Pesepak Bola dan Rokok

Dimitar Berbatov

Dimitar Berbatov (Foto by Daily Mail)

Sepak bola dan rokok bagaikan dua buah kutub yang sangat bertolak belakang. Bukan sebuah simbiosis mutualisme sepertinya. Banyak orang berpendapat hubungan keduanya harus diminimalisir kontaknya. Tak heran, ketika keduanya coba disatukan, yang muncul adalah kontroversi tak berujung.

Perdebatan tentang kebiasaan merokok kembali mencuat ketika pekan lalu pemain Arsenal, Jack Wilshere, ketahuan merokok di sebuah klub malam di London. Manajer Arsenal, Arsene Wenger, murka bukan kepalang. Perbuatan Wilshere dianggap memalukan. Tapi, tahukah Anda rokok dan sepak bola punya sejarah panjang?

Legenda Belanda dan Barcelona, Johan Cruyff, punya cerita menarik seputar hubungan sepak bola dan rokok. Dulu pria Belanda tersebut dikenal sebagai pecandu rokok. Dia mampu menghabiskan 20 batang rokok sehari, sejak masih berstatus pemain hingga ditunjuk sebagai pelatih Barcelona pada 1988. Read more of this post

Takahashi, Samurai Biru dan Mimpi Indonesia

Yoichi Takahashi semula hanyalah seorang fans sepak bola biasa. Dia menggemari berbagai macam cabang olahraga termasuk baseball yang paling digandrungi di Jepang, tapi sepak bola selalu menjadi pilihan utamanya.

Captain Tsubasa  (captiontsubasa.net)

Captain Tsubasa
(captaintsubasa.net)

Siapa sangka dari seorang fans biasa, Takahashi menjelma menjadi salah satu sosok penting dalam kebangkitan persepakbolaan Negeri Matahari Terbit. Pria kelahiran 28 Juli 1960 tersebut memang tak pernah menjadi pemain, pelatih atau pemilik klub sepak bola. Sumbangsihnya terhadap persepakbolaan Jepang diwujudkan melalui komik Captain Tsubasa.

Pada 1981, komik tersebut kali pertama dirilis di Jepang, bercerita tentang seorang anak berpostur pendek yang sangat gemar bermain sepak bola. Dia selalu menjadi andalan di tim sekolahnya, mulai di SD Nakatsu, hingga mimpinya merumput di Eropa terwujud. Berbekal kerja keras dan tekad baja, Tsubasa berhasil memperkuat tim raksasa Spanyol, Barcelona. Tak hanya itu, impian terbesarnya membawa Jepang juara Piala Dunia juga terealisasi.

Meskipun hanya sosok imajiner, Captain Tsubasa berhasil menginspirasi generasi muda Jepang. Tsubasa seolah menjadi gambaran mimpi publik Jepang untuk memiliki seorang pemain yang disegani di pentas sepak bola dunia. Kerinduan Jepang untuk menjadi juara dunia juga terpampang dengan gamblang. Berkat Tsubasa, publik Jepang termotivasi untuk berbenah. Read more of this post

Manahan Punya Cerita

Mendung menggantung

Mendung menggantung

Menonton sepak bola di Stadion Manahan adalah salah satu cara terbaik menikmati senandung senja. Bagi saya, Manahan bukan sekadar tentang sepak bola. Stadion yang semakin menua ini punya banyak cerita, menjadi saksi bisu sepenggal fase kehidupan. Tempat belajar, bermetamorfosa dan menjalin persahabatan. Bola, pemain, pelatih, wasit, anak gawang, jurnalis, suporter, pedagang asongan dan petugas paramedis berkolaborasi dengan gurihnya tahu, kacang rebus, arem-arem dan sedapnya semangkuk bakso di pintu masuk. Cerita ala Manahan menjadi sempurna oleh celoteh dan tawa canda bersama para sahabat. Manahan mungkin bukan salah satu stadion terbaik di dunia. Namun, sampai kapan pun Manahan akan mendapat tempat istimewa di sudut hati.
Read more of this post

Balada Sendu Messi

Ketika peluit panjang pada bentrok Copa America 2011 antara tuan rumah Argentina dan Kolombia berbunyi dengan skor akhir 0-0, Kamis (7/7) pagi, WIB saya langsung tertarik membuka facebook dan twitter. Benar saja, banyak bermunculan komentar-komentar tentang Lionel Messi, sang superstar Tim Tango.

Mudah meramalkan bahwa pemain Barcelona itu akan disorot jika Argentina kembali tampil buruk. Sebagai tuan rumah, Argentina seperti ditimpa bencana. Memetik hasil imbang dari dua laga pertama membuat publik pun bertanya-tanya apakah mereka layak menyandang status favorit juara. Suporter Argentina bahkan tak malu-malu mencemooh tim mereka sendiri.
Read more of this post

Love Timnas Indonesia, Hate Nurdin Halid

Menyaksikan Manchester United bertanding selalu menguras emosi. Maklum, saya adalah fans berat klub berjulukan Setan Merah itu. Emosi akan pecah menjadi kegembiraan menggetarkan saat kemenangan diraih, apalagi di partai-partai prestisius. Saya masih ingat betul memori manis dua tahun lalu. Air mata tiba-tiba menitik tanpa diundang menatap dari layar kaca bagaimana MU menjemput takdir menjuarai Liga Champions lewat adu penalti dramatis kontra Chelsea di bawah guyuran hujan deras di Stadion Luzniki, Moskow.
Sensasi seperti itu sulit dicari tandingannya. Namun dengan satu pengecualian. Emosi serupa, bahkan kadang lebih, menyeruak tanpa permisi kala Timnas Indonesia tampil. Ya, MU mungkin tim kesayangan saya, tapi Indonesia adalah tumpah darah saya!!! Hati memang tidak bisa dibohongi. Seumur-umur, baru sekali saya merasa haru biru menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Anehnya kejadian istimewa itu bukan tertoreh pada momen upacara bendera, yang jadi aktivitas wajib hari Senin bagi setiap anak sekolah di Indonesia. Gelora kebangsaan justru saya dapatkan di stadion sepak bola!! Momen unik tersebut hadir dalam gelaran Piala Asia 2007, tepatnya di laga pertama ketika Indonesia menjinakkan Bahrain dengan skor 2-1, di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta. Sepanjang laga saya benar-benar terbius dalam euforia fantastis. Ikut teriak, mengumpat dan berjingkrak-jingkrak kegirangan setiap pemain Indonesia mencetak gol. Sensasinya sungguh luar biasa.
Read more of this post

Pesepakbola muslim dan Ramadan

Datangnya Ramadan kadang menimbulkan dilema bagi para pesepakbola muslim, terutama di Eropa. Topik ini pun menjadi salah satu perbincangan hangat di Eropa dalam beberapa tahun terakhir, seiring makin banyaknya pemain muslim yang merumput di sana. Bagaimanakah cara para pesepakbola itu menyikapi datangnya bulan Ramadan?

Pemain sepakbola muslim di Indonesia boleh dibilang sangat beruntung. Mereka mendapat berbagai kemudahan untuk tetap menjalankan ibadah, tanpa harus meninggalkan kewajiban untuk bersikap profesional terhadap profesinya. Kompetisi seringkali sengaja diliburkan sepanjang Ramadan, sehingga para pemain bisa tetap berpuasa penuh. Pada Ramadan kali ini, Liga Super Indonesia dan Divisi Utama bahkan belum bergulir. Kalaupun kompetisi tetap berjalan, biasanya digelar pada malam hari. Pihak klub juga sengaja memberikan kelonggaran dan menyesuaikan porsi latihan dengan kondisi para pemain. Jika biasanya sehari berlatih dua kali, di bulan puasa hanya ada latihan sekali menjelang berbuka, itupun jamnya dipangkas.

Read more of this post

Grupies Sepak Bola

Keberadaan grupies tak bisa dipisahkan dengan dunia musik.  Mereka yang disebut grupies adalah fans perempuan yang sangat setia alias militan, bahkan rela melakukan hal-hal yang kadang mustahil demi mendapatkan perhatian atau sekedar dekat dengan penyanyi atau grup band pujaan…Mulai dari mengekor kemanapun, kirim hadiah, coba berbagai trik untuk bisa kenal dan dekat, atau hal-hal ajaib dan kadang tidak masuk akal lainnya…

Tapi fenomena ini bukan hanya dimonopoli dunia musik lho. Di arena lapangan hijau alias sepak bola, ada juga fenomena grupies ini. Keberadaan mereka memang tidak sevulgar di musik, tapi tetap eksis dan sudah menjadi salah satu warna dalam dunia yang atmosfernya sangat macho itu…
Read more of this post