Wayang Orang Sriwedari dalam Pusaran Masa

Pentas wayang Orang Sriwedari

Pentas wayang Orang Sriwedari

Masa kejayaan pertunjukan Wayang Orang Sriwedari sampai di telinga saya hanya berwujud rangkaian cerita. Ketika pertunjukan itu menjadi primadona pada periode 1960 hingga 1970-an, saya belum  hadir di dunia

Wayang Orang Sriwedari yang saya kenal sangat berjarak dengan kata hingar bingar. Lebih tepat diasosiasikan dengan sepi dan menua. Jangankan menggemari, berusaha menyempatkan waktu untuk menonton pertunjukan pun terasa berat. Sejujurnya, meski bersekolah dan bekerja di Solo, baru dua kali saya menyaksikan pentas Wayang Orang Sriwedari. Menyedihkan bukan?

Persinggungan saya dengan Wayang Orang Sriwedari bertolak belakang dengan Pak Danang Eram Setiawan. Pria murah senyum itu menyimpan memori melimpah. Energi Pak Danang seperti tak ada habisnya saat menumpahkan kenangannya tentang Wayang Orang Sriwedari. Ayahnya, Pak Prajak, seorang pemain legendaris kesenian andalan Solo tersebut. Pak Danang pun pernah bermain, meski tak terlalu lama. Read more of this post

Advertisements