Kain Lurik: Tentang Menghargai Proses

Menenun lurik

Menenun lurik

“Belajarlah dari pohon, menghargai proses, tidak tumbuh tergesa-gesa.”

(Yus R. Ismail)

Kalimat bijak tersebut saya temukan saat membaca postingan di sebuah blog. Akhirnya saya penasaran mencari tahu sosok Yus R. Ismail. Namanya terasa kurang familier. Ternyata  dia seorang cerpenis dan penulis buku. Kalimat di atas bisa ditemukan dari buku karangannya berjudul Pohon Tidak Tumbuh Tergesa-Gesa. Saya belum pernah melihat secara langsung buku tersebut, apalagi membacanya. Tapi penggalan kalimat itu sangat membekas dalam ingatan.

Poin terpenting dalam kalimat itu adalah tentang menghargai proses. Dengan menghargai proses, kita jadi tahu butuh perjuangan dan kadang pengorbanan untuk menggapai sesuatu. Yang menyenangkan dari suatu keberhasilan kadang bukan pada hasilnya, tapi saat kita menikmati tahapan proses yang harus dilalui. Read more of this post

Pasar Gawok, Menyapa Kesederhanaan

Pembuat sabit

Pembuat sabit

Hiruk pikuk modernitas kadang membuat lelah. Pada suatu titik, manusia rindu dengan kesederhanaan yang orisinil. Tradisional. Ketika interaksi antar manusia dilakukan dengan alamiah dan apa adanya.

Mengunjungi pasar tradisional bisa menjadi alternatif saat ingin menepi dari keriuhan kota dengan segala kompleksitasnya. Jika sedang berada di Solo dan sekitarnya, cobalah menengok Pasar Gawok. Sebuah pasar tradisional memesona di Desa Geneng, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo.

Pasar ini letaknya tak terlalu jauh dari pusat Kota Solo. Jarak tempuhnya sekitar 30 menit jika menggunakan kendaraan bermotor. Jika tersesat di jalan, jangan segan untuk bertanya. Pasar ini cukup tersohor di wilayah Soloraya sehingga Anda dijamin bakal dengan mudah mendapatkan petunjuk dari warga-warga yang ditemui di jalan. Read more of this post