Postcard From Wat Doi Suthep

Wat Phra That Doi Suthep

Peranti ibadah di Wat Phra That Doi Suthep

Gara-gara blog walking ke postingan Thedustysneakers beberapa hari lalu, saya jadi terpancing ngubek-ngubek folder foto-foto Chiangmai. Semuanya berawal saat komen saya di artikel Perempuan Tua yang Menanyakan Keadaan Hati Pemuda Peminum  dibalas dengan sebuah pertanyaan dari si empunya blog. “Apakah sempat menulis catatan perjalananmu saat di Chiang Mai juga?”

Duh, langsung merasa ditinju di perut. Seingat saya, cuma ada Satu postingan tentang Chiangmai di blog saya. Sebenarnya ini penyakit lama. Semangat traveling jarang berbanding lurus dengan semangat menuangkan ceritanya lewat tulisan. Bukan hal aneh jika cerita sebuah perjalanan baru diposting dua tahun atau tiga tahun kemudian. Jelas hasilnya kurang maksimal. Banyak kepingan cerita yang tenggelam di antara bertumpuk kisah-kisah baru. Biasanya kalau sudah begini menyesal juga. Tapi kata orang Jawa ”kapok lombok”. Kapok tapi diulang-ulang terus. Read more of this post

Pemilik Penginapan Perlu Meniru Nina

Panggil dia Nina. Umurnya mungkin sekitar 45 tahun. Bergaya enerjik, murah senyum dan seperti tak pernah kehabisan kata-kata. Ngobrol dengan Nina tak perlu takut bakal bosan.

Nina adalah pemilik sebuah guest house di Chiang Mai, Thailand. Saya tinggal di penginapan miliknya ketika berkunjung ke Chiang Mai, April 2012 lalu. Dua malam saya menginap di Srisupan Guest House, nama penginapan tersebut.

Read more of this post