Pesona Tersembunyi Belitung Timur

Bentang alam Belitung Timur memang kalah aduhai dari kabupaten tetangganya, Belitung Barat. Tapi jangan salah, Beltim juga menyimpan sejuta (banyak banget ya) pesona, terutama wisata budayanya. Nah, pemerintah Beltim sadar betul wisata budaya ini bisa menjadi modal untuk mengembangkan denyut pariwisata di wilayah mereka. Apa saja pesona tersembunyi di kabupaten Laskar Pelangi ini?

Bertualang ke Kebun Lada

Beruntung sekali saya mendapat undangan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Beltim untuk mengikuti program Tour de Beltim 2014, bersama sekitar 25 peserta lain. Salah satu sesi terseru adalah diajak bertualang ke kebun lada! Belitung memang dikenal sebagai salah satu daerah penghasil lada di Indonesia.

Berlindung dari cabikan daun kelapa sawit

Berlindung dari cabikan daun kelapa sawit

Kebun lada kami datangi adalah milik Pak Bari di Kecamatan Dendang. Sebelum berangkat kami dibekali terindak, sejenis caping. Perjalanan ke kebun cukup menantang. Kami harus beramai-ramai naik truk di tengah teriknya sinar matahari. Memasuki kebun sabut, kami harus merunduk menghindari pelepah-pelepah sawit. Ooh..pantas kami dibekali terindak.😀

Kebun lada Pak Bari luasnya sekitar 2 hektare. Tanamannya ada yang masih kecil berusia 8 bulan, ada juga yang sudah umur 3 tahun. Dan terima kasih Dinas Pariwisata Beltim, akhirnya saya tahu juga bentuk tanaman lada (duh malu). ”Ini lada putih. Setelah dipetik lada direndam 12 hari, kemudian dijemur dua hari. Sekilo dijual sekitar Rp144.000,” cerita Pak Bari, sembari mempraktikkan cara memanen lada kepada kami.

Belajar Bahasa Belitong

Tak kenal maka tak sayang. Katanya sih gitu. Jadi cocok banget saat kegiatan ”Kelas Bahase Belitong” dimasukkan ke itinerary. Pihak penyelenggara juga canggih banget milih tempatnya, di sebuah tepi danau bekas galian tambah timah. Suasana tambah syahdu karena langit senjanya sangat indah. Wow banget!

Belajar bahasa Belitong di pinggir danau bekas tambang timah

Belajar bahasa Belitong di pinggir danau bekas tambang timah

Kelas bahasa Belitong ini dikomandoi dua guru yang memakai pakaian adat Belitung lengkap. Pak Jaya dan Bu Nur Haryati. Cara mengajar mereka santai dan kocak, alhasil kami para muridnya jadi semangat. Sore itu kami diajari lagu Belitung yang sangat asoi.

Kepice kepice ade jeramba gede.

Aik Gemuro…aik gemuro..be bue..bue..

Museum Kata

Ingin napak tilas novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata yang fenomenal itu? Silakan mampir ke Museum Kata di Jalan Raya Laskar Pelangi No.7, Gantong, Belitung Timur. Ini adalah sebuah museum sastra. Rangkaian kata inspiratif bertebaran di setiap sudut museum tersebut. “Bacalah, read, iqro, leggere, lire, lasa den”. Semua kata tersebut bermakna sama : baca!.

museum kata4

Selain mengupas tentang perjalan novel-novel karya Andrea Hirata, kita juga bisa mengenal karya-karya dari sastrawan dunia. Dan jangan lupa, sempatkan sejenak mencicipi kopi di kedai “Kupi Kuli” yang berada di salah satu ruangan museum ini. Dijamin sedap.😀

Sekolah Laskar Pelangi

Saya termasuk salah satu orang yang tertarik ingin mengenal Belitung setelah membaca novel Laskar Pelangi. Maklum, ingatan saya tentang Belitung hanya terbatas pada penggalan pelajaran di SD tentang keberadaan pulau penghasil timah. Ingat RPUL kan (ketahuan anak jadul)?

sekolah laskar pelangi1

Sekolah yang kami datangi di Kecamatan Gantong ini memang bukan sekolah asli yang dulunya menjadi tempat belajar Ikal, Lintang, Sahara, Mahar, A Kiong, Syahdan, Kucai dan lain-lain. Namun, replika sekolah itu dibuat mirip aslinya, dengan bangku dan kursi seadanya, serta dinding kayu yang bolong-bolong. Ada juga kayu besar untuk menyangga dinding kelas yang hampir roboh, persis seperti yang digambarkan di novel Laskar Pelangi. Keren deh.

Ngopi di Manggar

Berkunjung ke Beltim rasanya kurang lengkap jika tak menyempatkan ngopi di Kota Manggar. Warung-warung kopi bertebaran di setiap sudut kota ini. Pantas saja dijuluki Kota 1001 Warung Kopi. Kopi ada di mana-mana.

Warung Kopi Atet

Warung Kopi Atet

Belitung sebenarnya bukan penghasil kopi. Kopi-kopi yang dikonsumsi masyarakat setempat didatangkan dari daerah lain, terutama Lampung. Tapi ngopi sudah menjadi budaya masyakarat Belitung. Mungkin seperti wedangan atau angkringan di Solo dan Jogja. Salah satu warung kopi yang tertua di Belitung adalah warung kopi Atet. Namun, nongkrong di warung-warung kopi lainnya juga tak kalah menyenangkan. Mau lihat interaksi khas masyarakat Belitung? Datanglah ke warung kopi.

Kelenteng Dewi Kwan Im

Saya suka sekali kelenteng ini. Lokasinya di Bukit Batu, di Desa Burung Mandi. Yup, klenteng benar-benar terletak di bukit, dengan bonus view pepohonan yang hijau dan pemandangan laut. Menurut salah seorang penjaga, klenteng ini dibangun pada 1747 dan baru sekali dipugar pada 1987. Patung Dewi Kwan In di klenteng itu konon ditemukan di laut Burung Mandi, oleh seorang nelayan asal Tiongkok.

kelenteng dewi kwan im2

Nah, bagi yang percaya dengan ramal-meramal, bisa menjajal menanyakan peruntungan di klenteng ini lewat ritual Ciam Si. Beberapa teman sempat mencoba ritual ini. Membaca ramalannya berdasar syair-syair kuno. Ada penjaga khusus yang menerjemahkan arti ramalan-ramalan kuno itu. Kok saya agak menyesal ya dulu tidak menjajal juga.Sudahlah.

Pantai Punai

Pantai di Belitung Timur memang tak seeksotis di Belitung Barat. Tapi jangan khawatir Beltim tetap punya pantai-pantai keren kok, salah satunya Pantai Punai. Pantai ini punya batu-batu granit berukuran besar yang menjadi daya tariknya.

pantai punai Jika ingin menikmati sunset, menyeberanglah sedikit ke tumpukan batu besar yang ada menaranya. Menyeberangnya tidak susah kok, hanya cukup bermodal hati-hati. Dari tempat tersebut kita bisa melihat sunset dengan lebih maksimal, sembari mengamati kapal yang kadang kala lewat maupun menepi. Saat itu, saya dan teman-teman juga sempat beryoga di pinggir pantai. Ternyata asyik! Selain Pantai Punai, ada juga Pantai Serdang, Pantai Burung Mandi, Pantai Nyiur Melambai, dan Pantai Bukit Batu.

Bermain Patok Lele di Pantai

Selalu ada jiwa anak-anak dalam diri setiap orang. Begitu katanya. Tak heran, kami girang ketika diajak bermain patok lele di pinggir pantai. Kalau di Jawa Tengah, permainan ini dikenal dengan nama benthik.

patok lele Cara mainnya sangat sederhana. Ada dua kelompok yang berhadap-hadapan. Piranti utamanya adalah sebatang kayu kecil yang dipukul, dan kayu yang lebih besar dan panjang untuk memukul. Salah satu regu bertugas memukul kayu, sedangkan regu lainnya bertugas menangkap. Kelompok yang lebih dulu mengumpulkan poin tertentu yang jadi pemenang. Sayang sekali sore itu kelompok saya langsung keok dan dapat poin super kecil. Duh.

Kebun Durian Koh Hasan

Bagi penyuka durian, coba mampir ke kebun durian montong milik Koh Hasan di Kecamatan Kelapa Kampit. Durian dari kebun ini tersohor kelezatannya. Saya sulit mendeskripsikan bagaimana cita rasanya, secara saya tak doyan durian.

durian koh hasan

Tapi menurut beberapa teman yang mencicipi, rasanya memang yahud. Koh Hasan juga menyediakan varian makanan bercita rasa durian, yaitu serabi daun suji dan ketan dengan kuah durian montong. Saya sempat nyicip ketannya dan serabinya, tapi tanpa kuah. Sama aja boong dong ya😀

So, tertarik datang ke Belitung Timur?

Belitung Timur, 23 September 2014

About yusmei
Tergila-gila dengan membaca dan menulis...Punya mimpi menelusuri sudut-sudut dunia

72 Responses to Pesona Tersembunyi Belitung Timur

  1. buzzerbeezz says:

    Baca jurnal perjalananmu ke Beltim ini kok aku iri ya kenapa dulu telat tahunya soal event undangan itu.. Huhuhu..

    • yusmei says:

      Eh zizah pas itu gak ngabarin ya ri? Aku ikutnya juga udah hampir telat2 gitu

      • buzzerbeezz says:

        Seharusnya aku tahu dari salah satu milis sih yg aku ikuti mbak. Tapi ternyata lama baru aku buka dan udah telat. Terus, waktu itu kan sebenernya juga lagi sibuk babyhoneymoon terus persiapan mau ke Beijing. Jadi agak2 skip. Hahaha.. Emang belum rejeki sih😀

      • yusmei says:

        Kan udah dituker beijing. Wis impaaass haha

      • Olive B says:

        aku donk iseng daftar jelang mau berangkat eh nasib baik, ada yg cancel trip jadilah aku masuk list daaaaan begitu terima itin lhaaaa ada namanya Usemay & Zou😉

      • yusmei says:

        Hahaha itu namanya super lucky mbak olive. Dan setelah sekian lama dan sempat gagal janjian di jakarta, akhirnya ketemu juga,..:)))

  2. Dita says:

    Ajarin bahasa belitong😀

  3. Olive B says:

    eeeh, baru merhatiin foto di sekolahan; orang2 pada nulis kenapa aku main hp ya? wkwkwk

  4. Gara says:

    Banda Aceh juga dijuluki Kota 1001 Warung Kopi :hehe.
    Kalau Mbak tahu Babel dari RPUL, itu bagus. Setidaknya tahu. Saya cuma tahunya Bangka Belitung cuma pecahan Sumatera Selatan. That’s it.
    Itu daging duriannya tebal sekali :mupeng
    Saya (juga) tidak bisa main patok lele. Selalu tidak bisa memukul, dan selalu menghindar dari kayu yang semestinya ditangkap :hahah.

  5. MS says:

    gini nih asyik .. itu itinnya hanya untuk rombongan khusus ini atau udah dipasarkan
    aku juga suka wisata petik2 buah gitu,
    tapi nggak usahlah pake bonus makan lada sepuasnya wk..wk..

    • yusmei says:

      Itinnya udah dipasarkan untuk umum kok mbak, asal berombongan. Kalau ntar minat, dikirimin contact personnya buat mesen itin yg asik gini. Kalau makan lada gak minat, tp kalo dikasih bonus lada sekarung mau kan? Haha

  6. Aulia Fitri says:

    Ingat lada jadi ingat dengan sejarah lada di Aceh dulu yang begitu masyhur, namun sekarang sudah tak berkibar lagi walaupun ada beberapa penghasil lada. Padahal ini bisa menarik wisatawan juga ya😀

  7. mawi wijna says:

    tempat yg biasa jadi incaran saya apa juga ada di belitung timur? #kode

  8. cerita4musim says:

    Nah media trip kek gini pasti asik bgt krn pesertanya bukan yg “lu lagi lu lagi” huahaaaa
    Baca alur cerita perjalanannya jg lbh fresh🙂

  9. Kebun ladanya bikin kepingin ke sana… Btw knapa takut jajal ciam si lagi, mbak? Takut dapet ramalan jelek kah? hehehe

  10. winnymarch says:

    Udah ke belitung aja kak mey

  11. Aku mau ke warung kopinyaaa! Selain karena suka ngopi, juga biar bisa berinteraksi dengan warga lokal. Pasti asik deh.

    Sama, mbak. Aku juga ora doyan duren😀

    Keren nih mbak Yusmei. Udah diundang sama dinas pariwisata daerah-daerah euy. Udah jadi blogger tidak biasa-biasa saja. Aku kapan ya?😦

  12. sangat mengapresiasi pemda yg ngundang blogger lokal kaya gini , kaya ada pertukaran budaya meski sama2 di Indonesia. Ketimbang acara yang dari pusat ke daerah terus dijamu di daerah dan ngga ada apa2 setelah itu, kaya pejabat2 yg berkunjung ke daerah.

    Lalu berkata “kementrian denger gue”. situ pion ngaku raja

  13. Ah lucu trip nya, pake belajar bahasa belitung segala🙂

  14. Frame foto sekolah Laskar Pelangi keren banget mbak. Waktu ke sana, aku kok gak kepikiran bikin yang ini ya..Halah dasarnya aja aku gak kreatif ya..

  15. indrijuwono says:

    aku malem-malem kok mampir sini jadi pengen ke belitong lagi. dulu sempet heeh pengen ikut lewat milis yang kayaknya sama dgn ari, deh. tapi krn mau resign, jadi nggak jadi ikut. pas njuk ning wiken terakhirku.

  16. ryandikazam says:

    kota nya pak Ahok nih gan, oh ya mampir sekalian silaturahmi. Saya pemain baru gan. Salam kenal

  17. mumun indohoy says:

    Menarik. Hingga September kemarin, Dinas Pariwisatanya tetap mengunggulkan lokasi Laskar Pelangi. Kebun lada dan permainan rakyatnya seru yaaa…

    • yusmei says:

      Kalau Laskar Pelangi tetap jadi unggulan, tetap paling menarik. Tapi ide memperkayanya dengan wisata budaya sangat pas…jadi seruuu. Yang patok lele itu lucu *buat yang menang*😀

  18. ndop says:

    Aku pingin mrono juga. Pingin numpak pesawat. pingin check in hotel, pingin kabeh hahahhaa.. Lah kak Yus gak doyan duren? Wah pelanggaran hahah..

    Eh bapak yg metik lada sama mas mas pakai kaos hitam badannya bagus ya #eh

  19. chris13jkt says:

    Ternyata banyak yang menarik juga di Beltim ya Yus. Jadi pengen balik ke sana lagi. Dulu pas ke sana memang lebih banyak nguprek di Belitung Barat.

    • yusmei says:

      Selama ini memang belitung barat lebih menarik wisatawan karena bentang alamnya mendukung. Semoga upaya beltim ini berhasil mendongkrak wisata mereka ya om🙂

  20. noerazhka says:

    Baca tulisan ini, jadi inget, belom banyak nulis tentang Belitung Timur. Duh ..😦

  21. Rifqy Faiza Rahman says:

    Hadeeeeuh, nggarai pengen ae merono!😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: