#GAWisataDaerahmu : Yuk, Kenalkan Wisata Khas Daerahmu

Perjalanan mengajarkan saya banyak hal. Keberagaman, keberanian, membaca karakter orang, bagaimana harus mengambil keputusan dalam kondisi tak ideal, bertoleransi, menghargai orang lain, dan masih banyak lagi. Lewat perjalanan pula saya makin mencintai negeri ini, dengan segala keunikan dan kesemerawutannya.

Baru segelintir tempat di Indonesia yang sudah saya datangi, bagaikan butiran debu di tengah padang pasir. Indonesia benar-benar luas. Mungkin seumur hidup tak bakal tuntas dijelajahi. Setiap daerah punya keunikan dan kekhasan potensi wisata. Jangankan berbeda provinsi atau kabupaten, lain kecamatan saja ada sesuatu yang berbeda, entah budayanya, bahasanya, atau bentang alamnya. Read more of this post

Kain Lurik: Tentang Menghargai Proses

Menenun lurik

Menenun lurik

“Belajarlah dari pohon, menghargai proses, tidak tumbuh tergesa-gesa.”

(Yus R. Ismail)

Kalimat bijak tersebut saya temukan saat membaca postingan di sebuah blog. Akhirnya saya penasaran mencari tahu sosok Yus R. Ismail. Namanya terasa kurang familier. Ternyata  dia seorang cerpenis dan penulis buku. Kalimat di atas bisa ditemukan dari buku karangannya berjudul Pohon Tidak Tumbuh Tergesa-Gesa. Saya belum pernah melihat secara langsung buku tersebut, apalagi membacanya. Tapi penggalan kalimat itu sangat membekas dalam ingatan.

Poin terpenting dalam kalimat itu adalah tentang menghargai proses. Dengan menghargai proses, kita jadi tahu butuh perjuangan dan kadang pengorbanan untuk menggapai sesuatu. Yang menyenangkan dari suatu keberhasilan kadang bukan pada hasilnya, tapi saat kita menikmati tahapan proses yang harus dilalui. Read more of this post