Kain Lurik: Tentang Menghargai Proses

Menenun lurik

Menenun lurik

“Belajarlah dari pohon, menghargai proses, tidak tumbuh tergesa-gesa.”

(Yus R. Ismail)

Kalimat bijak tersebut saya temukan saat membaca postingan di sebuah blog. Akhirnya saya penasaran mencari tahu sosok Yus R. Ismail. Namanya terasa kurang familier. Ternyata  dia seorang cerpenis dan penulis buku. Kalimat di atas bisa ditemukan dari buku karangannya berjudul Pohon Tidak Tumbuh Tergesa-Gesa. Saya belum pernah melihat secara langsung buku tersebut, apalagi membacanya. Tapi penggalan kalimat itu sangat membekas dalam ingatan.

Poin terpenting dalam kalimat itu adalah tentang menghargai proses. Dengan menghargai proses, kita jadi tahu butuh perjuangan dan kadang pengorbanan untuk menggapai sesuatu. Yang menyenangkan dari suatu keberhasilan kadang bukan pada hasilnya, tapi saat kita menikmati tahapan proses yang harus dilalui. Read more of this post

KLA Tak Pernah Kehilangan Pesona

IMG_1528

Adi dan Katon

Form is Temporary, Class is Permanent

Leganya. Setelah lebih dari 12 tahun, akhirnya kesampaian juga menonton lagi konser KLA Project secara langsung. Penantian panjang yang tak sia-sia. Ini kali keempat saya nonton langsung KLA. Aksi panggung mereka ternyata masih sekeren dulu.

Seperti kutipan pembuka di bagian atas, performa itu hanya sementara, sedangkan kelas itu permanen. Band-band baru boleh datang dan pergi, namun KLA tak pernah kehilangan kelasnya. Semua itu dibuktikan sendiri oleh trio Katon, Lilo dan Adi pada konser di The Sunan Hotel Solo, Minggu, 16 Februari.

Read more of this post

Indrayanti Pagi Hari

Ombak terdengar menderu di kejauhan ketika kami menginjakkan kaki di atas buliran pasir putih Pantai Indrayanti. Melepas pandang ke depan, ke laut lepas, pekat mendominasi. Gerakan gelombang hanya nampak seperti bayangan misterius.

Ya, laut memang belum mempertontonkan pesonanya. Maklum kalender baru saja memasuki 18 Mei 2012, tepatnya pukul 03.15 WIB. Sang mentari masih tertidur lelap di peraduannya. Bintang dan bulan pun enggan beredar. Mereka memilih bersembunyi di balik mendung.

Pantai Indrayanti ramai meski hari masih pagi

Read more of this post