Naik Menara Masjid Agung

Tampilan menara Masjid Agung

Tampilan menara Masjid Agung

Seperti ide menyambangi bunker di Kampung Batik Laweyan, keinginan menjajal naik ke menara Masjid Agung diilhami oleh orang yang sama. Sosok yang saya maksud adalah Fendi Fauzi Alfiansyah, koordinator komunitas Blusukan Solo. Dia mengatakan pernah mendapat izin naik ke menara masjid tersebut. Saya pun langsung penasaran ingin merasakan pengalaman serupa.

Beruntung ada jalan keluar untuk menuntaskan rasa penasaran itu. Lewat bantuan teman sekantor, Mas Mufid, izin naik ke menara tersebut keluar juga. Kebetulan ayah Mas Mufid adalah pengurus Masjid Agung. Setelah mencocokkan jadwal dengan beberapa teman yang mau ikut, kami sepakat melaksanakan rencana itu Sabtu, 6 Juli lalu.

Sekitar pukul 10.30 WIB, saya tiba di Masjid Agung bersama sahabat saya Krisna. Mas Mufid dan seorang pengurus masjid, Pak Tarsudi sudah menunggu di pelataran. Kami sebenarnya masih menunggu satu lagi peserta, Halim, seorang teman asal Solo yang selama ini cuma ketemu di dunia maya. Mas Mufid dan Pak Tarsudi langsung mengajak naik ke menara karena hari sudah bertambah siang. Kami harus turun dari menara sebelum azan Dzuhur dikumandangkan jika tidak ingin telinga berdesing gara-gara suara yang keras dan lantang. Read more of this post