Kehangatan Sawahlunto

Masjid Agung Nurul Islam, Sawahlunto. (Usemayjourney)

Hari sudah beranjak sore saat mobil sewaan kami memasuki kawasan Sawahlunto. Lega juga rasanya. Badan sudah berteriak menuntut berbaring di kasur yang nyaman setelah menempuh perjalanan dari Bukittinggi, Istana Pagaruyung dan Nagari Tuo Paringan.

Mengikuti petunjuk dari GPS, sopir kami menyusuri jalan mencari penginapan yang sudah kami pesan. Setelah melewati pusat kota, GPS masih mengarahkan untuk terus. Waduh kok jalannya mulai masuk-masuk kampung…

Saya dan dua sahabat, Azizah dan Farida, agak waswas juga. Ternyata penginapan kami letaknya cukup jauh dari pusat keramaian kota, agak masuk ke jalan yang sepi. Terbayang harus segera mencari motor untuk mengeksplore kota. Tak mungkin berkeliling berjalan kaki dengan jarak sejauh itu. Boro-boro jalan kaki keliling kota, beli makan cuma 1 kilometer saja kadang pakai gofood (eh sebut merek).

Setelah beberapa kali menelepon ke pemilik penginapan dan bertanya ke beberapa warga yang kami temui di jalan, sampailah kami ke tujuan. Penginapan kami letaknya kurang strategis. Bilqis Homestay namanya. Namanya juga homestay, ya beneran bentuknya seperti rumah. Read more of this post

Advertisements