Relaksasi di Lembah Harau

Melakukan perjalanan tanpa itinerary detail kadang malah asyik karena biasanya berbonus kejutan. Tapi, saya ini memang dasarnya agak malas nyusun-nyusun jadwal dan agenda. Jadi…mencari kejutan itu bisa dibilang hanya kamuflase. Alasan sebenarnya ya malas itu tadi..hehehe

harau9

    harau4   harau6   harau16

Perjalanan saya dan seorang sahabat, Krisna, ke Sumatra Barat, Juni lalu, termasuk kategori tanpa itinerary detail itu. Kami berangkat hanya berbekal artikel hasil browsing dari internet, uang saku seadanya, tas ransel berisi baju secukupnya dan beberapa nomer telfon teman di Padang. Nah diantara destinasi ala kadarnya, kami memasukkkan Lembah Harau. Gara-gara Harau, kami rela melewatkan Danau Maninjau dan Danau Singkarak yang tersohor itu. Yah, seperti hidup, traveling memang soal pilihan (halah), apalagi “jatah” di Sumbar cuma tiga hari plus beberapa jam. So, Maninjau dan Singkarak skip dulu deh. Read more of this post

Advertisements

Chan Umar Pelestari Ukiran Minang

Masuk-keluar galeri seni di Nagari Pandai Sikek, Tanah Datar, Sumatra Barat, membuat kepala saya mendadak pening. Tentu saja bukan pening dalam arti sebenarnya. Melihat koleksi songket menawan tapi tak bisa memilikinya ternyata lumayan menyiksa. Seperti kasih tak sampai.

Pak Chan

Pak Chan

Harga songket khas Pandai Sikek memang tak bersahabat dengan isi kantong saya yang pas-pasan. Di beberapa toko yang saya datangi, banderol kain songket termurah sekitar Rp800.000. Mahal amat. Apalagi saat mampir ke sana, pertengahan Juni lalu, kartu ATM saya sedang hilang. Uang tunai pun mulai menipis. Alhasil, saya tak bisa berkutik saat melihat songket-songket indah dan menggoda hati itu. Read more of this post

Saksi Bisu Kelahiran Bung Hatta

Kamar kelahiran bung hatta

Kamar kelahiran bung hatta

Mengulik sejarah negeri ini seperti candu. Sekali mencicipinya, bisa menyebabkan kita terbuai. Tak ada jalan untuk kembali. Merasa ingin tahu lebih dan lebih banyak lagi. Mozaik-mozaik yang berserakan dari masa lalu seolah memanggil-manggil untuk dijumput, dijamah dan diselami.

Rayuan maut mozaik sejarah melambai dari sebuah dataran tinggi Sumatra Barat. Bukittinggi tepatnya, dari sebuah rumah kayu sederhana, namun cantik dan elegan di Jalan Soekarno-Hatta No 37, Kecamatan Guguh Panjang, Bukittinggi. Di sanalah, sebuah kepingan sejarah penting bangsa ini tergores. Tepat pada 12 Agustus 1902, proklamator Indonesia, Mohammad Hatta alias Bung Hatta, lahir dan menyapa dunia di salah satu kamar di rumah indah tersebut. Read more of this post