Kopi Penguat Memori

Suasana di Warung Kupi Kuli Belitung Timur

Suasana di Warung Kupi Kuli Belitung Timur

Tepat setelah 1 tahun 2 bulan 22 hari, lidah saya akhirnya kembali mengecap rasa kopi. Segelas kopi panas mengepul di hadapan saya begitu menggoda selera. Ini agak aneh mengingat saya bukan penikmat apalagi pencandu kopi. Pencandu tak mungkin puasa minum kopi selama lebih dari setahun kan?

Saya ingat betul, momen terakhir mencecapi kopi adalah di Sanggar Genjah Arum, Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi. Saat itu, saya dan teman-teman dijamu Pak Iwan Setiawan, seorang juri kopi internasional. Kopi seduhannya betul-betul nikmat. Kenikmatan berlipat saat Pak Iwan melontarkan kalimat saktinya. “Sekali menyeduh kopi saya, berarti kita telah bersaudara.” Hati kami langsung hangat.

Setelah momen di Banyuwangi, saya kembali melupakan kopi. Tapi siapakah yang bisa menahan godaan menyeruput kopi jika berada di Belitung Timur? Warung kopi adalah urat nadi kehidupan di sana. Yaaap..inilah tempat yang tepat untuk “berbuka puasa” kopi. Segelas kopi hitam dari warung Kupi Kuli di kompleks Museum Kata Andrea Hirata di Gantong, mengalir pelan di tenggorokan saya. Pahit tentu saja, tapi nikmat.

Kopi Beltim

Kopi hitam dari Kupi Kuli Gantong

Suasana hangat di Wakop Millenium, Manggar, Belitung Timur

Suasana hangat di Wakop Millenium, Manggar, Belitung Timur

Ternyata segelas tidak cukup. Malam berikutnya saya berada di Manggar, daerah yang berjuluk Kota 1001 Warung Kopi. Bagaimana mungkin saya tak tergoda? Sekumpulan teman, percakapan, nyanyian, dan pisang goreng panas di Warung Kopi Millenium membuat segelas kopi kembali menyapa lidah. Enak betul. Candu kopi Belitung Timur belum berakhir. Malam berikutnya saya kembali menyeruput segelas kopi hitam. Tiga gelas kopi dalam tiga hari adalah rekor bagi saya.

Dalam setiap perjalanan, kamera dan mata adalah alat untuk merekam memori. Dalam momen tertentu, kopi menjadi penguat memori itu. Rasanya akan melekat di lidah dan perlahan turun ke hati.

Tulisan ini diikutsertakan dalam kompetisi tulisan pendek T & C #DiBalikSecangkirKopi

Facebook : Yus Mei Sawitri
Twitter : @usemay

Belitung Timur, 22 September 2014

About yusmei
Tergila-gila dengan membaca dan menulis...Punya mimpi menelusuri sudut-sudut dunia

14 Responses to Kopi Penguat Memori

  1. Gara says:

    Tiga kelas kopi dalam tiga hari, masih bisa tidur kan, Mbak? Hihi.
    Good luck dengan lombanya! :hoho

  2. nyonyasepatu says:

    semoga menang ya🙂

  3. chris13jkt says:

    Aku termasuk pecandu kopi yang terpaksa harus puasa kopi nih Yus. Masih harus nunggu setahun lagi baru boleh ngopi lagi 😦

  4. dee nicole says:

    Kalimat pertama bikin geli. Kalimat terakhir mantap! ^.^

  5. Rivanlee says:

    wah, kota palng banyak warung kopi ya.. jadi penasaran

  6. krisna says:

    3 gelas kopi belitung sudah saya sruput..masih ada bergelas2 yg lain…makasih mb…

  7. Aku kok kurang bisa nikmati rasa original kopi panas, selalu saja es cappucino atau es milo kalo lagi terpaksa di warung kopi😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: