Pantai Favorit Pemanjat Tebing

Maulana sedang memanjat, dengan berlatar belakang pantai

Maulana sedang memanjat, dengan berlatar belakang pantai

Punya teman-teman yang kreatifnya keterlaluan memang asyik. Ada saja ide segar untuk membunuh bosan. Mau tahu contohnya? Belum lama ini mereka ngajak liburan ke pantai sambil belajar panjat tebing. Saya awalnya ragu. Tapi komentar ini bikin saya mantap berangkat. “Sudahlah ikut saja, kalau enggak bisa manjat, yang penting bisa foto-foto dengan gaya manjat. Bisa di-setting.” Sounds interesting!

Memadukan pantai dan olahraga panjat tebing memang butuh spot khusus. Tak bisa di sembarang pantai. Harus pantai bertebing dan punya jalur pemanjatan. Pantai Siung di Gunungkidul, Yogyakarta, adalah salah satu yang memenuhi syarat tersebut. Para pencandu olahraga panjat tebing cukup familier dengan pantai di Dusun Wates, Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus, Gunungkidul ini. Siung dikenal sebagai pantai favorit untuk mengasah keterampilan olahraga ekstrem ini karena disebut-sebut memiliki ratusan jalur pemanjatan. Ada yang menyebut 250 jalur, ada juga yang mengklaim jumlahnya 400-an jalur. Sebagian pemanjat malah menjuluki Siung sebagai pantai 1.000 jalur pemanjatan.

siung16

Pemandangan Pantai Siung dari bukit

Jaga pantai kita bersama

Jaga pantai kita bersama

siung19

Meskipun titelnya cuma belajar sambil foto-foto, kami tak mau main-main dengan faktor keamanan. Beruntung ada Krisna yang pernah jadi atlet panjang dinding. Berkat dia, kami punya akses meminjam peralatan panjat tebing lengkap milik Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Klaten. Lengkap pula. Ada tali karmantel, carabiner, harness, pullay, webbing, rannerset, dan figure of eight. Lima teman perjalanan saya semuanya sudah menguasai dasar-dasar panjat tebing dan bagaimana mengggunakan peralatan beraneka macam itu. Saya satu-satunya yang awam. Tak apalah, toh ada mereka yang bisa membantu.

Kami tiba di Pantai Siung masih cukup pagi, sekitar pukul 10.00 WIB. Sinar matahari belum terlalu menyengat. Angin bertiup lumayan kencang atau sembribit. Setelah melemaskan tubuh dan jajan bakso ojek, kami langsung menuju ke tebing yang akan kami panjat (jiah gayanya). Jalanan menuju tebing tidak sulit kok, cuma agak sedikit menanjak. Sepuluh menit juga sudah sampai. Tebing yang dipilih ini tingginya sekitar 15 meter, punya view indah ke arah pantai. Jadi saat manjat dan difoto, latar belakangnya ada pemandangan indah birunya pantai. Pas dengan cita-cita kami.

Teman-teman mulai sibuk menata peralatan. Saya pilih menyibukkan diri motret sana-sini sambil melahap bekal makanan. Angin sembribit ternyata bikin lapar. Krisna, Pak Yoyok, Ridho, dan Yuhan akhirnya berhasil memasang peralatan ke dinding yang akan kami panjat. Tak usah tinggi-tinggi, namanya juga baru belajar. Sedangkan Maulana sudah bersiap-siap dengan kameranya.

Krisna yang pertama memanjat. Sebagai mantan atlet panjang tebing, kemampuannya sudah aduhai. Tapi tetap ngeri melihatnya. Kalau sampai jatuh, tubuh bakal langsung beradu dengan tebing-tebing yang keras dan runcing. Tapi sepertinya dia tenang-tenang saja, malah tetap bisa tertawa dan bergaya saat difoto. Berikutnya, teman-teman yang lain juga jajal memanjat. Lancar dan aman, walaupun agak berat mengangkat badan. Semunya menikmati sesi panjat tebing tersebut. Awalnya saya bersikeras tak mau memanjat. Cukup melihat dari bawah sambil memotret aksi-aksi mereka. Tapi akhirnya tergoda juga. Dengan gagah berani akhirnya saya naik ke tebing dan berfoto dengan gaya bergelantungan. Eh tapi bohong sih. Saya cuma memanjat sangat sedikit, kemudian bergaya maksimal di depan kamera. Karena yang motret canggih, hasil fotonya seolah-olah saya bersusah payah memanjat tebing yang tinggi. Hehehe..

Krisna dan Ridho menyiapkan peralatan

Krisna dan Ridho menyiapkan peralatan

Krisna masih sempat-sempatnya tertawa

Krisna masih sempat-sempatnya tertawa

Nah ini saya, tampak meyakinkan kan :)

Nah ini saya, tampak meyakinkan kan🙂 (Foto by Maulana Surya)

siung15

Tebingnya lebih sulit. Hanya Krisna yang berani memanjat (Foto by Maulana Surya)

Bosan memanjat tebing yang pertama, Krisna mengajak kami menjajal tebing yang lain. Lokasinya tak jauh dari tebing pertama. Ternyata tebing yang ditunjukkan lebih ekstrem. Dua tebing yang dipisahkan celah yang tak terlalu lebar. Tak banyak pijakan-pijakan yang sangat berguna menolong pemanjat abal-abal seperti kami. Akhirnya cuma Krisna yang menjajal jalur panjatan tersebut, itu pun cuma sekali. Kami sih pilih menonton dari bawah. Saya lagi-lagi memandang ngeri aksi Krisna yang terlihat lebih fokus daripada saat memanjat di jalur yang pertama. Memang lebih ngeri sih.

Menurut Krisna, kawasan Pantai Siung ini memang kerap dipakai berlatih para atlet panjat dinding, antara lain atlet FPTI Klaten dan FPTI Jogja. Dulu hampir setiap bulan Krisna datang ke sana untuk latihan memanjat. Sebagai atlet profesional, mereka bisa memanjat tebing tinggi itu 10 kali bolak-balik dalam sehari. Duh kebayang capeknya. Biasanya mereka menginap dan mendirikan tenda di dekat tebing, apalagi di tebing tersebut cuacanya memang sejuk. Sinar matahari tertutup oleh bayangan tebing-tebing yang tinggi.  Tak lupa juga membawa peralatan memasak dan bahan makanan. ”Biasanya teman-teman memanjat, kalau capai makan dan tidur dulu. Setelah itu manjat lagi,” kata Krisna.

siung18

Foto: Yuhan Perdana

Foto: Maulana Surya

Foto: Maulana Surya

Selesai belajar memanjat, kami memutuskan melepaskan lelah di pinggir pantai. Perut juga sudah menagih untuk diisi. Santap siang di warung pinggir pantai dengan menu sederhana terasa nikmat sekali. Harganya pun sangat murah, membuat kami kaget saat hendak membayar. Petualangan di Pantai Siung akhirnya ditutup dengan duduk tenang di atas tikar. Kami juga membawa hammock untuk berbaring melepas lelah. Beginilah cara indah menikmati akhir pekan. Santai dan bahagia.

Gunungkidul, 16 Agustus 2014

About yusmei
Tergila-gila dengan membaca dan menulis...Punya mimpi menelusuri sudut-sudut dunia

47 Responses to Pantai Favorit Pemanjat Tebing

  1. chris13jkt says:

    Seru juga Yus bisa ikut manjat-manjat gitu. Kalau aku sih sekarang betul-betul jadi penonton aja, mau dipaksapun menolak. Udah keberatan badan juga soalnya 😀

  2. nyonyasepatu says:

    seru ya manjat2 gitu tapi pasti aku gagal deh Yus, secara bokong gede banget haha

  3. Fahmi Anhar says:

    WOW !! KEWL !!
    AKOH NGEFANS SAMA KAMOH KAAAAK !!
    KAMOH WANITA PEMBERANI !!
    PANJAT HATIKU KAK, PANJAAAT !!!

  4. kalo inget pantai ini jadi mesem2 sendiri , dua tahun lalu ke jogja niatnya bacpackeran terus tante tahu eh di jemput dengan rombongan terus diajakin piknik ke sini. Sumpah udah nggaya2 pake ransel eh duduknya di tiker terus buka rantang dan termos nasi

  5. winnymarch says:

    estrim bgt manjat tebing tp seru kayaknya kak Yus

  6. dee nicole says:

    Mbok nek penek penekan ngono aku dijaki….😦

  7. Aku aja yg orang Jogja belum pernah ke situ #WargaJogjaGagal. Duh, jadi inget dulu aku pernah gabung klub Pecinta Alam buat menghilangkan fobia terhadap ketinggian :p

    Itu kalau kaki terlepas dari pijakan atau tangan lepas dari tali gpp kok, mbak. Tubuhnya udah ditahan sama tali karmantel yg konon bisa membawa beban sekian puluh kg. Dulu pas coba panjat tebing di daerah Klaten, kakiku gemeteran hebat! Malu-maluin hahaha.

  8. asik nih manjat di siung. belum kesampean manjat di sana aku mba..

  9. Wah mau dong diajak ke pantai ini sambil belajar manjat…

  10. Kalau panjat tebing sih aku belom pernah coba ya, tapi kalau rappeling aku udah pernah ^^ serem, tapi seruuu bermain main sama tebing itu😀

  11. Bolak balik ke pantai ini tapi malah belum explore ke spot ini…

  12. bishop says:

    wah…perlu dicoba nih😀

  13. yofangga says:

    Aku uda lama pengen kesini belum kesampean kak😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: