bagi kameramen + fotografer yang suka bawa lensa panjang, jadilah pedagang suka nyinyirin pembeli bertampang turis << kesaksian korban😀

    • yusmei says:

      Aku juga sempat dinyinyirin ibu yang jual caping lim. Tapi yg lainnya alhamdulillah enggak. Mungkin kuncinya kita sopan, minta izin dulu kalau mau motret dan kalau bisa ngobrol juga dgn mereka. Jadi mereka gak merasa hanya sekadar objek., yuk kapan2 ke sana lagi lim :))

  4. Siiikkk.. utang kopdar lageee..

  5. buzzerbeezz says:

    Pasarnya bersih dan rapi ya.. Btw, sekarang pong-pongan pake skin angry birds ya.. Gaul bgt :p

  6. Pasar tradisionalnya bersih dan rapi ya…

  7. Au tuch suka merindu suasana macam begini, duduk manis trus ngobrol ama pedagang pasar bikin hati tentrem dan bisa semakin mensyukuri karunia Tuhan.

  8. johanesjonaz says:

    bagaimana mereka bisa ingat hari ini pon ato legi?

  9. Avant Garde says:

    pernah lihat pasar gawok di majalahnya lion air kalo gak salah …😀

  10. chris13jkt says:

    Wah kalau kesana jadi harus lihat hari pasaran dulu dong ya Yus

  11. baru kemarin nih, jalan2 kepasar gawok rame banget mbak kebetulan waktu pasaran jawany pon
    mampir juga keblog ane mbak
    http://catatanperjalanan-outdoor.blogspot.com/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: