Kisah Perahu Kater

kater5

Warna warni perahu kater

Pria berpakaian abu-abu itu lincah mengayunkan kapak ke kayu besar di depannya. Serpihan-serpihan kayu perlahan semakin menumpuk di sekitarnya. Sepintas mirip tumpukan daun kering di musim gugur.

Sembari mengabadikan aktivitas pria tersebut dengan kamera, saya dan sejumlah peserta Tour de Beltim 2014 mengajak pria bertopi tersebut ngobrol di pinggir Pantai Pantai Serdang, Desa Baru Kecamatan Manggar. Pak Apit namanya. Usianya setengah abad kurang tiga tahun. Beliau adalah salah satu pembuat perahu kater khas Belitung Timur. Perahu tradisional ini akarnya dari Bawean, Jawa Timur.

Kater ini semacam perahu kecil. Di kedua sisi perahu terdapat “tangan” yang berfungsi sebagai penyeimbang perahu. Perahu kater Belitung Timur sangat khas. Berwarna-warni, sedap dipandang mata. Merah, kuning, biru, hijau dan lainnya. Sepintas saya ingat dengan warna-warni kapal di Pelabuhan Muncar Banyuwangi. Tentu saja ukuran kapal di Muncar berlipat-lipat lebih besar dibandingkan perahu kater.

Kayu yang digarap Pak Apit sudah mulai membentuk perahu, meski belum sempurna. Bentuknya pipih memanjang. Paling hanya bisa ditumpangi beberapa orang. Sudah puluhan perahu kater lahir dari keterampilan tangan Pak Apit. ”Karena ukurannya tidak terlalu besar, perahu ini saya buat sendirian,” kata Pak Apit mengawali ceritanya.

kater4kater3

Pak Apit biasanya merampungkan satu perahu dalam waktu dua bulan. Bahan baku yang dipakainya kayu meranti. Kadang juga menggunakan kayu binong, yang kualitasnya sepadan dengan meranti. Hanya kayu berukuran besar yang bisa disulap menjadi perahu kater. ”Kalau bikin mentah gini, biasanya saya dibayar Rp7 juta. Nanti yang mengecat orang lain.”

Beranjak ke sisi lain Pantai Serdang, saya menjumpai Pak Hasanudin. Beliau sedang mengecat sebuah perahu kater pesanan orang. Upah yang didapatnya sebesar Rp1 juta. Biasanya pengecatan selesai dalam sepekan. ”Saya ini orang Bugis, sudah tinggal di Kampung Serdang sejak tahun 1982. Orang Bugis di Serdang jumlahnya lumayan banyak,” kata Pak Hasanudin.

Orang Bugis memang dikenal sebagai pelaut ulung. Dengan bermodal kepandaian membaca bintang di langit dan isyarat alam, mereka mengarungi samudra dan benua. Darah pelaut itu sepertinya juga mengalir dalam tubuh Pak Hasanudin. Selain mengecat perahu, beliau juga biasa melaut mencari ikan. Perahu kater untuk melaut biasanya muat diisi dua orang. Dahulu kala, perahu kater menggunakan layar. Seiring bergulirnya waktu, perahu kater pun menggunakan mesin. Mungkin supaya lebih praktis. Jam melaut Pak Hasanudin hampir selalu sama. ”Biasanya berangkat jam 03.00 dini hari dan kembali ke darat jam 15.00 sore.”

kater7kater9Puas bercakap-cakap, saya melangkahkan kaki menuju deretan perahu kater yang berada di pinggir pantai. Warnanya benar-benar menyegarkan mata. Di beberapa perahu, bisa dijumpai semacam hiasan di bagian depan kapal. Bentuknya macam-macam, tapi kebanyakan kepala burung. Ada juga kapal yang berhias tulisan nama partai politik. Kurang sedap sebenarnya. Tapi sudahlah…

Pantai Serdang memang salah satu lokasi di mana kita bisa menjumpai kumpulan perahu kater. Perahu nelayan tradisional itu juga bisa ditemukan di kawasan Pantai Lalang di Desa Lalang Kecamatan Manggar, atau di Pantai Burong Mandi, yang berada di Desa Burong Mandi, Kecamatan Damar. Belitung Timur memang gudangnya perahu kater.

Tak salah jika Pemkab Beltim terus mempromosikan perahu kater sebagai salah satu ikon pariwisata mereka. Salah satunya dengan menggelar lomba perahu perahu kater, seperti tahun lalu yang dilaksanakan di Pantai Serdang. Apa yang ditempuh Pemkab Belitung Timur mungkin salah satu cara untuk melestarikan perahu tradisional tersebut agar terus lestari hingga berganti-ganti generasi. Mari kita dukung.

Belitung Timur, 25 September 2014

About yusmei
Tergila-gila dengan membaca dan menulis...Punya mimpi menelusuri sudut-sudut dunia

25 Responses to Kisah Perahu Kater

  1. buzzerbeezz says:

    inget tgm 19 lho mbak setor tulisan famtripjateng :p

  2. Gara says:

    Perahunya colorful. Semoga benar-benar bisa bertahan sampai cucunya anak cucu😀

  3. Alid Abdul says:

    Jadi gadis yg berdiri di samping perahu itu sales marketingnya ya? berasa kayak di showroom mobil haha

  4. MS says:

    perahunya cantik, meriah dengan warna ngejreng…
    ikutan naik salah satunya mbak?

  5. indrijuwono says:

    mbaknyaaa, itu kalau di samping perahu kelihatan kurus yak.
    ayo berdiri di samping kucing biar gemuuk..

  6. dee nicole says:

    Dulu pakai layar gak pusing mikir bbm. Pake layar juga ga usah jauh2 melaut,ikannya didekat2 pulau juga banyak. Sekarang musti pake mesin,melautnya jauh2,ikannya abis dicolongin *curhatpelaut

  7. Fier says:

    Baru kali ini saya lihat perahu yang punya gaya. Keren dah. Lain daripada yang lain

  8. winnymarch says:

    cakep ya kak perahunya

  9. ndop says:

    Eyaolo, kuwi kostummu jian mecing karo perahune mbak. Bener jarene kolid, wis cocok dadi espege perahu kater hahaha..

    Dodolan perahu ndik instagram “Open order sis, perahu kater, ready stock warna pink, magenta, ijo toska, sama ungu lavender. Kontak ada di bio ya sis.”

    Hahhaa

    • yusmei says:

      Hahaha asyem malah diomongi koyo espege. Tp idene brilian kui, open order ng instagram…prospek bisnis yahud, lumayan nek satu kapal bathi sejuta hahaha

  10. Salam Mbak,
    Wah perahunya bagus-bagus. Jadi inget jukung hias di Palangka Raya. Pernah lihat nggak Mbak? Biasanya ada perlombaan perahu naga hias di Palangka Raya setiap pertengahan Mei dalam festival budaya Kalimantan Tengah setiap tahun.
    Oya, selamat tahun baru ya Mbak. Semoga apa yg diharapkan di tahun ini bisa terwujud dgn baik.

    • yusmei says:

      Salam juga mas
      Wah belum pernah ke palangkaraya mas. Kalimantan baru bisa ke balikpapan dan samarinda. Kayaknya menarik mengagendakan ke sana pas festival perahu naga. Seru…
      Selamat tahun baru juga ya mas, semoga lebih baik dari tahun2 sebelumnya. Amin🙂

      • Amin yarabbal alamin. Agendakan ya Mbak, sebab acaranya seru diselenggarakan setiap tahun pada bulan Mei. Kurang lebih terdapat 50 jenis perlombaan di sana. Beberapa di antaranya : Lomba gasing, bekayuh hantu (balap perahu panjang), jukung hias (perahu naga), menebang pohon, menyumpit, memanah, menangkap ikan, putra-putri pariwisata, dll. Sebagai tambahan informasi Palangka Raya dijuluki sebagai kota cantik lho Mbak. Jangan lewatkan ya🙂

      • yusmei says:

        Baru tau kalau julukannya palangkaraya itu kota cantik. Taunya itu kota yg desainnya ada andil bung karno. Semoga ada rezeki dan cuti, bisa main ke sana. Makasih infonya mas🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: