Kejutan dari My Son

Candi di kompleks My Son yang bentuknya masih lumayan utuh

Candi di kompleks My Son yang bentuknya masih lumayan utuh

Semburat kuning kemerahan mulai mewarnai ujung cakrawala. Sang surya pelan namun tegas beranjak dari peraduannya, kemudian mengintip malu-malu dari balik reruntuhan candi-candi di My Son. Indah kan?

Tapi lupakan..semua itu sekadar imajinasi liar saya. Keinginan menikmati sunrise di kompleks My Son sudah layu semenjak kami berangkat dari Hoi An. Bagaimana mungkin bisa melihat sunrise jika berangkatnya kesiangan? Ah itulah hidup *mulai drama. Read more of this post

Motoran Santai Keliling Da Nang

Da Nang Vietnam

Lansekap Da Nang dari Marble Mountains

Nama kota di Vietnam Tengah ini cukup unik. Da Nang. Setiap bercerita saya akan pergi ke Da Nang, beberapa teman salah sangka. Mereka mengira saya akan pergi rumah Danang teman sekantor saya!

Ekspektasi saya terhadap kota ini awalnya datar. Setelah mengulik info di Internet, saya menilai Da Nang masih kalah pamor dibandingkan kota tetangga, Hoi An, yang menjadi tujuan utama perjalanan saya bersama para sahabat 1,5 tahun lalu. Da Nang dikenal sebagai kota pelabuhan, bukan kota wisata. Namun jangan salah, Da Nang merupakan aset penting Negeri Paman Ho, serta menjadi terbesar ketiga di Vietnam setelah Ho Chi Minh dan Hanoi. Kota ini berada di di tengah-tengah antara Hanoi dan Ho Chi Minh. Nah, karena bukan tujuan utama, kami memutuskan tidak berlama-lama di Da Nang, hanya sekitar 26 jam. Read more of this post

Mencemburui Hoi An

Old House

Old House

Menapaki sudut-sudut Hoi An bagaikan memasuki dimensi lain Vietnam. Waktu terasa berjalan lebih lambat. Tak ada pemandangan hiruk pikuk ratusan motor seperti yang lazim ditemui di jalanan Ho Chi Minh. Ketenangan dan keramahan khas kota kecil begitu dominan. Kota yang tidak memiliki bandara dan stasiun kereta api ini juga mengakomodasi para pemburu romantisme. Cantik dan syahdu.

Jantung Hoi An adalah kawasan kota tuanya. Jejak-jejak peninggalan masa lampau dari abad ke-15, 16 dan 17, terpelihara baik dan masih berdiri anggun. Tak heran, Hoi An dinobatkan sebagai salah satu Warisan Dunia oleh UNESCO. Selintas pandang, saya langsung bisa memahami mengapa kota ini layak menyandang predikat itu.

Read more of this post

Pamer Batik dan Manchester United

* Note : Ini tulisan edisi narsis

Sebagai orang Indonesia, wajar dong bila saya agak bangga berlebihan terhadap batik. Apalagi batik Indonesia sudah diakui sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO. Rasanya selalu ingin bercerita kepada semua orang di luar sana (baca: orang luar negeri) tentang keindahan, eksotisme dan filosofi batik Indonesia yang adiluhung.

blog2

Saya dan Trevor

Nah, wajar juga dong jika sebagai fans Manchester United saya selalu bangga menunjukkan kecintaan terhadap klub raksasa Inggris itu. Hasrat pamer identitas semakin menggebu-gebu jika bertemu fans klub lain. Memang hal itu sepertinya sudah menjadi naluri primitif seorang fans sepak bola. Semakin fanatik, semakin ajaib pula tingkah seorang seorang suporter.

Gara-gara kecintaan terhadap batik dan kegilaan terhadap Manchester United itulah, saya jadi punya semacam aturan tidak tertulis yang harus dilakukan ketika punya kesempatan berkunjung ke negeri orang. Traveling ke negara manapun, batik dan baju “berbau” Manchester United harus ada di dalam backpack. Tujuannya membawa dua barang itu cuma satu. Pamer identitas pada orang-orang di luar sana. Narsis banget ya!! Read more of this post

Tempat Ibadah Ini Menggabungkan 5 Agama

Dari luar pagar, tempat ibadah yang terletak di pusat kota Da Nang, Vietnam ini terlihat sepi. Tak ada aktivitas peribadatan. Yang tampak hanya bangunan mirip pagoda atau kuil dengan warna dominan peach. Di puncak bangunan bertengger dua buah lambang swastika.

Tampak depan

Read more of this post

Lorong tikus, AK-47 dan Singkong Rebus! (Vietnam Trip)

Sesi makan siang di Cu Chi Tunnel dengan menu utama Singkong rebus!

Terus terang ketika saya ditanya alasan memilih Vietnam sebagai perjalanan pertama ke luar negeri, jawabannya adalah Cu Chi Tunnel.  Setelah membaca artikel tentang terowongan yang termasyur di era perang Vietnam itu, saya ngebet pengen ke sana.  Niatnya sih melihat jejak heroik para Vietkong yang sukses membuat pusing para tentara Amerika Serikat. Saya tidak peduli meskipun teman-teman sempat ngeledekin gara-gara pilihan ngetrip ke Vietnam ini.
Read more of this post

Indonesia? Dimana tuh….

Jika dipikir-pikir, semua orang di dunia seharusnya tahu tentang Indonesia. Bagaimana tidak, selain negaranya super luas, jumlah penduduk Negeri khatulistiwa ini masuk daftar lima besar paling banyak di dunia. Belum lagi ditambah berita-berita heboh macam terorisme dan sebagainya. Tetapi, ternyata dugaan saya tentang popularitas Indonesia meleset. Negeri ini ternyata tak begitu tenar, bahkan di negeri tetangga sendiri….hmmmm

Kenyataan pahit itu saya dapati ketika punya kesempatan berkunjung ke dua negeri tetangga, Vietnam dan Kamboja, yang notabene masih masuk anggota ASEAN. Ini adalah kunjungan pertama saya ke luar negeri, ketika itu saya pergi bertiga bersama dua teman dari Solo. Di dalam bayangan saya, semua orang di sana pasti tahu tentang Indonesia. Kan masih bertetangga…
Read more of this post

Polisi Tidur dan Taman Pacaran (Vietnam Trip)

Ingin melihat jalanan yang dipenuhi lautan sepeda motor? Silahkan berkunjung ke Vietnam.  Populasi sepeda motor di negeri sosialis itu benar-benar membuat saya terbengong-bengong.  Ketika menyambangi Ho Chi Minh, salah satu kota terbesar besar di Vietnam, akhir Maret 2010 lalu, saya mendapati fakta bahwa penduduk negeri itu benar-benar gemar bersepeda motor.

Tour guide yang mengantar saya berwisata ke terowongan perang Vietnam, Cu Chi Tunnel, mengatakan populasi Ho Chi Minh sejumlah 10 juta jiwa. Sedangkan jumlah sepeda motor di kota itu lebih dari 5 juta. Populasi sepeda motor di Vietnam hanya kalah dari India.  Dalam hati saya berkata betapa repot tugas polisi di sini.
Read more of this post