Mampir ke Museum Pos Indonesia

Pintu masuk museum

Pintu masuk museum

Sebagai seorang filatelis (abal-abal), kurang afdol rasanya kalau belum menyambangi Museum Pos Indonesia di Bandung. Museum ini (konon) dikenal sebagai surganya pencinta filateli. Koleksi perangkonya banyak banget, mulai zaman Indonesia belum merdeka hingga jenis perangko terbaru.

Pada suatu sore yang mendung di awal Desember 2013 (sudah lama banget ya), saya akhirnya kesampaian juga mampir ke Museum Pos. Lokasinya di Kantor Pusat Pos Indonesia Jl. Cilaki No. 73, Bandung. Cuma sepelemparan batu dari Gedung Sate yang tersohor itu. Saya dan sepupu, Mbak Yiyi, sampai di sana sudah sore. Museum sudah hampir tutup. Kami buru-buru masuk mumpung masih boleh. Read more of this post

Postcard dari Aceh & Bandung

Dua lembar kartu pos istimewa datang ke meja saya dari dua daerah yang lokasinya berjauhan. Mengapa saya menyebutnya istimewa? Soalnya kedua postcard tersebut hasil kreasi dari sang pengirim! Salut….

IMG_1549

IMG_1551

Kartu pos bergambar Lut Tawar Lake di Aceh Tengah ini sukses membuat saya ingin kembali berkunjung Serambi Mekah. Pengirimya Ari , teman dari Aceh yang juga penggila kartu pos. Koleksi kartu pos miliknya bikin iri setengah mati. Ari berpromosi Danau Lut Tawar di Tokengon, Aceh Tengah ini tidak kalah indah dibandingkan Danau Toba. Jejak saya di Aceh baru sebatas Banda Aceh dan Sabang, jadi belum sampai merambah Lut Tawar. Jika dilihat dari gambar di postcard itu, sepertinya suasanan di Danau Laut Tawar menyenangkan. Sejuk dan hijau. Kapan ya bisa ke sana?

Read more of this post

Momen Traveling Tak Terlupakan

Suka jalan-jalan tapi teledor, agak pelupa dan sering disorientasi arah. Bisa ditebak dong bagaimana efeknya? Benar-benar dasyat. Jangan heran, traveling saya nyaris tak pernah berjalan mulus.

Empat tahun lalu ketika traveling ke Bandung bersama seorang teman, kesialan datang gara-gara sebuah keteledoran. Ceritanya saat tiba di Stasiun Bandung, kami berdua harus naik angkot menuju rumah saudara di daerah Buah Batu. Saat itu saya membawa dua jenis barang, tas ransel dan kardus kecil berisi buah tangan untuk keluarga Budhe. Nah ketika turun dari angkot dan beralih naik becak, saya merasa ada yang aneh. Ternyata benar. Tas ransel berisi pakaian dan peralatan lainnya ketinggalan di angkot! Kami pun langsung mencegat angkot dengan jurusan yang sama untuk mengejar. Tapi hingga di ujung trayek, angkot tersebut seperti hilang ditelan bumi. Alhasil semua barang bawaan saya ludes! Untungnya, uang dan surat-surat penting tersimpan di tas selempang kecil yang terpisah. Kalau tidak, bisa berantakan acara jalan-jalannya dong. Yang jelas, anggaran traveling menjadi membengkak karena harus membeli baju dan celana baru. Apes.

Pose ini yang membuat kamera dan HP tercelup. Tepatnya beberapa saat sebelum berpose narsis ini

Pose ini yang membuat kamera dan HP tercelup. Tepatnya beberapa saat sebelum berpose narsis ini

Read more of this post