Manahan Punya Cerita

Mendung menggantung

Mendung menggantung

Menonton sepak bola di Stadion Manahan adalah salah satu cara terbaik menikmati senandung senja. Bagi saya, Manahan bukan sekadar tentang sepak bola. Stadion yang semakin menua ini punya banyak cerita, menjadi saksi bisu sepenggal fase kehidupan. Tempat belajar, bermetamorfosa dan menjalin persahabatan. Bola, pemain, pelatih, wasit, anak gawang, jurnalis, suporter, pedagang asongan dan petugas paramedis berkolaborasi dengan gurihnya tahu, kacang rebus, arem-arem dan sedapnya semangkuk bakso di pintu masuk. Cerita ala Manahan menjadi sempurna oleh celoteh dan tawa canda bersama para sahabat. Manahan mungkin bukan salah satu stadion terbaik di dunia. Namun, sampai kapan pun Manahan akan mendapat tempat istimewa di sudut hati.
Read more of this post

Perempuan Dilarang Naik Bus Tim Sepak Bola

Yang namanya mitos atau takhayul teryata juga masuk ranah sepak bola. Tim-tim kaya di Eropa sana juga tak steril dari berbagai mitos. Aneh tapi nyata. Misalnya soal sikap manajer tersohor milik Manchester United, Sir Alex Ferguson. Diam-diam Fergie masih percaya mitos, contohnya soal penginapan. Jika pada suatu pertandingan (misal di London melawan Chelea) timnya kalah, Fergie tak bakal mau menginap di tempat yang sama. Saat ke London lagi dia bakal pindah ke hotel yang baru, alasannya biar tak kena sial lagi. Read more of this post