Postcard dari Aceh & Bandung

Dua lembar kartu pos istimewa datang ke meja saya dari dua daerah yang lokasinya berjauhan. Mengapa saya menyebutnya istimewa? Soalnya kedua postcard tersebut hasil kreasi dari sang pengirim! Salut….

IMG_1549

IMG_1551

Kartu pos bergambar Lut Tawar Lake di Aceh Tengah ini sukses membuat saya ingin kembali berkunjung Serambi Mekah. Pengirimya Ari , teman dari Aceh yang juga penggila kartu pos. Koleksi kartu pos miliknya bikin iri setengah mati. Ari berpromosi Danau Lut Tawar di Tokengon, Aceh Tengah ini tidak kalah indah dibandingkan Danau Toba. Jejak saya di Aceh baru sebatas Banda Aceh dan Sabang, jadi belum sampai merambah Lut Tawar. Jika dilihat dari gambar di postcard itu, sepertinya suasanan di Danau Laut Tawar menyenangkan. Sejuk dan hijau. Kapan ya bisa ke sana?

Read more of this post

KLA Tak Pernah Kehilangan Pesona

IMG_1528

Adi dan Katon

Form is Temporary, Class is Permanent

Leganya. Setelah lebih dari 12 tahun, akhirnya kesampaian juga menonton lagi konser KLA Project secara langsung. Penantian panjang yang tak sia-sia. Ini kali keempat saya nonton langsung KLA. Aksi panggung mereka ternyata masih sekeren dulu.

Seperti kutipan pembuka di bagian atas, performa itu hanya sementara, sedangkan kelas itu permanen. Band-band baru boleh datang dan pergi, namun KLA tak pernah kehilangan kelasnya. Semua itu dibuktikan sendiri oleh trio Katon, Lilo dan Adi pada konser di The Sunan Hotel Solo, Minggu, 16 Februari.

Read more of this post

Melongok Museum Perangko Indonesia

IMG_1104

Perangko menyimpan banyak cerita. Sejarah, keindahan alam, budaya, promosi pariwisata, bahkan propaganda. Apa pun bisa disampaikan melalui selembar kertas kecil yang menjadi pasangan abadi surat dan kartu pos ini.
Read more of this post

Romantisme Kartu Pos

IMG_1131   IMG_1132

Hari gini berkirim kartu pos? Mungkin bagi sebagian orang, kartu pos dipandang jadul dan ketinggalan jaman. Berkirim kartu pos memang sangat tidak efisien di tengah serbuan kecanggihan teknologi. Mengirimkan gambar dan tulisan kini bisa dilakukan dalam hitungan detik. Sedangkan dengan kartu pos, pesan yang disampaikan kadang baru sampai berhari-hari, bahkan dalam hitungan bulan. Tapi menurut saya, menerima dan mengirim kartu pos itu sensasinya unik. Lebih personal, menyentuh dan romantis. Boleh percaya atau tidak, sampai sekarang saya masih menyimpan kartu pos ucapan selamat ulang tahun dan lebaran atau tahun baru yang saya terima bertahun-tahun silam. Saat iseng membuka dan membaca koleksi kartu pos itu, kadang bisa senyum-senyum sendiri.
Read more of this post

Bali Ndeso Mbangun Mall…

Bukankah sosok pemimpin yang baik adalah orang yang mau mendengarkan dan mempertimbangkan pendapat, harapan dan keinginan rakyat atau masyarakatnya? Bukan malah ngotot mengumbar egonya sendiri? Nyatanya sosok pemimpin ideal seperti itu jumlahnya masih segelintir. Termasuk kategori langka. Buktinya, Provinsi Jawa Tengah belum memiliki sosok pemimpin ideal seperti itu.

Membaca polemik rencana pembangun mal baru di Solo pada berbagai media, saya cuma bisa geleng-geleng kepala. Sudah sepekan perdebatan panas bergulir. Intinya Pemprov Jateng tiba-tiba memberikan izin pembangunan mal baru di bekas Pabrik Es Saripetojo Solo. Tetapi izin itu keluar tanpa berkoordinasi dengan Pemkot Solo karena beralasan bangunan tersebut adalah milik Pemprov Jateng.

Read more of this post

Belajar Dari Atlet Difabel

Belum lama ini saya ditugasi membuat tulisan tentang atlet National Paralympics Comittees (NPCs) Indonesia yang sedang menjalani program pembentukan karakter selama sepekan di markas Grup 2 Kopassus, Kandang Menjangan, Kartasura, Sukoharjo. Mereka adalah atlet-atlet difabel yang akan menjadi tumpuan Indonesia pada kejuaraan ASEAN Para Games (APG) VI di Solo, 12-19 Desember mendatang.

Dengan senang hati, saya jalani tugas itu. Program pembentukan karakter di markas tentara bukan hal baru. Para pemain sepak bola Timnas yang akan turun di SEA Games tahun ini juga sudah menjalaninya. Yang bikin menarik dan beda, karena kali ini yang digembleng adalah atlet-atlet difabel. Seperti apa gemblengan ala militer yang diterapkan?
Read more of this post

Tiga keajaiban

Ada tiga hal di dunia ini yang membuat saya jatuh cinta setengah mati, lupa waktu, lupa tempat dan kadang lupa diri…hehehe. Jika dirangkai dalam kalimat singkat dan padat, tiga keajaiban itu adalah sepakbola, buku dan jalan-jalan.

Jika bertemu dengan orang yang menyukai salah satu saja dari tiga hal itu, dijamin saya bakal betah ngobrol dengannya dan ujung-ujungnya bisa berteman baik. Berbagi maupun berdebat dengan teman dengan ketertarikan yang sama memang sangat menyenangkan. Seperti gelas yang menemukan tutupnya, klik dan nyambung.

Read more of this post