Indrayanti Pagi Hari

Ombak terdengar menderu di kejauhan ketika kami menginjakkan kaki di atas buliran pasir putih Pantai Indrayanti. Melepas pandang ke depan, ke laut lepas, pekat mendominasi. Gerakan gelombang hanya nampak seperti bayangan misterius.

Ya, laut memang belum mempertontonkan pesonanya. Maklum kalender baru saja memasuki 18 Mei 2012, tepatnya pukul 03.15 WIB. Sang mentari masih tertidur lelap di peraduannya. Bintang dan bulan pun enggan beredar. Mereka memilih bersembunyi di balik mendung.

Pantai Indrayanti ramai meski hari masih pagi


Bukan karena kurang kerjaan kami berenam datang ke pantai pada dini hari. Perjalanan ini sebenarnya spontan. Saya memutuskan bergabung setelah melihat status teman di facebook. Yah, tidak ada salahnya bertindak spontan, tanpa perlu berpikir panjang. Kami berenam berangkat berbekal niat seragam: mencari sunrise. Sekitar pukul 00.15 lima teman saya berangkat dari Solo, sedangkan saya menunggu di Jogja. Sekitar pukul 01.15 kami pun meluncur ke Indrayanti.

Pantai Indrayanti belakangan ini sedang naik daun. Letaknya di kawasan Pantai Sundak, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul. Dari Jogja kota, butuh waktu sekitar dua jam untuk sampai di pantai ini. Kalkulasi waktu itu untuk perjalanan malam, kalau siang mungkin butuh 2,5 jam. Jalan menuju Indrayanti berkelok-kelok mengocok perut. Buktinya, saya muntah sampai dua kali!

Kontur Pantai Indrayanti sebenarnya tak jauh beda dengan pantai-pantai lain di pesisir selatan Gunung Kidul. Pantai berpasir putih dengan warna air menawan. Campuran biru dan tosca. Di sisi kanan pantai berdiri kokoh bukit batu karang indah. Sedangkan di sisi kiri, juga berdiri bukit yang menjulang.

Bedanya, pantai ini dikelola dengan lebih modern. Pengelolanya swasta dan memiliki fasilitas lengkap seperti vila, gazeebo, restoran dan payung pantai yang berjejer rapi. Jika bosan dengan suasana Sundak, Baron, Krakal atau Kukup, silahkan mencoba sensasi Indrayanti.

Gara-gara perut terkocok di dalam mobil, saya hanya bisa terduduk lemas ketika tiba di pinggir pantai. Tanpa pikir panjang saya langsung merebahkan diri di kursi-kursi restoran pantai yang kosong karena belum buka. Lumayan menghalau rasa tidak enak di kepala yang seperti berputar-putar karena mabuk.

Ada juga gazebo yang bisa dipakai duduk-duduk yang dini hari itu kosong. Di hamparan pasir lembut, terlihat sekitar delapan orang juga yang juga memilih menghabiskan malam di pantai ini. Sayang, malam itu bulan dan bintang enggan muncul menyapa. Yang ada hanyalah langit pekat tertutup awan hitam.

Sang ombak tampaknya juga sedang hiperaktif. Gelombang tinggi membuat air menjilat-jilat hingga jauh ke pinggir pantai. Teman saya yang menggelar sleeping bag pun terpaksa mundur ke belakang menghindari terpaan ombak. Daripada memandang pekat di kejauhan, saya pilih memejamkan mata. Lumayan menebus kantuk yang tak tertahankan.

Payung warna-warni menghiasi pantai

Jarum jam  bergerak pelan tapi pasti. Langit perlahan mulai terang. Tapi apa daya, cita-cita menikmati sunrise muncul dari balik ombak harus dilupakan. Awan abu-abu nyatanya enggan berbaik hati. Sang mentari dipaksa terus bersembunyi di balik sang awan itu. Ya sudahlah….

Jarum jam belum juga menunjukkan pukul 06.00 WIB, tapi pantai ini benar-benar telah menggeliat. Maklum bertepatan dengan long weekend alias libur akhir pekan yang panjang. Perlahan pantai mulai riuh. Teman-teman saya pun antusias menyapa deburan air. Dalam sekejap, tubuh mereka basah kuyup. Sembari tertawa lepas tanpa beban, keempat teman saya bercengkerama akrab dengan deburan ombak Pantai Indrayanti.

Saya sendiri memilih duduk mengamati. Entah mengapa saat itu tak ada niat untuk sekedar mengucap salam pada air laut. Saya hanya ingin duduk tenang, sembari menikmati pesona pagi Indrayanti. Menyapukan pandang ke segala penjuru. Sebuah gazebo akhirnya saya pilih untuk duduk sembari mengamati semua yang tersaji di depan mata.

Menatap deburan ombak

Pagi itu pantai penuh dengan rombongan keluarga. Profil ayah, ibu dan bocah-bocah kecil yang polos mendominasi. Mereka antusias bertukar canda dan kebahagiaan. Bermain air dan tertawa lepas. Begitu juga yang dilakukan oleh rombongan anak-anak remaja yang tak lelah bergaya di depan jepretan kamera.

Ketika matahari mulai meninggi, kehidupan pantai makin menggeliat. Petugas kebersihan cekatan membersihkan sampah-sampah yang mengotori pantai. Kursi restoran yang sempat menjadi peraduan saya, juga dibersihkan. Sedangkan di sisi kiri pantai, dua orang petugas mulai memasang payung berwarna-warni yang menjadi salah satu ikon Indrayanti.

Bosan duduk di Gazebo, kaki saya seret ke arah menara pengawas. Perlahan saya naiki anak-anak tangga yang tak terlalu tinggi. Sampai di ujung tangga, saya menarik napas. Pandangan mata langsung diedarkan ke segala arah. Ternyata semuanya tampak lebih indah dari atas sini. Sangat sayang jika tak direkam dengan jepretan kamera. Dan memang itulah yang saya lakukan.

Sekitar pukul 07.30, teman-teman saya rupanya sudah lelah berjibaku dengan air. Kami sepakat melangkah meninggalkan pesona Indrayanti. Badan capek, mata mengantuk dan perut sudah berdemo minta diisi. Sembari menunggu teman-teman mandi, secangkir teh di warung kecil ternyata terasa nikmat sekali. Terima kasih atas pagi indahmu, Indrayanti.

NB : Sepanjang melakukan berbagai macam perjalanan, ini kali pertama saya tidak berfoto narsis. Tidak satu foto pun! Hehehehe. Ini benar-benar rekor luar biasa.

Gunungkidul, Mei 2012

About yusmei
Tergila-gila dengan membaca dan menulis...Punya mimpi menelusuri sudut-sudut dunia

2 Responses to Indrayanti Pagi Hari

  1. aning says:

    hehehhehe…, jadi, bagaimana rasanya piknik tanpa berfoto narsis?? sejarah telah ditulis wakakaaaa

  2. asline alasanne ra foto gara2 wajahku kucel habis bar muntah2…ra sip blas nek difoto…hahahahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: