Candi Lawang yang Kesepian

Candi lawang

Candi lawang

Ada candi di Boyolali? Itulah reaksi pertama saya ketika diberi tahu tentang keberadaan dua candi di kawasan Boyolali. Informasi tersebut memang benar-benar baru untuk saya. Selama ini yang saya tahu candi-candi terkonsentrasi di kawasan Klaten, Yogyakarta, Magelang atau Karanganyar.

Daripada penasaran, saya memutuskan untuk membuktikan sendiri keberadaan candi tersebut. Sebenarnya di Kota Susu ada dua candi, yaitu Lawang dan Sari. Namun, saya baru kesampaian mengunjungi salah satu saja, Candi Lawang. Mencari Candi Lawang susah-susah gampang. Candi tersebut kurang begitu dikenal, bahkan oleh warga Boyolali sendiri, termasuk saya. Setelah bertanya ke beberapa teman, saya akhirnya menemukan alamat lengkapnya. Candi Lawang ternyata berlokasi di Desa Gedangan, Kecamatan Cepogo.

Akses menuju Candi Lawang sebenarnya tidak terlalu sulit, kondisinya jalanan menuju ke lokasi juga sudah beraspal. Hanya tidak ada papan penunjuk arah yang bisa membantu dan mempermudah orang yang ingin berkunjung ke Candi Lawang. Padahal candi ini terletak di tengah-tengah kawasan pemukiman penduduk.

Setelah sempat bertanya beberapa kali, saya dan seorang teman sampai juga di Candi Lawang. Letaknya di belakang rumah salah seorang warga Gedangan. Suasana candi benar-benar sepi. Tak ada pengunjung atau penjaga yang bisa ditemui. Apalagi ketika kami berkunjung ke sana, sedang ada warga yang meninggal. Praktis Desa Gedangan sangat sepi, tak ada warga yang bisa dimintai informasi tentang candi peninggalan Hindu ini.

Sekilas pandang pun bisa terlihat candi itu terabaikan. Bentuknya terlihat seperti reruntuhan yang tidak utuh. Batu-batu di sekitar bangunan utama candi berserakan kurang teratur. Kondisinya juga kurang terawat. Namun bukan berarti candi ini tidak menarik. Ditilik dari namanya, Lawang berarti pintu. Bangunan candi ini memang yang menonjol adalah pintunya yang kokoh. Di bilik utama ada yoni tanpa lingga. Yoninya memiliki saluran berlubang tempat keluarnya air.

Kami menghabiskan sekitar 40 menit di kawasan candi tersebut. Kami mengamati kondisi sekitar sembari mengambil gambar. Tak ada informasi yang kami dapatkan. Candi Lawang  seperti dibiarkan menyediri, kesepian. Daripada pulang membawa setumpuk pertanyaan, kami memutuskan mampir ke kantor kecamatan setempat. Saat itu kami ditemui seorang petugas kecamatan, Pak Parwoto namanya. Sayang sekali, harapan mendapatkan banyak cerita tentang Candi Lawang dari beliau juga pupus.

“Candi Lawang ini pernah dipugar, tapi saya juga tidak tahu kapan persisnya. Pemugaran itu dilakukan oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala BP3 Jawa Tengah. Selain Candi Lawang, di Cepogo ini juga ada Candi Sari. Kedua candi tersebut sebenarnya memang aset pariwisata yang potensial untuk Boyolali, tapi selama ini memang belum tergarap,” urai Pak Parwoto, yang mengaku tak banyak tahu tentang sejarah candi Lawang tersebut.

Banyak pertanyaan yang masih menghantui seputar sejarah candi tersebut. Saya pun memutuskan mengubek-ubek jawabannya dengan berselancar di internet. Apa yang saya cari akhirnya terjawab di situs Balai Arkeologi Yogyakarta.

candi lawang2

candi lawang1

Berdasarkan hasil penelitian, Candi Lawang lebih tepat disebut dengan “kompleks Candi Lawang” yang antara lain ditunjukkan oleh kompleksitas bangunan yang terdiri atas sedikitnya enam bangunan. Latar belakang keagamaan kompleks Candi Lawang adalah Hindu, yang antara lain ditunjukkan oleh keberadaan yoni dan arca Durga Mahisasuramardini. Dari segi arsitektur, di antara kaki dan tubuh candi terdapat profil berupa sisi genta, persegi, dan half round yang menunjukkan bahwa bangunan Candi Lawang berlanggam Jawa Tengah. Berdasarkan identifikasi tersebut dan juga bentuk huruf pada prasasti, bentuk ratna pada kemuncak, serta ragam hias yang ada, diduga kompleks Candi Lawang didirkan pada abad ke-9 Masehi, yaitu pada masa Mataram Kuno.

Beberapa komponen bangunan menunjukkan Candi Lawang belum selesai dibangun. Hal ini antara lain ditunjukkan oleh beberapa komponen pipi tangga bangunan induk dan bangunan perwara dan antefiks. Selain itu, beberapa hiasan juga menunjukkan belum selesai dikerjakan.

Saya setuju dengan pernyataan Pak Parwoto. Candi Lawang sebenarnya aset pariwisata yang penting bagi Boyolali. Sayang kurang tergarap. Sama seperti nasib sejumlah candi-candi yang tersebar di setiap sudut negeri ini.

 

Boyolali, November 2012

 

 

About yusmei
Tergila-gila dengan membaca dan menulis...Punya mimpi menelusuri sudut-sudut dunia

35 Responses to Candi Lawang yang Kesepian

  1. Halim Santoso says:

    Ajakkkk aku ke sana mbak… Plissss hehe
    Mungkin ini peninggalan kerajaan Pengging yg dipimpin Prabu Damar Maya, raja Pengging sebelum Bandung Bandawasa. Jadi penasaran sisa keberadaan candi yg lain kaya Candi Selo, Candi Gedono, ama Candi Kopeng nih🙂

    • yusmei says:

      ayooks..sekalian pingin ke candi sari lim, belum pernah juga. Wah soal ceritanya agak minim infonya nih, tapi katanya sekitar abad 9🙂

  2. Tiap liat postingan candi, keinget utang….

  3. Senangnyaaaa… karena jadi tahu bahwa di Boyolali ada juga candi… dicatatttt… siapa tau pas ke Boyolali bisa mampir menjenguk watu… hehehehe…

  4. dee nicole says:

    kata2 kota susu marai kangen shi jack. ak jg baru tau ada candi di byll. keseringan maen ke tlatar ^ ^ ditunggu yg candi satunya.

    • yusmei says:

      Perlu dipaketi susu shi jack dari sini mas?🙂 pengen ke candi sari, tp kok durung sempat2 mas *ra sempat karo maless bedanya tipis hehege

  5. Oalah, wong Boyolali tah mbak? Sayang bgt tuh belum digarap. Padahal bisa jadi alternatif turis yg berwisata di kawasan Solo.

    • yusmei says:

      Begitulah, pihak terkait sepertinya malas ribet. Pemkab bilang ini tanggung jawab BP3, jadi malas ngeluarin dana untuk memperbaiki atau sekadar merawat😦

  6. buzzerbeezz says:

    Travelingnya kapan nulisnya kapan ya mbak.. hahaha.. kayak aku banget ini. Jarang langsung nulis catper abis traveling :p

  7. Itu bentuknya masih bagus mbak, coba deh tengok candi lor di kota nganjuk, udah mengenaskan bingiiitt kondisinya😦

  8. Ririn Setia says:

    wah ternyata di boyolali ada candi juga ya kak, saya malah baru tahu. Mungkin sosialisasinya yang kurang sehingga sedikit yang berkunjung kesana kak🙂

  9. Baru tau kalo di Boyolali ada candi juga ? Hehe… Nice info bro

    Salam,
    http://travellingaddict.blogspot.com/

  10. chris13jkt says:

    Aku ya termasuk yang baru tahu kalau di Boyolali ada candi.
    Jadi itu bentuk candi yang kelihatan berantakan gitu bukan karena rusak tapi karena memang belum jadi ya Yus?

  11. Kasihan tuch candi ngak terawat😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: