Dunia Tanpa Sekat

Fans dari Asia di Stadion Donbass Arena, Donetsk

Fans dari Asia di Stadion Donbass Arena, Donetsk. Cukup banyak fans dari Asia yang datang ke Ukraina untuk menyaksikan Euro 2012.

 

Setiap menyaksikan berita kekacauan di Ukraina, saya merana. Dua tahun lalu negeri itu terasa tenang dan damai. Tak ada tanda-tanda bakal muncul konflik hebat. Kegembiraan terasa di setiap sudut kota. Manusia dari berbagai belahan dunia berkumpul dalam suka cita. Merayakan pesta akbar sepak bola, Euro 2012. Dunia terasa tanpa sekat. Warga Rusia dan Ukraina yang kini bertikai, dulu bisa berbaur damai, tanpa embel-embel kekerasan. Ternyata waktu memang bisa mengubah segalanya. Hanya dalam tempo dua tahun, kedamaian di Ukraina terkoyak. Sebagian wilayah Ukraina ternoda oleh konflik. Saya benar-benar merindukan Ukraina yang sempat saya singgahi selama 10 hari, dua tahun lalu. Keriangan di pusat-pusat keramaian, kedamaian di taman-taman kota, dan terutama tingkah konyol dan lucu para fans sepak bola dari berbagai belahan dunia. Semoga kedamaian itu segera kembali. Read more of this post

Advertisements

Miniatur Liverpool di Sudut Donetsk

Jarak antara Ukraina dan Inggris terbentang lebar. Namun, siapa sangka di negara pecahan Uni Soviet ini bisa dijumpai tempat yang kental beraroma Inggris.

Jika tak percaya silahkan menengok ke sebuah sudut kota Donetsk. Di Jalan Artema 131a, tepatnya di gedung Donbass Equicenter terdapat miniatur kota Liverpool. Konon, sang pemilik tempat ini sangat menyukai salah satu kota di Inggris tersebut. Tak heran, suasana tempat tersebut benar-benar berkiblat penuh ke Liverpool.

Tampak depan

Read more of this post

Iri Bukan Main…. (Ukraina-4)

Pernyatan Dubes Indonesia untuk Ukraina, Nining Suningsih Rochadiat, dalam acara ramah tanah dengan wartawan di Wisma Indonesia di Kiev, beberapa hari lalu sulit lepas dari ingatan. Dengan penuh semangat, dia menceritakan bagaimana Ukraina menghapus keraguan apakah bisa menjadi tuan rumah yang baik bersama Polandia dalam perhelatan Euro 2012.

Nining mengungkapkan sepekan sebelum pembukaan masih ada perbaikan-perbaikan venue dan sarana pendukung lainnya. Gara-gara itulah dia sempat meragukan apakah semuanya bisa rampung tepat waktu. Kesangsian terhadap kesiapan tuan rumah sebenarnya sudah muncul jauh-jauh hari, termasuk munculnya kritikan dari pihak UEFA.
Read more of this post

Rasisme? Nothing! (Ukraina-2)

Kabar seputar isu rasisme sempat membayangi persiapan Ukraina sebagai tuan rumah Euro 2012. Kabar ini ramai-ramai dibantah. Mulai petinggi negara hingga bintang sepakbola Ukraina, Andrey Schevchenko ikut angkat bicara.

Ketika mendengar kabar saya mendapat tugas meliput ke negara pecahan Uni Soviet ini, seorang teman mengirim pesan pendek. Dia meminta saya berhati-hati terhadap kemungkinan adanya tindakan rasialis. Apalagi media marak memberitakan potensi rasisme khususnya terhadap orang Asia. Pesan tersebut sempat mengganggu pikiran, tapi kemudian cepat-cepat saya tepis. Intinya, positif thinking saja.
Read more of this post

Jalan Kaki, Metro dan Taksi (Ukraina-1)

Tingkah supir taksi Ukraina sepanjang gelaran Euro 2012 lumayan memancing kekesalan. Jurus aji mumpung diberlakukan, terutama terhadap turis-turis mancanegara. Tarif taksi dinaikkan hingga dua atau tiga kali lipat dari harga normal.

Pernah suatu hari saya mencari taksi di Fanzone Kiev untuk pergi ke kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia yang letaknya memang agak di pinggir kota. Saat itu sudah malam sekitar pukul 23.30 dan saya sendirian. Karena sulit mencari kendaraan umum, terpaksa mencari jasa taksi. Tanpa pikir panjang, supir taksi langsung meminta harga tinggi sebesar 100 hryvnia atau setara Rp 110.000. Padahal menurut staf KBRI, tarif normalnya hanya sekitar Rp 40.000. Saya hanya bisa dongkol karena kejadian serupa beberapa kali terulang.

Read more of this post