Sri Lanka Point

bali1

Berada di Bali tanpa mampir ke pantai? Rugi banget. Jadi saya ngotot mengajak Harsi melipir ke pantai setelah acara resmi yang kami ikuti kelar. Pantai manapun boleh, yang penting bisa santai-santaian sambil lihat laut. Pilihan pantai di Nusa Dua ternyata sangat terbatas. Kami bingung memilih. Untunglah ada Kadek, sahabat saya saat kuliah yang merupakan orang Bali asli. Dia kebetulan bisa menjemput dan mengantar kami berburu sunset ke pantai. ”Ke Sri Langka Point saja ya,” kata dia. Pantai apaan itu, kok belum pernah dengar? Tapi ya sudahlah, kami iyain saja.

Kami tiba di Sri Langka Point sekitar jam 5.15 sore dan langsung girang bukan main. Ternyata sedang ada upacara adat Melasti! Memang upacaranya sudah selesai, tinggal buntutnya saja. Puluhan warga Bali, dari anak-anak sampai orang lanjut usia tampak berjalan beriringan meninggalkan pantai. Mereka mengenakan pakaian adat Bali sembari mengusung berbagai piranti untuk upacara adat. Indah sekali. Kami langsung berlari untuk mengabadikan pemandangan menawan itu dengan kamera.

Setelah rombongan peserta upacara Melasti berlalu, barulah kami mendapat cerita dari Kadek tentang Sri Lanka Point. Ternyata Sri Lanka Point ini adalah break point yang tersohor di kalangan peselancar. Lokasinya di dekat Hotel Club Med, Nusa Dua. Kadek sih mengaku sering mengunjungi tempat ini untuk surfing. Usut punya usut, nama Sri Lanka Point diberikan karena konon ombak di pantai tersebut mirip dengan ombak di Sri Lanka sana. Benar atau tidak, silakan cek langsung ke Sri Lanka hehehe.

”Trus sunsetnya di sebelah mana Dek?”. Saya bertanya karena tak sedikit pun melihat tanda-tanda keberadaan matahari di garis batas cakrawala. Jawaban Kadek membuat saya ngakak. Ternyata kami memang tak akan mungkin bisa melihat matahari terbenam di pantai itu. Kalau sunrise baru bisa. Yasudahlah…

Pantai dan layang-layang

Pantai dan layang-layang

Anak-anak pantai

Anak-anak pantai

bali10

Suasana Sri Langka Point sore itu tak terlalu riuh, namun juga tak sepi. Beberapa anak terlihat sedang bermain layang-layang bersama orang tuanya. Ada juga rombongan keluarga yang bermain air atau sekadar duduk-duduk santai di pasir. Beberapa sejoli bersantai sembari memandangi laut sore. Jauh di ujung pantai, sekelompok pemuda ramai bermain voli pantai. Sore yang riang dan penuh warna. Tak menyesal saya mencuri-curi waktu untuk mampir ke sana.

Bali, 24 November 2014

About yusmei
Tergila-gila dengan membaca dan menulis...Punya mimpi menelusuri sudut-sudut dunia

22 Responses to Sri Lanka Point

  1. Dian Rustya says:

    Ngliat foto yg terakhir, aku jd inget Kokoh :’)

  2. buzzerbeezz says:

    Kirain mbak Mei udah sampe Sri Lanka beneran..

  3. rintadita says:

    bangku sebelah kanan masih cukup tuh space-nya buat yang di Med…. AAAKK *dibekep selendang*😀

  4. mawi wijna says:

    Jangan-jangan di Sri Lanka juga ada Bali Point? Hahaha😀

    Eh, ini berarti sekitar bulan Maret ya mbak? Sayang emang langitnya masih mendung..

  5. Gara says:

    Bagi saya, pantai di kala mendung itu nggak kalah dengan pantai saat matahari sudi menampakkan diri. Misterius-misterius bagaimana gitu :hehe. Keren memang alam Bali!
    Dan itu, Melasti! Saya jadi ingat, waktu masih kecil selalu setia ikut Melasti, biasanya saya jadi tukang bawa-bawa payung atau tombak. Seru, berjalan beriringan dengan pakaian adat terus dilihatin para wisatawan. Masih untung bisa tahan diri, kalau nggak mungkin saya sudah pose kali :haha.
    Ditunggu cerita selanjutnya😀

    • yusmei says:

      Benerr banget…masing2 punya sisi menarik, baik yang pas mendung atau pas matahari cerah. Waah dari kecil tinggal di bali ya? kok bisa ikutan melasti, pasti seru!😀 ….hahaha ternyata bibit narsisnya udah ada sejak bocah

      • Gara says:

        Seru banget, Mbak.
        Saya kan orang Bali, agama Hindu, jadi kalau ada Melasti di pura dekat rumah, biasanya ikut :hehe.
        Hihi, bukan narsis. Saya cuma sadar kalau beberapa meter di depan sana ada lensa mengintai, jadi jaga sikap aja :haha.

      • yusmei says:

        Waah asyik banget ya. Masih penasaran lihat Ngaben nih Gara, tapi kan waktunya gak bisa diprediksi kapan. Sepertinya kalau bisa lihat ngaben, apalagi yang kasta brahmana pasti bakal mengesankan😀

  6. Baru tau ttg srilangka point ini, kalo club med nya dah sering wora wiri

  7. Citra Rahman says:

    Tadi sebelum klik “read more” mikir: ini pasti cerita pelesiran di Sri Lanka. Eh ternyata salah. Masih di Indonesia rupanya.😀

  8. indrijuwono says:

    Heih, bagus memang kalau kebetulan ada Melasti. iring-iringannya cantik banget..

  9. Foto yang pertama cakep banget🙂 Beruntung banget pas Melasti.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: