Love Will Find A Way

Mister Potato

28 Oktober 2009

Malam sedang dipeluk kesunyian pekat. Sebuah email masuk. Dari sahabat saya Wawan yang sedang kuliah S2 di Birmingham, Inggris. Pesannya pendek saja. β€œKaus pilihanmu yang merah ternyata jelek, warnanya kusam. Aku beliin yang lain. Tadi aku bingung milih, nelfon kamu berkali-kali gak bisa. Foto kaus aku kirim. Kalau gak suka bilang ya, biar nanti aku nitip kalau ada teman yang ke Manchester.”

Sahabat saya itu sedang berada di Manchester, Inggris. Beberapa hari sebelum berangkat ke Manchester, dia menghubungi dan kami chatting cukup lama. Hal yang sudah seharusnya. Mustahil dia ke Manchester tanpa ingat saya. Kami bersahabat cukup lama dan dia tahu benar kegilaan saya terhadap Manchester United. Wawan sendiri fans Chelsea garis keras.

Sebelum ke Manchester, Wawan menyuruh saya melongok koleksi merchandise Manchester United di website resmi klub. Pilihan saya jatuh ke kaus suporter cewek berwarna merah. Setelah melihat langsung di MU megastore, Wawan merasa kaus itu jelek. Dia berusaha menelepon, tapi handphone saya tidak aktif. Alhasil, Wawan mengambil keputusan sendiri. Dibelilah sebuah kaus perpaduan putih dan pink, bertuliskan angka 11 dan Giggs, salah satu pemain favorit saya. Senyum saya langsung mengembang melihat kaus itu. Terlalu feminin untuk cewek tomboi seperti saya. Tapi tak apalah. Akhirnya saya kirim email balasan dan bilang kaus pilihannya sudah oke. Sekitar setengah tahun kemudian, setelah Wawan pulang dari Inggris, oleh-oleh kaus itu akhirnya datang juga. Ada bonusnya pula. Sepasang sandal jepit warna merah berlogo Manchester United dan bertuliskan Wayne Rooney. Lucu πŸ™‚ Read more of this post

Advertisements

Nasib Moyes dan Utang Pemain United

Moyes, Mata dan Rooney

Moyes, Mata dan Rooney (Foto Daily Mail)

Suatu malam di sebuah rumah makan siap saji di Kota Solo berkembang obrolan seru. Pelakunya serombongan fans Manchester United yang berkumpul dengan wajah muram. Tim kesayangan mereka baru saja kalah. Itu bukan kekalahan yang pertama musim ini. Keadaan bertambah buruk.

Obrolan mereka mengarah pada penyebab melempemnya performa tim sepeninggal Sir Alex Ferguson yang memutuskan pensiun, Mei tahun lalu. Berbagai teori mencuat, khas ulasan komentator sepak bola andal di televisi. Tetapi, akhirnya semua sepakat sang manajer baru, David Moyes adalah faktor terpenting. Berapa lama waktu yang harus diberikan kepada Moyes untuk membuktikan diri? Setahun, tiga tahun, atau enam tahun seperti yang tercantum di kontraknya?

Read more of this post

Petualangan Baru Beckham

Kedatangan pesepak bola asal Inggris, David Beckham, di kompetisi Major Soccer League (MLS) Amerika Serikat (AS), tujuh tahun silam adalah sebuah momen bersejarah bagi liga tersebut. Aura kebintangan Beckham jadi magnet kuat.

Senyum dan posenya yang aduhai di depan kamera, serta aksinya di lapangan hijau-meski sudah tak sehebat di masa keemasannya-membuat kompetisi MLS mendapat sorotan luas, lebih daripada biasanya.

Beckham dan keluarganya  Foto : Daily Mail

Beckham dan keluarganya
Foto : Daily Mail

Read more of this post

Tur Pramusim dan Jualan Merek Dagang

Tahukah anda berapa jarak penerbangan yang bakal ditempuh klub-klub Liga Premier selama pramusim ini? Harian terkemuka Inggris Daily Mail pernah merilis data khusus tentang hal ini.

Pramusim Arsenal di Jakarta

Pramusim Arsenal di Jakarta (arsenal.com)

Sebanyak 18 dari 20 klub anggota Liga Premier bakal menjalani agenda tur pramusim di luar negeri, di mana Asia dan Amerika Serikat menjadi destinasi paling populer. Setelah dihitung-hitung, jarak total yang akan ditempuh 18 klub tersebut adalah 200.000 mil atau 321.869 km! Jawara Liga Premier 2012/2013, Manchester United, menempuh jarak paling jauh yaitu 40.223 km, sedangkan Chelsea harus melakoni perjalanan sejauh 37.763 km. Arsenal, Manchester City dan Liverpool juga tak kalah sibuk dan lelah karena menempuh jarak yang hampir sama. Read more of this post

Pamer Batik dan Manchester United

* Note : Ini tulisan edisi narsis

Sebagai orang Indonesia, wajar dong bila saya agak bangga berlebihan terhadap batik. Apalagi batik Indonesia sudah diakui sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO. Rasanya selalu ingin bercerita kepada semua orang di luar sana (baca: orang luar negeri) tentang keindahan, eksotisme dan filosofi batik Indonesia yang adiluhung.

blog2

Saya dan Trevor

Nah, wajar juga dong jika sebagai fans Manchester United saya selalu bangga menunjukkan kecintaan terhadap klub raksasa Inggris itu. Hasrat pamer identitas semakin menggebu-gebu jika bertemu fans klub lain. Memang hal itu sepertinya sudah menjadi naluri primitif seorang fans sepak bola. Semakin fanatik, semakin ajaib pula tingkah seorang seorang suporter.

Gara-gara kecintaan terhadap batik dan kegilaan terhadap Manchester United itulah, saya jadi punya semacam aturan tidak tertulis yang harus dilakukan ketika punya kesempatan berkunjung ke negeri orang. Traveling ke negara manapun, batik dan baju β€œberbau” Manchester United harus ada di dalam backpack. Tujuannya membawa dua barang itu cuma satu. Pamer identitas pada orang-orang di luar sana. Narsis banget ya!! Read more of this post

Good Luck, Park!

Jersey garis-garis biru putih. Rasanya aneh melihat kostum itu melekat di tubuh Park Ji Sung. Warna merah sepertinya lebih cocok. Jersey merah dengan emblem Manchester United.

Tapi, kini saya benar-benar sadar Park sudah meninggalkan Theatre of Dreams. Dia tak akan lagi jatuh bangun mengejar bola dan meneteskan keringat dalam balutan jersey Red Devils. Park sudah menemukan pelabuhan barunya. Queens Park Rangers.

Foto: manutd.com

Read more of this post

The Poznan Dance

Memelototi partai Arsenal versus Manchester City di Stadion Emirates, Minggu (8/4), terselip sebuah momen menarik. Tentu saja, gol Mikel Arteta patut menjadi hot topik karena memastikan gelontoran tiga poin ke dekapan The Gunners.

Fans Arsenal melakukan Poznan Dance (arsenalnews.co.uk)

Namun, sejatinya ada momen yang lebih menggelitik. Setidaknya menurut sebagian fans. Momennya masih berhubungan dengan gol tendangan jarak jauh Arteta. Ini terkait selebrasi Gooners, julukan fans Arsenal, kala melihat bola menggetarkan jala The Citizen.

Read more of this post