Sunyaragi’s Future is Sunyaragi’s Past

10-gua

Salah satu sudut Gua Sunyaragi

Belakangan ini saya sering jadi pejalan “manutan”. Maksudnya ketika traveling ke suatu tempat dan ada teman yang tinggal di kota tempat tersebut, ujung-ujungnya saya malas membuat itinerary. Manut saja mau diajak kemana (bilang saja males mikir). Saya percaya sebagai orang lokal, mereka tahu seluk beluk daerahnya.

Gaya pejalan manutan ini saya praktikkan ketika melipir ke Cirebon bersama sahabat saya, Azizah. Kebetulan juga saya punya sahabat yang lahir dan kini menetap di Cirebon, Lutfiyah. Beruntungnya lagi, kami berdua mendapat kenalan baru, teman-teman dari komunitas Cirebon Backpaker. Anne dan Ucie, juga Rene dari Backpaker Cirebon sudah menyusunkan itenerary buat kami. Asyik kan?

Referensi saya tentang wisata di Cirebon terus terang sangat terbatas. Paling hanya seputar Keraton Kasepuhan, Keraton Kanoman, Batik Trusmi, nasi jamblang dan empal gentong. Komentar lain yang sering mampir di telinga adalah soal cuaca Cirebon yang panas menyengat.  Selebihnya nihil. Read more of this post