The Poznan Dance

Memelototi partai Arsenal versus Manchester City di Stadion Emirates, Minggu (8/4), terselip sebuah momen menarik. Tentu saja, gol Mikel Arteta patut menjadi hot topik karena memastikan gelontoran tiga poin ke dekapan The Gunners.

Fans Arsenal melakukan Poznan Dance (arsenalnews.co.uk)

Namun, sejatinya ada momen yang lebih menggelitik. Setidaknya menurut sebagian fans. Momennya masih berhubungan dengan gol tendangan jarak jauh Arteta. Ya, ini terkait selebrasi Gooners, julukan fans Arsenal, kala melihat bola menggetarkan jala The Citizen.

Read more »

Sensasi Negeri di Atas Awan

Sejumlah traveller atau pejalan meyakini datang ke Danau Toba belum lengkap tanpa mampir ke tempat yang menawarkan salah satu pemandangan terbaik.
Tempat yang dimaksud adalah sebuah bukit yang berjarak sekitar sejam perjalanan dari Tomok dan berada di ketinggian 350 meter dari permukaan Danau Toba. Warga setempat menyebutnya bukit Siulak Hosa.

Panorama Danau Toba dari Bukit Siulak Hosa


Read more »

Nasionalisme, Profesionalisme dan Wartawan di Mata Bepe

Siapa sih yang tak mengenal Bambang Pamungkas alias Bepe? Pecinta sepak bola Indonesia pasti tak asing dengan sosok kapten Timnas Indonesia dan ikon Persija Jakarta ini. Saya pun mengenalnya, walaupun lebih banyak melalui layar kaca. Namun jujur, selama ini Bepe bukan pemain favorit saya. Ada beberapa alasan yang membuat saya agak malas memberikan kredit tinggi untuknya. Terutama sikapnya di luar lapangan.

Dalam beberapa kali kesempatan, saya pernah berinteraksi langsung dengannya, saat ia bersama Timnas Indonesia. Kebetulan Timnas pernah mengadakan pemusatan latihan di Solo. Nah, di situlah saya merasakan interaksi yang kurang menyenangkan dengan Bepe. Dia paling susah diajak wawancara. Boro-boro bicara panjang lebar, mendapatkan pernyataan pendek darinya pun sangat sulit. Seorang teman bahkan pernah sebal bukan main karena hanya mendapatkan jawaban dua patah kata setelah pontang-panting mengejar dan melontarkan pertanyaan panjang lebar untuk Bepe. Saya dan beberapa teman di Solo sepakat melabelinya sebagai pemain sombong plus sedikit arogan.
Read more »

Pesona Samosir

Ketika turun dari pesawat di bandara Polonia Medan, pertengahan Oktober silam, saya berteriak girang dalam hati karena akhirnya bisa menginjakkan kaki di bumi Swarna Dwipa alias Sumatra. Tentu saja rasa penasaran tak berhenti sampai di situ.

Rumah Batak

Bersama teman perjalanan dari Solo, Lutfiyah, kami pun lantas menyusuri Kota Medan, ibukota Sumatra Utara. Namun entah mengapa kami seperti belum menemukan apa yang dicari, yaitu aroma dan suasana khas suku Batak. Bahkan setelah berkunjung ke Istana Maimun dan Masjid Raya, yang menjadi ikon Medan, dahaga itu belum juga terpuaskan. Lutfiyah bahkan masih merasa seperti di Solo.
Read more »

Tugu Nol Kilometer yang Terabaikan

Lagu Dari Sabang Sampai Merauke terus bercokol di benak saya ketika melakukan perjalanan ke ujung barat Indonesia, Sabang, pertengahan Oktober lalu.

Selain penasaran dengan cerita keeksotisan pantai-pantai di sana, saya juga tak sabar melihat dengan mata kepala sendiri keberadaan Tugu Nol Kilometer di Sabang. Bagi saya, tugu itu sangat prestisius karena menjadi penanda ujung paling barat Tanah Air tercinta ini. Makanya, saya begitu antusias ingin menyambangi tugu tersohor itu.

Tugu Nol Kilometer

 
Read more »

Sabang, eksotisme ujung barat Indonesia

Cobalah pejamkan mata sembari membayangkan sebuah pulau indah berbingkai pantai eksotis dengan hamparan pasir putih berbulir lembut. Paduan keelokan karya agung Sang Kuasa seperti itu dapat dijumpai di Sabang, Pulau Weh, Provinsi Aceh.

Pantai Iboih, surga wisata bawah laut

Disuguhi keindahan pulau di ujung barat Indonesia itu, membuat saya sontak menyukuri keisengan membeli tiket promo super murah Air Asia setahun silam. Bayangkan, saya berhasil mendapatkan tiket Surabaya-Medan untuk keberangkatan 17 Oktober dan kepulangan 24 Oktober hanya dengan merogoh kocek sebesar Rp 150.000, alias Rp 75.000 sekali jalan! Pikiran yang terbersit saat itu begitu sederhana. Kalau ada rejeki dan mendapat cuti ya berangkat, jika batal pun tidak rugi banyak.
Read more »

Damai Itu Indah

Selama bertahun-tahun Aceh sarat dengan berbagai konflik. Namun, ketika kedamaian datang, tempat berjuluk Serambi Mekah tersebut benar-benar menawarkan keindahan luar biasa.

Masjid Baiturrahman

Ada pertanyaan menggelitik dari atasan di kantor tentang rencana perjalanan saya dan seorang teman, Lutfiyah, ke Aceh, Oktober tahun lalu. Kebetulan kami mengambil rute darat Solo-Surabaya, kemudian disambung penerbangan Surabaya-Medan. Baru setelah itu dilanjutkan dengan perjalanan darat dari Medan menuju Banda Aceh.

Read more »

Balada Sendu Messi & Argentina

Ketika peluit panjang pada bentrok Copa America 2011 antara tuan rumah Argentina dan Kolombia berbunyi dengan skor akhir 0-0, Kamis (7/7) pagi, WIB saya langsung tertarik membuka facebook dan twitter. Benar saja, banyak bermunculan komentar-komentar tentang Lionel Messi, sang superstar Tim Tango.

Mudah meramalkan bahwa pemain Barcelona itu akan disorot jika Argentina kembali tampil buruk. Sebagai tuan rumah, Argentina seperti ditimpa bencana. Memetik hasil imbang dari dua laga pertama membuat publik pun bertanya-tanya apakah mereka layak menyandang status favorit juara. Suporter Argentina bahkan tak malu-malu mencemooh tim mereka sendiri.
Read more »

Bali Ndeso Mbangun Mall…

Bukankah sosok pemimpin yang baik adalah orang yang mau mendengarkan dan mempertimbangkan pendapat, harapan dan keinginan rakyat atau masyarakatnya? Bukan malah ngotot mengumbar egonya sendiri? Nyatanya sosok pemimpin ideal seperti itu jumlahnya masih segelintir. Termasuk kategori langka. Buktinya, Provinsi Jawa Tengah belum memiliki sosok pemimpin ideal seperti itu.

Membaca polemik rencana pembangun mal baru di Solo pada berbagai media, saya cuma bisa geleng-geleng kepala. Sudah sepekan perdebatan panas bergulir. Intinya Pemprov Jateng tiba-tiba memberikan izin pembangunan mal baru di bekas Pabrik Es Saripetojo Solo. Tetapi izin itu keluar tanpa berkoordinasi dengan Pemkot Solo karena beralasan bangunan tersebut adalah milik Pemprov Jateng.

Read more »

Belajar Dari Atlet Difabel

Belum lama ini saya ditugasi membuat tulisan tentang atlet National Paralympics Comittees (NPCs) Indonesia yang sedang menjalani program pembentukan karakter selama sepekan di markas Grup 2 Kopassus, Kandang Menjangan, Kartasura, Sukoharjo. Mereka adalah atlet-atlet difabel yang akan menjadi tumpuan Indonesia pada kejuaraan ASEAN Para Games (APG) VI di Solo, 12-19 Desember mendatang.

Dengan senang hati, saya jalani tugas itu. Program pembentukan karakter di markas tentara bukan hal baru. Para pemain sepak bola Timnas yang akan turun di SEA Games tahun ini juga sudah menjalaninya. Yang bikin menarik dan beda, karena kali ini yang digembleng adalah atlet-atlet difabel. Seperti apa gemblengan ala militer yang diterapkan?
Read more »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.