Nasib Moyes dan Utang Pemain United

Moyes, Mata dan Rooney

Moyes, Mata dan Rooney (Foto Daily Mail)

Suatu malam di sebuah rumah makan siap saji di Kota Solo berkembang obrolan seru. Pelakunya serombongan fans Manchester United yang berkumpul dengan wajah muram. Tim kesayangan mereka baru saja kalah. Itu bukan kekalahan yang pertama musim ini. Keadaan bertambah buruk.

Obrolan mereka mengarah pada penyebab melempemnya performa tim sepeninggal Sir Alex Ferguson yang memutuskan pensiun, Mei tahun lalu. Berbagai teori mencuat, khas ulasan komentator sepak bola andal di televisi. Tetapi, akhirnya semua sepakat sang manajer baru, David Moyes adalah faktor terpenting. Berapa lama waktu yang harus diberikan kepada Moyes untuk membuktikan diri? Setahun, tiga tahun, atau enam tahun seperti yang tercantum di kontraknya?

Read more of this post

Advertisements

Good Luck, Park!

Jersey garis-garis biru putih. Rasanya aneh melihat kostum itu melekat di tubuh Park Ji Sung. Warna merah sepertinya lebih cocok. Jersey merah dengan emblem Manchester United.

Tapi, kini saya benar-benar sadar Park sudah meninggalkan Theatre of Dreams. Dia tak akan lagi jatuh bangun mengejar bola dan meneteskan keringat dalam balutan jersey Red Devils. Park sudah menemukan pelabuhan barunya. Queens Park Rangers.

Foto: manutd.com

Read more of this post

Arise Sir Ryan Giggs

“Seseorang pemain yang unik. Itu kontribusi luar biasa. Pengalaman dan ketenangannya sangat vital. Dia beruntung fisiknya masih prima dan dia punya keseimbangan fantastis. Itu akan selalu menjadi asetnya. Untuk bermain di usia 37 tahun membutuhkan pengorbanan besar.”

Sederet kalimat tersebut meluncur dari bibir manajer MU, Sir Alex Ferguson, seusai Manchester United menyingkirkan Chelsea dari pentas Liga Champions. Tak sulit menebak untuk siapa pujian setinggi langit itu dialamatkan. Ya, sang pemain veteran, Ryan Giggs.
Read more of this post

Old Trafford tanpa The Flying Dutchman

Puja-puji tercurah untuk Wayne Rooney ketika Manchester United menundukkan Chelsea 1-0 di Stadion Stamford Bridge, Kamis (7/4) dini hari WIB. Wajar memang, karena berkat gol semata wayang itu Roo mengakhiri kutukan MU yang selama 9 tahun tak pernah menang di Stamford Bridge. Apalagi kans MU melenggang ke semifinal Liga Champions jadi bersinar terang.

Edwin van der Sar (foto: manutd.com)

Read more of this post

Penyakit aneh

Saya menyebut penyakit ini aneh. Kurang aneh apa jika datangnya hanya di saat-saat khusus. Tepatnya kala menyaksikan tim kesayangan bertanding. Yang saya maksud di sini adalah klub tersohor dunia, Manchester United.

Selama bertahun-tahun penyakitnya selalu sama. Namun kadar keparahannya berbeda-beda. Tergantung krusial atau tidaknya laga yang tengah dijalani Setan Merah. Jika MU sedang melakoni partai penting seperti final Liga Champions, penyakit ini bakal semakin menjadi-jadi. Begitu juga ketika Setan Merah berjibaku melawan rival-rival tradisonal dan berat, seperti Liverpool, Chelsea, Manchester City atau Arsenal. Beda kadarnya dibandingkan saat Red Devils hanya menjamu tim gurem macam Reading atau Wolverhampton Wanderers.

Seperti apa sih penyakitnya? Pokoknya susah dijelaskan dengan kata-kata. Gejala pertamanya adalah deg-degan dan hati tidak tenang. Ketika pertandingan bertambah menegangkan, gejala lainnya pun sontak bermunculan. Yang paling dominan adalah perut mulas dan rasa ingin muntah. Tak heran saya jadi hobi bolak-balik ke belakang. Apalagi bila posisi MU sudah tertinggal. Makin menjadi-jadilah penyakit itu.

Penyakit itu otomatis bakal lenyap jika MU mampu unggul meyakinkan atau mendominasi penuh jalannya laga. Detak jantung kembali normal dan nafsu makan bakal timbul. Tapi jika posisi MU terus terjepit, saya cuma bisa melakukan dua hal. Bolak balik ke belakang atau komat-kamit berdoa supaya MU lekas menang..hehehehehe..

Ketika Fergie melangkah pergi…

Mungkin seperti di Barcelona, Ole Gunnar Solskjaer yang sekarang memanajeri tim B akan menjadi penggantinya. Tetapi saya pikir Jose Mourinho akan menjadi pengganti ideal. Tapi di luar itu semua, seluruh dunia tahu bahwa mimpi penggemar MU adalah melihat King Eric (Cantona) mengambil alih posisi manajer….tapi tunggu dulu…mimpi yang sesungguhnya adalah melihat SAF (Sir Alex Ferguson) tetap bertahan selamanya..”

Tuhan mungkin adalah pengganti yang paling sempurna. Tapi jika tidak mungkin, maka saya yakin Solskjaer adalah orang yang tepat. Dia sudah memenangi liga tim cadangan dan selalu menjadi bagian United.

Foto : manutd.com

Dua pernyataan suporter MU yang dikutip situs goal.com itu adalah jawaban tentang sosok yang paling sesuai untuk menggantikan Ferguson sebagai arsitek United. Jawaban yang menggelitik, tapi bermuara pada satu hal. Ya, Fergie nyaris tak tergantikan.
Read more of this post