Pesepakbola muslim dan Ramadan

Datangnya Ramadan kadang menimbulkan dilema bagi para pesepakbola muslim, terutama di Eropa. Topik ini pun menjadi salah satu perbincangan hangat di Eropa dalam beberapa tahun terakhir, seiring makin banyaknya pemain muslim yang merumput di sana. Bagaimanakah cara para pesepakbola itu menyikapi datangnya bulan Ramadan?

Pemain sepakbola muslim di Indonesia boleh dibilang sangat beruntung. Mereka mendapat berbagai kemudahan untuk tetap menjalankan ibadah, tanpa harus meninggalkan kewajiban untuk bersikap profesional terhadap profesinya. Kompetisi seringkali sengaja diliburkan sepanjang Ramadan, sehingga para pemain bisa tetap berpuasa penuh. Pada Ramadan kali ini, Liga Super Indonesia dan Divisi Utama bahkan belum bergulir. Kalaupun kompetisi tetap berjalan, biasanya digelar pada malam hari. Pihak klub juga sengaja memberikan kelonggaran dan menyesuaikan porsi latihan dengan kondisi para pemain. Jika biasanya sehari berlatih dua kali, di bulan puasa hanya ada latihan sekali menjelang berbuka, itupun jamnya dipangkas.

Read more of this post

(Gagal) Meramal Nasib di Sam Poo Kong

Jika sedang berada di Semarang dan butuh ide mengunjungi tempat wisata yang eksotis, cobalah mampir di Klenteng Sam Poo Kong alias klenteng Gedong Batu. Klenteng ini letaknya di Simongan, tak terlalu jauh dari Simpang Lima. Cukup dengan membayar uang masuk sebesar Rp 3.000, kita akan disuguhi pemandangan indah, unik dan kaya akan sejarah. Tempat ini dijamin tidak bakal mengecewakan…buat sekadar foto-foto maupun menelusuri sejarah masa lampau,,,

Klenteng yang katanya tersohor hingga daratan Tiongkok ini, sangat lekat dengan seorang pelaut termasyur, Laksamana Cheng Ho. Ketika berlayar mengarungi lautan dan mengunjungi negara-negara lain untuk misi politik dan dagang mulai tahun 1400-an, ia dikabarkan sempat singgah di Nusantara, salah satunya di Semarang. Ia terpaksa berhenti di Semarang karena salah satu anak buahnya sakit keras dan butuh pengobatan.   Gua di Simongan tempat Cheng Ho beristirahat, kini menjadi bangunan utama klenteng Sam Po Kong. Pada tahun 2002, tempat ini mengalami pemugaran besar-besaran dan akhirnya menjadi indah seperti sekarang. Sepertinya pengembangan masih akan terus berlanjut.

Apa sih yang unik dari klenteng ini sehingga layak untuk dikunjungi? Yang jelas, meski menjadi tempat ibadah pemeluk kepercayaan Kong Hu Chu, klenteng ini juga menarik dikunjungi umat Muslim. Hal itu tak lepas dari sosok Cheng Ho, yang konon merupakan seorang muslim. Sebenarnya niat saya melihat klenteng ini sudah terpendam lama. Alhasil, ketika punya waktu ke Semarang, tempat inipun menjadi destinasi utama saya..
Read more of this post